Rabu, 26 Agustus 2015

Cerita Travel Gathering

Buku adalah salah satu hal magic dalam hidup aku. Penulis buku seperti layaknya ibu peri yang menciptakan dunia khayalan dalam imajinasi aku. Ketika ada kesempatan untuk bertemu penulis buku dari buku yang aku baca,, pasti aku sempatkan datang. Cerita Jogja kali ini, bertemu ibu peri yg lagi menampakan diri lewat acara travel gathering :D.


Rasanya udah lama banget nggak merayakan long weekend. Setelah sekian lama akhirnya menghabiskan long weekend dengan ngetrip. Yay,,,. Berhubung budget mepet, jadi ngetrip nya lokalan aja lah. Semarang ke Jogja.
Niat utama ke Jogja sebenernya kangen sama Pasar Beringharjo dengan batik-batiknya yang manis dan murah. Sekalian di Jogja ada acara entah apa. Iming-iming dari mami E -- yang ngajakin -- adalah acaranya gratis dan dapet goodie bag. Bolehlah ngikut :D.

Ternyata judul acaranya adalah travel gathering dengan bintang tamu mbak Deedee. Aku teringat masa-masa beberapa tahun yang lalu ketika masih membuka wawasan luas-luas seputar dunia per-traveling-an -- sekarang juga masih si -- , salah satu buku traveling yang aku baca penulisnya mbak Deedee dan aku juga sering baca tips asoynya beliau di milis indobackpacker.

Mbak Deedee versi tulisan semacam ibu peri yang bercerita tentang perjalanan-perjalananya lewat kata. Dalam versi nyata, mbak Deedee semacam ibu guru yang sedang kasih wejangan ke anak-anaknya. "Jadi anak-anak, kalo traveling enjoy your trip, rasakan joy of travellingnya, sapa tau bisa jadi buku",, nggak persis gitu juga si kata-katanya, kepala aku yang penuh dengan imajinasi suka-suka menangkap esensi ceritanya mbak Dee kira-kira begitu. 

Selain bercerita tentang flashpackingnya, traveling hore dengan budget secukupnya, mbak Dee juga cerita tentang pengalamannya menulis, khusunya tentang travel writing. Nggak tanggung-tanggung, mbak Nadia yang editor diajakin cerita tentang proses editing juga. Ada pula bu dokter Candra yang berbagi tips sehat seputar traveling dari kacamata medis. Di akhir sesi mbak Mariza juga ikutan cerita pengalamannya menjadi lulusan WHV (work and holiday visa) di Aussie. Dan yang paling seru adalah bertebaran hadiah di mana-mana. Aku berasa untung ngikut acara gratisan berbonus dua buku, satu gantungan kunci, dan satu handuk plus voucher. Kebetulan pas nggak bawa handuk. Xixixi.

Thanks ya mbak Deedee untuk sharingnya. 

*tulisan ini dibuat demi dapet voucher diving. Semoga rejeki yak ;)
@dinilint

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)