Minggu, 09 Maret 2014

Ketika Paspor Hilang di Phuket

Aku, Misi, Kuncrit baru sampai di Bandara Phuket dekat tengah malam. Kami langsung menuju imigrasi dan mendapatkan satu cap lagi di paspor. Misi dan Kuncrit yang pertama kali datang ke Phuket langsung heboh mengambil tiap flyer dan brosur pariwisata sampai penjahit [*entah mengapa banyak turis yang suka bikin baju di Thailand], dan SIM card operator lokal gratis [*pulsanya isi sendiri ya].

Keluar dari bandara, kami celingak-celinguk cari taksi terpercaya. Banyak orang yang menawarkan taksi, tapi kami khawatir kalo yang begituan taksi gelap macam di negeri sendiri. Kami akhirnya menemukan satu agen di sebelah kanan yang menawarkan rute menuju Phuket Town. Kami bayar 600 THB.

Taksi yang menuliskan namanya airport limousine di badan mobil mercedez mulusnya itu membawa kami melewati jalanan mulus Phuket menuju kota. [*sebaiknya kamu menuliskan alamat hotel lengkap, nomor telpon, dan kalau bisa peta untuk menuju hotel/hostel/guest house/ dll]. Kami pun selamat sampai di guest house.

Nah, pada saat kami harus check in, barulah Misi sadar kalau paspornya telah hilang entah kemana. *JANG JANG*. Nah, dokumen setara nyawa di negara orang hilang,, mesti gimanaaaaaa?

Tentu saja hal pertama yang harus dilakukan adalah menunjukkan paspor aku atau paspor kuncrit untuk check in GH. Hal kedua menaruh barang di kamar GH di lantai 4 tanpa lift, supaya bisa cek ulang barangkali paspor nyelip di mana gitu. Berhubung paspor tidak diketemukan, hal ketiga adalah mengingat dimana tu paspor pergi setelah keluar dari imigrasi. Olala,, ternyata si paspor ikut diselipkan bersama brosur, flyer, SIM card lokal dalam tas roti. Sayangnya, ketika semua backpack dibawa ke GH, kresek berisi roti dan printilan-printilan penting yang nyelip paspor ketinggalan di kursi belakang taksi. Hal selanjutnya tentu saja cari blangko taksi dan telpon ke perusahaan taksi dengan bantuan ibu baik resepsionis GH [*inilah asiknya naik taksi bernama dan terpercaya dan kasih blangko tanda jadi]. Hasil teleponan malam itu, kami harus tunggu sampai besok pagi. Besok pagi telpon lagi jam 8 ya, Nak.

Hal selanjutnya yang bisa dan harus dilakukan adalah makan! 

Setelah perut kenyang dan ngantuk mulai merayap, inilah saatnya terhubung pada wifi GH dan cari tahu cerita orang-orang yang pernah kehilangan paspornya di luar negeri. Mungkinkah ada burung merpati yang membawa paspor mereka, atau tinggal bilang abrakadabra sambil tutup mata trus paspornya hilang, atau mungkin paspor bisa diganti dengan SIM C, atau pilihan deportasi bisa jadi jalan keluar. Halah.

Info yang didapat malam itu; harus lapor polisi di Phuket dan kedutaan Indonesia terdekat adalah di Bangkok. Selanjutnya kita tunggu info besok pagi. Malam itu kami berdoa supaya pak sopir taksi nggak langsung buang kresek berisi printilan dan paspor ke tempat sampah melainkan memberikan paspor pada perusahaannya. Malam itu kami tidur.

Besoknya kami sudah siap-siap mau ke kantor polisi [sempet bingung salah kostum karena kami cuma bawa bikini, tank top, short pants. Piye iki?]. Sebelumnya kami mandi, gosok gigi, dan pastinya telpon lagi perusahaan taksi.

Kabar baik! Paspornya sudah duduk manis di bandara dan nunggu diambil. Ah, thanks God it's Phuket. Ketika sampai di bandara, misi -si pelaku kehilangan paspor- diminta tanda tangan dan paspor berpindah ke tangannya. No add more money. Ah, untung ilangnya di Phuket.

Ups,, paspor itu dokumen negara. Nyawa ketika kamu berada di luar negeri. Sebisa mungkin jangan sampe ilang!!
Tips: (1) scan semua dokumen kamu dan kirim lewat email [jaga-jaga kalo ilang], (2) punya wadah kecil berisi dokumen penting yang selalu kamu bawa kemanapun ketika kamu pergi, termasuk ke kamar kecil ketika kamu nginep di ruang dormitory, (3) waspada 

Keep on the safe and fun trip guys!
@dinilint

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)