Selasa, 15 Juli 2014

Bertahan Hidup di Singapura yang Mahal

Singapura? Kenapa? Karena kebanyakan orang Indonesia memulai perjalanan ke luar negeri pertama kali nya kesini. Singapura dekat dengan Indonesia dan sangat 'beda' dengan Indonesia, apalagi banyak tiket promo super murah untuk kesini. Meski tiket pesawat untuk pergi ke Singapura sangat murah, sayangnya biaya hidup di Singapura makin hari makin mencekik. Hiks.


Pertama kali ke Singapura, aku nekat bawa uang hanya 100 dolar singapura. Sebenernya karena ya punyanya cuma segitu sih. Tapiiii,,, saat itu aku survive. Uang 100 SGD itu untuk biaya penginapan di hostel dengan kamar privat bertiga, makan, transport sampai belanja ala kadarnya. Bahkan waktu itu bisa bawa pulang sepatu juga :D. Saat itu aku tinggal 3 hari 2 malam di Singapura.

Kali kedua ke Singapura, aku menambah jumlah budget menjadi 150 SGD. Kali ini aku tinggal 4 hari 3 malam. Ternyata nambah satu hari, nambah 50 SGD. Aku cuma bawa pulang recehan aja.

Kali ketiga sampai Singapura rasanya seneng banget. Aku cuma datang ke Singapura untuk transit semalam di Changi. Iya numpang tidur di airport. Bermodal recehan SGD sisa-sisa trip terdahulu, aku dan misi jalan semalaman di Singapura. Semua terasa murah karena saat itu kami barusan pulang dari Jepang yang biaya hidupnya super mahal.

Kali terakhir ke Singapura, rasanya Singapura mahal banget. Masalah ekonomi dan nilai tukar rupiah yang tak seberapa dengan dolar singapura membuat traveler kere macam aku tercekik di Singapura. Huhuhuhu. Tapi akibat kegilaan kurs dolar singapura itu, aku jadi punya beberapa tips buat kamu yang pengen banget ke Singapura tapi punya budget terbatas.

Cara mengakali tinggal di negara mahal adalah dengan mencari alternatif termurah dari pos-pos yang mau tidak mau harus dikeluarkan. Yang nggak mungkin nggak adalah masalah:

MAKAN


Rata-rata harga makanan di food court Singapura adalah 5-10 SGD. Kalo di restoran tentunya lebih mahal dan saya males masuk restoran. Masalahnya saya sering kejebak dengan penampilan bagus tapi rasa kurang enak dan porsinya kurang mantab. Nah, di Singapura nggak ada warteg atau pedagang dengan gerobak yang mangkal di pinggir jalan. Kalo kangen masakan Indonesia tahan dulu deh, harganya biasanya sekitar 6 SGD ke atas, belum pake es teh atau yang pernah saya jumpai disana teh kotak. 
Kalo mau makan seharga 2-4 SGD seporsi tetep masih ada lho. Coba ke food court yang dimakan orang lokal di lingkungan sekitar tempat tinggal orang lokal. Biasanya di rute paling pojok MRT, di rute-rute bus. Aku juga pernah nemu makanan seharga 3 SGD seporsi di food court basement mal. 
Untuk minumnya siapin botol dan isi tiap ketemu tap water. Tap water paling banyak diketemukan di airport dan kebun (garden, park) dan kadang di dekat toilet. Temenku yang orang Singapura aja nggak rela keluar duit buat beli minum dan pilih minum dari botolnya sendiri.
Ada lagi cara yang lebih murah untuk mendapat makanan. Bawa roti dari Indonesia yang rata-rata tahan 3 hari dan bawa pop mie yang bisa diseduh air panas gratis dari hostel. Trust me, it's work :D

TIDUR



Kamu bisa tidur di hostel. Harga paling murah adalah kamar asrama. Dalam satu kamar bisa diisi dari mulai 4, 8, sampai 20 orang. Ini pilihan hostel paling murah! Bila memilih hostel, yang menurut aku pada akhirnya mahal juga (25 SGD per malam untuk harga termurah), perhatikan fasilitas yang diberikan hostel. Kalo aku sebisa mungkin dapat wifi sampai kamar, ada laptop yang bebas diakses penghuni hostel, air minum gratis, kamar mandi bersih, bahkan ada yang menyediakan mesin cuci lengkap dengan pengeringnya gratis. Kebanyakan kamar hostel di Singapura bersih dan kasurnya nyaman.
Cara lain, bisa ikut komunitas jalan-jalan dunia. Kalau kamu beruntung kamu bisa dapat host dan merasakan menginap di rumah orang lokal. Bagian komunitas ini, bisa bayar bisa nggak, tergantung komunitas apa. Dan tentu saja ada tata krama ketika kamu menumpang di rumah orang ya.
Kemarin aku nemu cara lain lagi yang gratis. Tidur di taman! Tamannya Singapura itu super rapi dan bersih. Aku aja betah duduk lama-lama di sana. Tapi aku belum pernah sih tidur di tempat terbuka gitu di negara orang :p

TRANSPORTASI



Alat transportasi di Singapura merupakan salah satu yang terbaik di dunia. MRT, bus, taksi, semua serba jelas. Aku paling suka pake MRT karena petanya jelas dan aksesnya sangat mudah. Bahkan sekarang aku bisa pakai aplikasi gratis di android yang bisa diakses secara offline. Anti nyasar deh.
Untuk harga yang lebih murah, pilihan jatuh kepada bus. Bus juga punya banyak sekali rute. Kalo untuk bayar MRT  butuh 2 SGD, bus cuma butuh 1 SGD. Tapi harga MRT maupun bus bergantung pada seberapa jauh kalian pergi. Tapi Singapura itu kecil,, jadi sejauh-jauhnya ya itungannya 1 jam untuk rute yang jauh. Oia, jalannya bus lebih lambat daripada MRT.
Kalo kamu jalan bertiga atau berempat dan hanya bergerak di wilayah kota, lebih murah lagi pakai taksi. Biayanya bisa patungan dan nyegatnya bisa sembarangan.
Selalu ada pilihan gratis ketika di Singapura. Jalan kaki! Singapura punya pedestrian yang super ramah untuk pejalan kaki. Hampir semuanya ada atap untuk nahan panas dan hujan. Bahkan untuk mencapai Pulau Sentosa pun, ada pilihan untuk berjalan kaki di tempat yang nyaman dibanding mesti bayar 4 SGD untuk naik monorel dimana itu adalah pilihan transportasi termurah.

Nah, kalo kamu bisa melakukan penghematan di tiga pos di atas, niscaya budget jalan-jalanmu akan berkurang juga dan sisa uangnya bisa buat pergi selanjutnya. Ya kan?


Dinilint,
lagi belajar ngirit anaknya

2 komentar:

  1. Wah hidup di singapura selain paling mahal juga anomali, disaat seluruh dunia harga-harga turun disingapura justru naik. Perekonomian Singapura sedang sulit, tarif listrik naik 9.2% dan akan disusul kenaikan lainnya

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)