Jumat, 11 Maret 2016

Cerita Batik: Proses Pembuatan Batik Tulis

Kalau ada kata batik, di benak aku selalu ada kata canting. Ya batik identik dengan proses nyanting. Tapi semakin saya belajar tentang batik, semakin banyak elemen untuk membuat selembar kain batik. Nggak cuma nyanting.


Kalo kita mau bikin batik tulis, alat yang pasti harus ada adalah canting. Canting itu semacam pena untuk menggambar apa yang kita mau di selembar kain. Tinta untuk menggambar di kain adalah malam. Setelah nyoba belajar bikin batik sendiri, ternyata untuk menghasilkan kain yang bagus nggak cuma sekedar asal menorehkan malam pada tinta.



Kita mesti punya pola motif. Biasanya pengrajin membuat pola motif di kertas minyak. Kemudian gambar di kertas minyak tadi dipindahkan ke kain putih.
Kain putih yang masih bersih tersebut digambar dulu dengan pensil satu persatu.

Kain putih dengan coretan pensil tadi, ditimpa dengan malam melalui proses nyanting. Proses ini yang paling populer dengan kata batik.


Hasil malam yang sudah jadi, sudah membentuk motif kemudian dilanjutkan dengan proses pewarnaan.

Proses pewarnaan disini membutuhkan keahlian pengrajin batik. Jadi yang membedakan hasil batik satu dengan yang lain salah satunya adalah pada warna yang dihasilkan. Tiap pengrajin punya formula sendiri-sendiri (yang merupakan rahasia) untuk menghasilkan warna-warna cantik pada tiap kain batik.
Proses pewarnaan ini sangat bergantung pada cuaca. Bila hari hujan dan tidak banyak sinar matahari, warna yang dihasilkan belum tentu seperti yang diharapkan.


Batik adalah karya seni. Pengerjaannya dilakukan dengan hati. Pengalaman aku dalam membuat (baca: meminta tolong pengrajin membuatkan) batik tidak bisa ditarget seperti memesan barang di pabrik. Apalagi motif yang aku desain ternyata adalah motif rumit (*pas bikin desain asal gambar aja dan nggak mikir rumit atau tidaknya, intinya suka). Untuk hasil terbaik harus sabar.

-geLintang-
I am waiting for the best result. There will be the time. I am waiting for the best time.

4 komentar:

  1. Prosesnya memang lama ya mbak, dan membutuhkan ketrampilan khusus dan tentunya hanya orang yang mempunyai jiwa seni...saya selalu suka melihat kain-kain batik di Indonesia. Kalau jalan ke daerah-daerah rasanya selalu pengen beli kain-kain ini, baik batik maupun tenun :)

    BalasHapus
  2. bener banget mbak INGGIT ERLIANTO,, di balik indahnya selembar kain nusantara ada cerita panjang tentang proses pembuatannya

    BalasHapus
  3. Kalau liat batik selalu terkagum-kagum,sejauh ini paling suka dengan batik madura dengan warna-warna yang ngejreng seperti stabilo hehe

    BalasHapus
  4. batik madura emang ceria banget mas ERWIN-SY

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)