Jumat, 11 Juli 2014

Terima Kasih Air Asia,, Aku Bisa Pulang :)

Pagi itu aku bangun dengan perasaan bahagia. Setelah 10 hari di jalanan, luntang-lantung dengan  tas punggung kesayangan, pindah tidur dari satu ruangan ke ruangan yang berlainan, dan bertemu dengan berbagai macam teman-teman yang sangat menyenangkan, akhirnya hari ini saatnya untuk pulang. Yipie.
Seperti hari-hari kemarin, aku melakukan pengecekan pada semua dokumen yang kusimpan di satu pouch khusus. Paspor aman, duit, masih ada, ATM komplit, oret-oretan dan pulpen ada, tiket masih terlipat rapi. Semua dokumen masih lengkap dan tidak ada yang terlewat. Aman. Aku melihat ke arloji tangan. Saat itu jam tujuh pagi waktu setempat. Di kotak kecil di sebelah kanan terpampang tulisan 2 yang mengartikan bahwa saat itu tanggal 2. Kembali kubuka pouch khusus tadi. Kali ini aku mengambil tiket dan membacanya dengan seksama. Penerbangan Svarnabhumi - Singapore pukul 20.55 tanggal 2 Juni 2014. Yeay. Hari ini memang saatnya pulang.


Tapi,, kenapa ada perasaan nggak enak ya. Aku kembali cek arloji dan angka 2 di kotak kecil itu masih terpampang disana. Aku melihat ke sekeliling ruang dormitory berkapasitas 20 bed yang dihuni 4 orang. Ternyata tidak ada kalender terpasang di sela-sela dindingnya. Aku memutuskan untuk cek ulang di handphone. Olala,,,, kenapa handphone ku menunjukkan tanggal 3

-_____________________-

Jadi,, tiketku tanggal 2, dan ternyata pagi itu adalah tanggal 3. Aku salah hitung hari dan mengacu pada kalender arloji yang tanggalnya habis di 31, sedangkan bulan Juni hanya berisi 30 hari. Damn. Mesti gimana ini? Butuh pulang. Yang terpikir saat itu adalah gimana caranya supaya punya tiket pulang sampai Indonesia. Oia, saat itu situasiku adalah di Bangkok tanpa teman sama sekali.

Hal pertama yang disyukuri saat itu adalah koneksi internet bisa mencapai kamar dorm. Jadi dengan memanfaatkan koneksi internet yang kenceng, aku bisa telpon ke Indonesia, menenangkan diri. Sambil berusaha bangun seutuhnya, aku cek situs-situs layanan pembelian tiket pesawat, cari harga termurah. Dan berhubung aku nggak punya kartu kredit, dengan segera minta bala bantuan dari teman-teman di Indonesia dengan kartu kredit mereka.

Setelah cek sana-sini dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan, akhirnya aku bisa dapat tiket pulang dengan Air Asia. Kenapa Air Asia? Jadi, aku sebenarnya adalah orang yang suka jalan-jalan tapi punya duit sangat sangat sangat terbatas. Sebagai pelancong dengan budget terbatas atau sebut saja traveler kere, tentunya aku lebih banyak pergi ketika tiket promo ada di kantong. Jadi ketika peristiwa salah tanggal dan mesti punya tiket dadakan, aku nggak bisa asal ke bandara, milih maskapai sesukanya, trus beli tiket, trus duduk manis dalam pesawat. Danaku terbatasssss. Dengan Air Asia yang terkenal sebagai budget airlines, mudah di akses lewat web, aku jadi tahu kalo tiket Air Asia adalah yang termurah saat itu. Lagi-lagi Air Asia sungguh baik. Posisiku yang nggak punya kartu kredit nggak dibikin ribet sama Air Asia. Saat itu temanku yang berada di Indonesia, membantu memesan tiket Bangkok - KL - Jakarta dengan kartu kredit atas namanya untuk aku yang sedang berada di Bangkok sendirian. Aku pernah pakai cara yang sama untuk maskapai lain, dan akhirnya gagal karena nama di kartu kredit tidak sama dengan nama pemesan tiket dan nama di kartu kredit tidak ikut berangkat bersamaku.

Malam itu, aku sampai di Don Mueang International Airport, Bangkok dengan selamat. Cukup memasukkan kode booking ke mesin boarding pass, aku sudah siap untuk pulang ke tanah air. Legaaaa.

Ah,, aku berandai-andai bila Air Asia nggak eksis, kira-kira yang terjadi sama aku apa ya? Mungkin saat ini aku masih terseok-seok jalan kaki melintasi perbatasan darat Malaysia akibat tidak punya dana untuk membeli tiket pesawat premium untuk pulang ke tanah air. Atau mungkin aku sedang memohon-mohon untuk dideportasi supaya bisa pulang secara gratisan. Atau mungkin aku sedang kerja serabutan di kapal pesiar yang kebetulan sedang mengarah ke perairan Indonesia demi bisa kembali pulang.


Ah,, sudahlah. Yang jelas Air Asia berjasa besar pada perjalanan #crosscountry ku kali ini. Terima kasih Air Asia. Terima kasih juga koko Wisnu yang rela bantuin book tiket Air Asia. Terima kasih dedek2 misi & kuncrit untuk curhatan orang galau pagi2. Terima kasih mbak Lida yang juga udah siap2 bookingin temenmu yang rada edan ini. Terima kasih juga buat kamu yang rela baca tulisan aku ini yaaaa. Tulisan lain segera tertulis kalau aku dapat tiket promo, tiket gratisan, dan tiket-tiket lain yang membawaku jalan-jalan ke ujung-ujung dunia.

Lintang,
yang senang bisa pulang :)

2 komentar:

  1. ngeri ya dini ini,,, selalu berurusan dengan hal2 seperti ini,,, masih inget aku saat kamu telat boarding di HCM,,,heheheh

    BalasHapus
  2. Bwkwkwkwkwk,,,, yg ini terakhir,,, suirrr

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)