Jumat, 24 Mei 2013

Nami Island,, When Childhood Memories Become Reality

"It's already 13 pm and we've just have one hour left." | "I think we should eat fast." | "How about if we change the plan. Eat slowly in this traditional restaurant, enjoy the bibimbap. We can spend a day in this island. And Petit France for the next day,, Maybe for a day too,, like in this island." | "Good idea!!"


Nami Island. Salah satu tujuan wisata di kalangan turis yang akan berkunjung ke Korea Selatan karena serial Winter Sonata. Konon kabarnya pemandangan paling bagus di musim dingin. Saat itu tumpukan salju putih akan memenuhi pulau. Tapi ketika berkunjung saat musim semi, saya juga bertemu tumpukan putih khas tampilan winter sonata itu.


Untuk menuju ke Nami Island, kita harus naik ferry super cute ini. Karena menyebut dirinya sebagai negara Naminara Republic, kita butuh passpor yang sekaligus tiket ferry untuk mengakses pulau Nami. Pelabuhan menuju Nami sangat dekat dengan Stasiun Gapyong. Dari sana kita bisa naik taksi (sekitar 3000 won) atau naik Gapyong City Bus (5000 won sepuasnya).


Pulau Nami merupakan pulau yang menyenangkan untuk semua kalangan. Saya, yang orang Indonesia, bahkan mendapat ucapan "selamat datang" saat menginjakkan kaki di Pulau Nami.


Surprise. Saya ketemu minuman enaknya Indonesia di Nami Island. Kopi Gayo dari Aceh. Jyah,,, kangen Aceh deh.


Ini yang membuat kami memutuskan mengubah rencana dari 2 jam menjadi seharian di Pulau Nami. Setiap sudut Pulau Nami penuh dengan spot foto seru. Narsis is allowed. Hehehe.


Salah satu spot menyenangkan untuk mengambil gambar. Hehehe.


Mainan ini sudah rusak dan tak terpakai. Daripada dibuang, mainan ini digantung-gantungkan dan jadi spot yang menarik di Nami. Saya bisa menikmati energi positif dari boneka beruang, barbie, dan mobil-mobilan yang bergelantungan ini.


Mas mas Korea unyu yang bikinin snowman pancake enak


Konon dulu Pulau Nami hanyalah pulau biasa. Namun bisa jadi cantik dan memesona begini karena ditata dengan indah. Mereka menanam pohon-pohon tinggi yang kabarnya menyentuh langit. Saat ini spot ini adalah spot wajib untuk berfoto ketika berkunjung ke Nami Island. The trees that touch the sky.


Di Nami, semua makhluk berbahagia. Bahkan binatang liar ini bebas berlarian dengan dedek kecil di taman.


Mom's biggest happiness. Satu taman dengan tema spesial ini tersedia di Nami Island.


Nami Island mengklaim dirinya sebagai village library. Ya, di tiap sudut saya selalu menemukan buku anak-anak dengan cetakan bagus untuk dibaca sepuasnya. Ini seperti pulau impian saya menjelma jadi nyata.


Bahkan saya dipersilakan membaca di sudut toilet.


Saat ini Nami Island dipersembahkan pada UNICEF. Pulau ini diberikan pada anak-anak, supaya anak-anak bebas mengembangkan kreativitas mereka. Lihat pohon boneka ini. Ini hasil imajinasi anak-anak.


Ini salah satu hasil kreativitas Pulau Nami. Sepatu pot.


Sebagai pulau yang terkenal karena serial Winter Sonata, ada baiknya memasang patung pemerannya. Dan tidak ada salahnya berpose di patung-wajib-foto-turis ini. Hahahaha.


Thanks my travelmate. I wish we'll have another fun trip. 

Jadi tahu kan kenapa saya betah seharian di Nami Island?
@dinilint

3 komentar:

  1. tidak ada sakura atau cherru blossom dinami pada musim semi?

    BalasHapus
  2. tidak ada sakura atau cherru blossom dinami pada musim semi?

    BalasHapus
  3. hi Monic,,
    Di Nami aku nggak ketemu cherry blossom, tapi ada di Seoul, terutama di area taman Yoiudo

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)