Minggu, 12 Juni 2016

the road

Apa referensimu ketika jalan-jalan? Buku catatan perjalanan orang lain? Informasi dari Lonely Planet? Pengalaman berjuta-juta orang di situs Trip Advisor? Cerita-cerita di blog? Foto-foto menarik di instagram? Cerita teman di cafe saat mereka pulang dari perjalanannya?


I did all. But sometimes I let my curiosity led me through the way. Aku suka penasaran dengan jalanan - jalanan tak berujung yang dalam imajinasiku akan membawaku ke negeri antah berantah yang penuh dengan kejutan. Kejutan yang menyenangkan tentunya.


This just happen yesterday. Kami bermobil menuju Kopeng untuk menikmati udara segar pegunungan, tanpa tujuan mau apa dan berhenti kemana. Tiba di jalanan Kopeng yang menukik, kami malas untuk berhenti makan karena masih kenyang, atau pun belanja sayur-sayuran segar super murah seperti yang selalu kami lakukan di Kopeng karena persediaan sayur di kulkas masih menumpuk.

Aku pun mengambil alih memegang kemudi, melanjutkan jalanan Kopeng ke arah Magelang. Pemandangannya menyenangkan dan aku ingin menemukan sesuatu yang beda dari yang biasa kami lalui. Ternyata jalanan itu bisa berbelok ke Ketep Pass. Ketep Pass adalah satu titik untuk menikmati puncak Gunung Merapi, letaknya sudah di kaki gunung Merapi. Bahkan Ketep Pass adalah pos 1 untuk naik ke Merapi.

Ternyata jalanan yang aku lalui adalah jalanan sempit penuh lubang super besar, dengan kelokan super curam, dan naik turun khas jalanan pegunungan. Jalanan di sini sangat berbeda dengan jalanan Kopeng yang meskipun naik turun tapi mulus dan agak lebar. Kakiku bergetar dan aku deg-deg an. Kali ini kejutan macam ini yang aku temui.

Aku pun memutuskan untuk berhenti sejenak dan menenangkan diri. Kami keluar dari mobil, menghirup dan merasakan udara segar gunung dengan kulit kami, jajan snack lokal di warung, dan berbincang dengan penduduk. 

Hasil perbincangan dengan penduduk, kami lebih baik balik arah bila mau pulang dengan jalanan yang lancar dan lebih enak. Saya sempat ragu untuk kembali berkendara melewati jalanan sempit penuh lubang super besar, melewati kelokan curam dan naik turun khas pegunungan. Tapi ini adalah tantangan yang harus ditaklukan.

Ternyata perjalanan pulang lebih cepat dari perjalanan berangkat. Ternyata aku mampu! Ternyata jalan yang kami tempuh tadi tidak seberapa. Yeay.
Aku jadi pengen jalan lagi, melalui jalan yang tak biasa, dan menemukan kejutan-kejutan seru lainnya.

-geLintang-

2 komentar:

  1. Dapat kejutan dari perjalanan tanpa tujuan itu rasanya tak akan terlupakan ya mbak...bakal jadi cerita menarik untuk di tulis.

    BalasHapus
  2. bener banget mas INGGIT ERLIANTO,,, seringnya kejutan-kejutan di perjalanan ini bikin nagih

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)