Senin, 17 Oktober 2016

Movie Review: Wonderful Life

Wondeful.
Hebat. Sangat bagus. Gemilang. Mengagumkan.


Itulah kata-kata yang aku dapat ketika mengetikkan kata 'wonderful' di google. Jadi kalo 'wonderful life' berarti hidup yang hebat, sangat bagus, gemilang, mengagumkan, semua yang indah-indah deh. Kalo hidup indah itu hidup seperti apa ya? Mungkin seperti kehidupan ideal impian kebanyakan orang. Mungkin kehidupan yang nggak perlu mikir pengeluaran, kehidupan yang nggak perlu mikir apa kata orang, kehidupan yang semuanya sudah tersedia dengan sangat sangat sangat melimpah.


Tapi film Wonderful Life yang saya tonton bercerita hal lain. Tokoh utama di film ini, Amalia, justru punya kehidupan yang jauh dari sempurna. Amalia ini orang tua tunggal yang suaminya entah kemana, hidup bersama orang tua yang cerewet dan anaknya yang ternyata disleksia, kesulitan membaca, sehingga ketika Aqil anak Amalia duduk di kelas 3 SD, Aqil belum bisa menulis dengan baik dan lebih suka menggambar. What a life.

Amalia yang sangat perfeksionis, yang sukses dalam karir dan nampaknya lebih sering berhasil dalam menghadapi klien-kliennya, ternyata punya kehidupan yang,, menurutku,,, sangat stressful. Gila,, apa ini yang disebut Wonderful Life.

Well,, hidup ini tentang belajar kan. Untuk mendapatkan Wonderful Life, Amalia harus belajar menghadapi keluarganya dan hidupnya. Wonderful life means you accept everything in your life grateful heart. Wonderful life means you face the world dan menjalaninya dengan ikhlas. Wonderful life means kamu bisa melalui semua kesulitan hidup dan mendapati arti hidup yang sesungguhnya.
What a wonderful message from Wonderful Life movie.

Di luar pesan yang disampaikan dari film ini, aku suka sekali dengan score (musik) dalam film ini, juga pemandangan ketika Amalia mengajak Aqil pergi jalan-jalan berdua naik mobil keliling Jawa. Pemeran Aqil, Sinyo juga jago banget aktingnya. Tapi sayang sekali alur ceritanya terlalu sederhana, konfliknya kurang greget menurutku, casts yang lain kurang ok aktingnya, padahal mereka di shoot close up, termasuk salah satu pemeran utamanya.

But overall this movie is worth to watch, depend on the message.

Thank you for reading :)

-geLintang-

17 komentar:

  1. Lewat wonderful life secara tak langsung kita juga belajar menjadi orang tua yaa de..
    -Salam Kenal Lintang-

    BalasHapus
  2. Lewat wonderful life secara tak langsung kita juga belajar menjadi orang tua yaa de..
    -Salam Kenal Lintang-

    BalasHapus
  3. iya mbak REALITA APRISA,, salam kenal ;)

    BalasHapus
  4. Salam kenal Dini...aku ninggalin jejak disini ya :)

    BalasHapus
  5. salam kenal mbak DEWI NIELSEN,, makasih jejaknya :)

    BalasHapus
  6. mau nonton wonderful life ini. apakah ada di bioskop? duh saya sudah lama sekali nggak keluar dan nonton hihihi

    BalasHapus
  7. Ini berdasar kisah nyatakah mb lintang?sepertinya bagus ya..mengajak kita untuk mensyukuri setiap peran yang diberikan-Nya kepada kita..sabar, syukur, ikhlas, gampang diucap,,tapi sulit dipraktikkan..he3...

    BalasHapus
  8. Kepengen banget nonton ini. Harus dijadwalkan nih.

    BalasHapus
  9. iya mbak AGNI PRANOTO,, lagi tayang di bioskop nih oktober ini.
    yap bener mbak SAPTI NURUL HIDAYATI,, berdasar kisah nyata.
    ayo mbak DESY YUSNITA,,, cepetan! film indonesia cepet ilangnya dari bioskop

    BalasHapus
  10. Film ini jadi cermin untuk kita sebagai orang tua (khususnya saya) agar terus melihat sisi positif anak kita. Stop ngebanding-bandingin anak kita dengan anak lain. Karena setiap anak itu unik.

    Btw, salam kenal Mba Lintang :)

    BalasHapus
  11. Yes, Everybody is unique. Salam kenal mbak NDY PADA

    BalasHapus
  12. Lintang, film ini alurnya perasaan nggak sederhana deh. Malah too complicated, menghadirkan warna kehidupan Amalia Prabowo yg penuh gelombang. Esensi utamanya kan tentang sharing pengetahuan seputar disleksia. Sutradaranya jago banget loh malahan menurutku ngegarap film ini :)

    BalasHapus
  13. waahh terima kasih sudah mampir dan berkomentar mbak UNIEK KASWARGANTI. Yes, I said film ini worth to watch,, pesan-pesan moral dari film ini tentang disleksia, cara pengasuhan ortu, penerimaan terhadap kehidupan yang nggak selamanya perfect dapet semua ke aku mbak. Tapi buatku, alur film ini sangat mudah ditebak. Untuk ukuran film aku kurang dapet keseruan film ketika bisa nebak alur ceritanya sebelum ceritanya terpapar di depanku. Hehehe. Well,, everyone has their own expectation and perception kan mbak. I didn't said that sutradaranya nggak jago juga lho,, for a movie ,, film ini berhasil kok ;)

    BalasHapus
  14. Kalo aku sih menganggap film ini seperti cermin isi hatiku sebagai ibu yang memiliki anak dengan kemampuan di luar akademik. Film yang wajib ditonton ibu muda agar jangan pernah lagi menuntut anak-anaknya untuk menjadi ini itu.

    BalasHapus
  15. iya bu HIDAYAH SULISTYOWATI,, emang kalo kita bersentuhan sama sesuatu entah itu film, cerita, lagu, pasti relate nya ke keadaan diri kita sendiri. Emang manusia kan pusat perhatiannya ke kehidupannya sendiri. Tiap orang bisa mendapat pelajaran yang beda-beda dari satu film dan cerita. Makasih udah mampir dan komen ya bu :)

    BalasHapus
  16. Film yang mengajarkan para orang tua untuk senantiasa bersyukur dengan apapun kondisi anaknya. Berusaha memahami dan memberikan yang terbaik untuk anak2 kita.

    BalasHapus
  17. iya bu HAERIAH,, hidup itu emang baiknya penuh syukur

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)