Rabu, 08 Juni 2016

Museum Reproduksi!!!

Thank God for museum! 
Thank God for great museum! 
Thank God for museum that show me my favorite things.
This time is time for reproduction museum.


November 2015 lalu, aku berkesempatan untuk main ke Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand. Selain dapat kuliah dari wakil menterinya, kami diajak untuk main ke Museum Reproduksi.



Museum reproduksi Bangkok memberikan keterangan dalam bahasa Thailand dan Inggris. Tapi sayang, untuk beberapa video hanya menggunakan Bahasa Thailand. Jadi kami menerka-nerka apa yang mereka katakan melalui gambar.


Museum reproduksi ini gratis dan boleh didatangi oleh siapa saja. Sayangnya, aku kurang paham kalo seandainya aku jalan sendiri ke Bangkok trus pengen maen lagi ke museum reproduksi ini protokolnya gimana. Saat itu aku datang dengan label residensi bersama teman-teman Promkes Undip.


Museum reproduksi menceritakan tentang reproduksi dari jaman dulu hingga sekarang, dari makanan untuk kesuburan hingga kontrasepsi, dari alat reproduksi wanita dan pria hingga terjadinya bayi.
Banyak juga visualisasi yang berhubungan dengan pembuahan, perkembangan janin, hingga menjadi bayi.


Untuk mengisi isi museum reproduksi Bangkok, tidak hanya pemerintah yang bekerja, namun juga mengikutsertakan masyarakat. Beberapa display adalah hasil karya anak-anak.

karya seni anak-anak tentang keluarga berencana
yang ditampilkan di dalam Museum Reproduksi Bangkok

Menurutku,, ada baiknya di Indonesia punya museum menarik seperti ini. Dari kecil kita selalu penasaran bagaimana terbentuknya kehidupan kan? Daripada ketika remaja cari-cari info sendiri dan nonton bokep,, mendingan maen ke museum reproduksi dan bertanya tentang awal mula kehidupan dengan orang-orang terdekat.

-geLintang-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)