Senin, 11 Juli 2016

Museum Tubuh Bagong Batu,, Belajar Tentang Tubuh Sendiri

Tahu nggak kenapa kamu kentut? Kadang kentutnya bunyi kenceng, kadang diem-diem tapi bau banget. Tahu nggak?



Sebagai yang punya tubuh, kadang kita nggak ngerti bener-bener tentang tubuh kita sendiri kan. Menurutku setiap orang harus datang minimal sekali ke Museum Bagong,, yang bercerita tentang tubuh manusia. Do you know what inside your body?



Ceritanya kita bakalan masuk ke dalam tubuh Bagong,, melalui mulutnya Bagong. Tubuh Bagong, layaknya tubuh manusia, dibagi menjadi beberapa zona. Kita akan diajak masuk ke dalam mulut, belajar tentang lidah, tonsil, dan gigi, jalan ke otak, ke hidung, ke lambung, ke usus, ke aliran darah, ke tulang, bahkan belajar tentang terbentuknya manusia.


Di tiap-tiap zona ada petugas yang menjelaskan tentang masing-masing zona tersebut. Kalau kurang jelas kamu bisa tanya apapun tentang tubuh dalam zona tersebut. Ada juga mainan dan tablet yang berhubungan dengan pengetahuan tentang tubuh manusia.


Nah, di zona hidung kamu bisa cari tahu kenapa hidung kamu mengeluarkan lendir kalo pilek. Atau kamu penasaran kenapa kalo kamu melipat tangan, tanganmu yang kiri selalu di atas secara otomatis. Kamu juga bisa cari tahu kenapa ada orang yang sakit jantungan.



Ada bioskop mini lho di sini. Di zona reproduksi disediakan bioskop mini 3 dimensi untuk menonton proses terbentuknya manusia.


Di museum ini kita juga bisa cek status kesehatan, mulai dari cek mata, cek golongan darah, asam urat, hingga cek lemak tubuh.


Pssst,,, kalau ke museum ini baiknya kalo pas low season. Aku kemaren ke sana saat libur lebaran pas lagi banyak orang. Akibatnya petugas kewalahan menerima banyak pengunjung sehingga pelayanan kurang maksimal. Di beberapa zona tidak ada petugas yang bertugas sebagai guide dan memberikan informasi :(


Tapi, tiap petugas di museum tubuh tahu tentang segala seluk-beluk tubuh. Aku ketemu dengan kakak cantik yang baik hati di zona lambung, yang menjawab semua pertanyaan, termasuk pertanyaan dari zona-zona yang lain yang tidak ada petugasnya alias guideless.


So far berkunjung ke museum tubuh memberikan wawasan lebih. Aku berharap ada lebih banyak museum bagus macam ini di Indonesia.
Oia,, sebaiknya kalo bawa anak-anak yang usianya di atas 12 tahun ya. Beberapa bagian dalam tubuh memang tampak mengerikan, jadi anak-anak yang terlalu kecil malah takut dan nangis.

geLintang
it's great to learn about my body, in a good place like this

2 komentar:

  1. halo kak.. wah blognya keren-keren nih.. ooo iya kak kalau ingin tahu tentang web gratis yukk disini saja.. terimakasih

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)