Selasa, 17 Februari 2015

Heloo Pwt!

Akhirnya kesempatan untuk main ke Purwokerto datang juga. Kota yang diketahui sedang bergeliat untuk berkembang tapi tetap mempertahankan kenyaman khas kota kecil. Ada apa di Purwokerto?


Saya berangkat ke Purwokerto dari Semarang naik travel. Sebenarnya bisa juga naik kereta selama 5 jam atau naik bus dengan waktu perjalanan yang lebih lama. Saya pilih naik travel supaya diantar-jemput. Konsekuensinya perjalanan jadi lebih lama karena perlu menjemput beberapa penumpang dan mengantar penumpang. Kira-kira 6 jam saya sampai di Purwokerto.


Malam itu saya ngopi-ngopi asik di salah satu cafe di Purwokerto. Kota ini punya beberapa cafe untuk nongkrong. Sesuai dengan jenis kotanya, tempat nongkrongnya kebanyakan untuk nongkrong rame-rame. Jadi kalau ingin menyendiri di kota ini agaknya susah.


Purwokerto punya tempat wisata bernama Baturaden. Tempatnya dingin karena terletak di daerah yang tinggi. Saya naik angkot untuk mencapai Baturaden dari kota Purwokerto. Kalo nggak salah warna angkotnya hijau. Naik angkot berarti bertemu berbagai macam orang. Kami diajak mblusuk ke gang-gang sempit untuk mengantar penumpang yang merupakan pedagang di pasar di kota. Jadi perjalanan jauh lebih lama. Keuntungannya kami tidak ditarik retribusi ketika memasuki kawasan wisata Baturaden. Perjalanan dari kota ke Baturaden kira-kira satu jam.


Baturaden sudah ditata demikian rupa dengan berbagai macam wahana. Ada pesawat terbang yang bisa membawa kita ke tempat-tempat wisata di Indonesia. Ada becak air. Ada kolam renang. Favorit saya adalah sumber air panas belerang. Bahkan ada pula orang-orang yang siap menawarkan jasa pijat belerang yang katanya bisa meringankan capek-capek.


Kalau ke Baturaden kita wajib makan pecel kecombrang. Pecel dengan komposisi sayur-sayuran hijau ditambah bunga berwarna merah. Bunganya untuk dimakan bersama dengan bumbu kacangnya. Kuliner ini hanya ada di Baturaden.


Purwokerto juga punya tempe mendoan yang khas. Bagi orang Purwokerto tempe mendoan adalah tempe yang semi basah,, kalau tidak terbiasa harus bilang untuk minta digoreng agak kering tempe mendoannya.


Purwokerto,, kapan-kapan boleh kita bertegur sapa lagi ;)


Dinilint

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)