Selasa, 14 Januari 2014

Perjalanan Panjang Menuju Kupang

Untuk menuju Kupang ternyata nggak semudah beli tiket pesawat ke Kupang, antri di counter check in, naik pesawat. Ada satu hari perjalanan sebelum saya bisa bertemu Bandara El-Tari Kupang.


Perjalanan panjang ini dimulai dari kegalauan tentang jadwal kedatangan kereta api Indonesia yang tidak selalu datang tepat waktu. Tantangan pertama, jadwal transportasi yang unpredictable. Sebenarnya kami sudah niat naek kereta dari Semarang untuk menuju Surabaya. Mengapa kereta? Kereta adalah pilihan paling nyaman untuk berangkat ke Surabaya dibandingkan bus malam yang menempuh waktu kira-kira 6-8 jam, atau pesawat yang menempuh waktu sekitar 30-45 menit tapi bandaranya terletak di pinggiran kota dan hanya ada 2-3 penerbangan di pagi dan siang hari dari Semarang. Kami pilih kereta yang waktu tempuhnya sekitar 4-5 jam (kalau on time), dengan stasiun yang berada di tengah kota, dan perasaan yang lebih aman dan nyaman.

Sayangnya, jadwal kedatangan kereta yang unpredictable membuat kami berpikir ulang berkali-kali. Kereta paling pagi dari Semarang yang tiba di Surabaya adalah pukul 3.30 pagi. Kalau ditambah molor 2 jam, bisa jadi baru sampai di Stasiun Pasar Turi jam 5.30 pagi. Padahal jadwal pesawat kami jam 6 pagi. Jarak Stasiun Ps. Turi ke Bandara Juanda adalah 1 jam perjalanan taksi dengan catatan jalan tidak macet. Ah,, kalau ambil kereta jelas kami main gambling. Gila.

Akibat kami terlalu suka naik kereta bila ke Surabaya, jadinya kami menambah daftar perjalanan panjang kami. Kami memutuskan untuk naik kereta dari Solo. Kira-kira sampai di Surabaya jam 10 malam. Kalau kereta molor-molor jamnya, cukuplah untuk kami leyeh-leyeh di Bandara Juanda.

Lagi-lagi kondisi jalanan Indonesia yang unpredictable membuat kami harus meninggalkan Semarang siang hari untuk menuju Solo dan naik kereta jam 5 sore dari Stasiun Solo Balapan. Tiga jam perjalanan naik bus kami lalui dengan nyaman. Kami masih punya waktu sekitar satu setengah jam di Solo. Leyeh-leyeh.

Jam 5 tepat kereta dengan rute Jogja - Surabaya datang di Stasiun Solo Balapan dan mengangkut kami. Jadwal berangkat tepat waktu, ternyata jadwal sampainya pun tepat waktu. Sekitar jam 10 malam kami sampai di Stasiun Gubeng. Leyeh-leyeh kembali dimulai.

Stasiun Gubeng bersih dan nyaman. Kami pun berencana mau duduk-duduk manis dulu di dalam stasiun. Tiba-tiba seorang petugas datang dan mengusir kami secara halus. Ternyata stasiun kereta ini tidak beroperasi 24 jam. Kereta kami adalah kereta terakhir yang datang. Kereta terakhir yang berangkat adalah pukul 22.30. Jadi kami nggak jadi nongkrong manis di Stasiun Gubeng.

Masih bersemangat untuk leyeh-leyeh, kami pindah lokasi ke Bandara Juanda. Jalanan malam Surabaya yang sepi membuat kami menghabiskan 1 jam perjalanan untuk mencapai bandara. Di bandara, ternyata masih banyak orang. Kami tentu saja cari tempat strategis untuk tidur-tiduran cantik. Kursi-kursi Bandara Juanda ini nyaman untuk goler-goler karena tidak ada tempat tangan di tiap kursi. Ternyata banyak orang yang juga pilih tidur di Bandara Juanda, terutama kaum tkw yang besok siangnya akan berangkat ke KL. Iya, berangkatnya siang. Mereka berasal bukan dari Surabaya, melainkan dari kota kabupaten sekitar Surabaya seperti Lumajang, Sidoarjo, dan teman-temannya.

Hasil tidur agak nyaman dan suasana bandara yang menjadi berisik, kami bangun pagi. Kamar mandi bandara kalau pagi masih bersih. Kami bebas pup, cuci muka, gosok gigi di toilet. Kami sengaja nggak mandi karena males bongkar-bongkar ransel (alesannnn :p).

Saat itu masih jam 4.30 pagi. Rasa-rasanya langit di luar masih berwarna biru gelap. Tapi Bandara Juanda sudah  sibuk luar biasa. Antrian masuk ke dalam bandara, antrian check-in, antrian toilet. Manusia dimana-mana. Dan akhirnya kami bisa check in, masuk ke ruang tunggu, dan masuk ke pesawat,

Kupang,,,,, kami dataaaaaanggggg

@dinlint

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)