Sabtu, 27 Desember 2014

Jalan - Jalan [lagi] ke Korea Selatan

Aku bukan penggemar garis keras K-pop atau K-drama. Artis yang aku tahu cuma Lee Min Ho. Tapi Korea Selatan membuat aku rela bayar mahal untuk maen lagi kesana setahun kemarin, bulan kemarin, dan mungkin tahun depan :P


Art instalation. Ketika aku naik pesawat berbudget rendah tahun lalu ke Seoul, aku membaca artikel tentang kota Seoul yang penuh dengan art instalation. Udah terbang tapi baru baca artikel tentang kota tujuan,,, ehehehehe. Sebelumnya yang aku tahu soal Korea adalah tetangganya Jepang yang sekarang jadi saingan Jepang dalam segala hal. Gara-gara sakit hati pas maen ke Jepang berasa miskin banget, jadi pengen nyobain saingannya Jepang tapi dengan harga yang lebih manusiawi.


Sekali datang ke Seoul langsung jatuh hati. Aku suka banget dengan negara yang rapi tapi ya nggak rapi-rapi banget. Maksudnya rapi, semua informasi mulai dari web sampai on the spot jelas, transportasi publik jelas, banyak tourism information center yang bersedia ngomong bahasa inggris. Nggak rapi-rapi banget maksudnya, masih ada orang yang nyelonong nyebrang sembarangan, masih ada yang parkir asal di pinggir jalan, dan jalanannya masih rada berantakan karena ada pedagang kaki lima di pinggiran.


Buat aku, Seoul kotanya photogenic banget. Jalan ke manapun bawaannya pengen foto. Nggak cuma landscapenya, tapi penduduk kota Seoul juga seru buat difoto. Mereka juga ramah dan bersedia bantuin meski bahasa inggrisnya terbatas banget. 


Orang-orang Seoul juga menghargai banget karya seni. Aku pernah datang ke pameran seni dan penuh sesak. Tiap datang ke museum selalu rame dengan anak sekolah yang lagi bertugas sekolah di museum tersebut sambil berusaha menyapa orang asing dan bagi-bagi permen enak. Kalo datang ke kuil selalu ada anak sekolah lari-larian bahagia sambil belajar sejarah budaya mereka.


Orang Seoul juga menghargai banget sejarah mereka. Di tengah-tengah kota modern yang selalu berkembang, bangunan-bangunan tua nya masih terawat banget banget. Hiks,, jadi inget kota tua Semarang yang terabaikan.


Rasanya seminggu nggak puas keliling Seoul, apalagi Korsel. Jadi ya kalo ada rejeki balik lagi. Kali ini landing di Busan. Next post, aku bakal cerita tentang perjalanan ke Busan dkk sesuai urutan waktu.

@dinilint wants to see you again

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)