Kamis, 10 Oktober 2013

Movie Review: Gravity

My expectation when I decided to watch this movie in 3D is I wanna feel how it feels travel in space.


Menit-menit pertama rasanya datar. Cuma percakapan antara tiga astronot dan menara pengawas di bumi. Adegannya ya cuma astronot lompat-lompat, melayang kesana kemari, yang menjelaskan kata-kata awal no air pressure, no oxygen, gravity.
Well, the problem finally come. Tempo musik pun dipercepat. Ketegangan meningkat. Oke sampai sini aja. Film untuk ditonton kan.
Musik di film ini keren banget. Sangat sangat meningkatkan atmosfer cerita. Kadang, hanya ada hening. Tapi dalam hening itu justru ada pesan yang disampaikan. Sebagai film petualangan, ini film seru banget. Saya dapat pesan moral, 'Kamu selalu punya tujuan untuk pulang. Drive through home.'
Dan soal ekpektasi saya tentang gambar indah di luar angkasa. Itu luar biasa. Bumi sungguh indah. Bintang-bintang di luar Galaksi Bima Sakti juga indah sekali, dan kembali membangkitkan pertanyaan saya tentang dunia yang super luas di luar sana. Tapi sekali lagi saya disadarkan, kamu nggak lebih dari titik di alam raya ini. Apa yang kamu tau belum apa-apa.  Tapi sekecil apa pun yang kamu pikir, rasa, perbuat, pasti berakibat di jagat raya yang kamu sendiri nggak tau seluas apa.