Jumat, 01 November 2013

Nonton

"Beb, nonton yok. Jadwalnya jam 20.45. Tiga puluh menit lagi kita ketemu di XXI yaa. See you!"


Ah,, saya kangen masa-masa nonton impulsif. Kolaborasi antara keinginan, chat-chat singkat yang random, dan berakhir dengan keputusan dadakan yang seringnya malah terlaksana dengan sukses. Lari-larian ke kamar mandi, nyetir lima menit, cari parkiran asik, sampe ngos-ngosan manjat eskalator. Baru atur nafas pas di dalam gedung teater sambil mengais partikel-partikel otak demi memahami film yang sedang ditonton. 

Belakangan saya merasa hidup saya sedikit membosankan. Dunia kerja yang dulu bikin saya penasaran, akhirnya sudah saya cicipi. Bukan cuma nyicip ding, tapi juga menggelogok. Ternyata saya sudah bergaul dengan pekerjaan saya yang sekarang selama 4 tahun. Lama juga ya. Betah juga saya sama kerjaan ini. Tapi kok lama-lama saya merasa saya stuck. Saya merindukan kehidupan yang statis, berubah, bergerak.

Kemudian, Tuhan seperti jawab pertanyaan saya. Malam ini saya menikmati layar lebar di dalam teater bersama teman nonton baru. Saya kembali menikmati deal satu jam sebelum film dimulai. Saya lagi-lagi janjian di depan gedung bioskop. Kamu memang sudah nggak bisa lagi nemeni saya, tapi ada temen baru yang siap berbagi rasa tentang cerita. Ternyata dunia saya sudah berubah.

Saya jadi tarik garis lagi ke belakang. Saya ingat masa-masa awal saya kenalan sama bioskop dan film berlabel dewasa. Kala itu saya nonton film fenomenal Titanic bareng ibu. Pas di bioskop saya ketemu temennya ibu, dan bercanda tentang umur saya yang mesti dituain sepuluh tahun biar bisa nonton film yang ada adegan orang telanjangnya itu. Hahahahah. Dunia saya berubah. Saya juga berubah. Sekali lagi saya diingatkan, perubahan itu pasti. Kepastian di dunia itu ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)