Senin, 16 November 2015

Naik Gunung Yok!

Naik-naik ke puncak gunung,,, tinggi tinggi sekali,,, Mendaki gunung, lewati lembah,, sungai mengalir indah ke samudra,, bersama teman, bertualang. 
Apa iya seindah ini naik gunung?


Beuh naik gunung emang tinggi. Bayangin aja kamu berada beribu-ribu meter di atas permukaan laut. Berasa melayang terbang tinggi di awan. Halah. Enak ya kalo naiknya tinggal duduk manis di atas cable car trus nyampe. Kalo di Indonesia, ke puncak gunung mesti jalan kaki nanjak sampe keringetan dulu. Bahkan gunung-gunung yang gampang didaki, macam Gunung Bromo tetep butuh perjuangan lho buat naiknya.

Selasa, 10 November 2015

Curug Lawe

Nggak jauh dari Kota Semarang, ada tempat melipir yang seru bernama Curug Lawe. Sayangnya tempat ini udah lumayan populer di kalangan pencari tempat ngadem yang murah,, jadi saran saya ke sana nya jangan pas weekend ato hari libur.


Kenapa Curug Lawe?
Curug Lawe bisa dicapai sekitar satu jam dari pusat kota Semarang. Cari aja jalan ke Unnes terus tanya2 ke penduduk sekitar tentang lokasi Curug Lawe di desa Kalisidi. 



Caranya ke Curug Lawe?
Papan petunjuk arah ke Curug Lawe juga di mana-mana. Nanti kita akan ketemu dengan jalanan mulus beraspal yang terus nanjak, nanjak, dan nanjak. Oia,, aku nggak nemu angkot untuk menuju ke Curug Lawe, jadi siapin motor atau mobil yang penuh stamina untuk mendaki.


Berapa jauh jalan kaki untuk sampe ke air terjun?
Nggak seberapa jauh si. Apalagi kalo kamu udah sering naik gunung atau jalan kaki, perjalanan menuju air terjun adalah pendakian biasa aja. Sepanjang jalan menuju air terjun, kalo beruntung kamu bakal ketemu hewan-hewan liar semacam lutung dan teman-temannya. Sepanjang perjalanan juga adem karena hutannya masih banyak pohon-pohonan tinggi.


Is it really worth to go?
Yeah. Kalo datang pas musim panas kayak saya kemaren, bisa mandi di bawah air seger yang duingin,, tapi sangat nggak disarankan kalo pas musim hujan karena bahaya dari benda2 yang bisa jatuh dari atas macam potongan kayu dan batu. Curug Lawe bentuknya mirip2 air terjun Madakaripura di Jawa Timur. Kalo kurang puas,, di kompleks yang sama ada Curug Benowo yang lebih terbuka susunannya.


The good and the bad....
Karena sekarang Curug Lawe sudah dikenalkan secara lebih luas pada para pencari suaka tempat ngadem,, mulai banyak pernak-pernik di sekitar area Curug Lawe semacam peringatan tentang buang sampah pada tempatnya, tempat sampah, tulisan penanda super besar, bangunan dari sampah botol plastik, pohon sandal jepit, warung penjual makanan, dll yang buat beberapa kalangan 'merusak' bentuk hutan alami. Tapi di lain sisi, dengan adanya pengelolaan yang baik ada harapan tempat ini tetap lestari, bebas sampah, dan menghasilkan bagi warga sekitar. Saat saya kesana, tempat ini dikelola oleh pemda, remaja daerah, dan hanya menerima penjual makanan dari warga sekitar.

thank you guys!
-geLintang-