Minggu, 05 Mei 2013

Ketika Instagram Tak Selalu Kotak

Instagram,, salah satu social media paling hip Di antara pengguna smartphone. Berawal dari aplikasi Di iPhone, kemudian melebarkan sayap ke android. Berbagi visualisasi pun menjadi lebih mudah dan seru.

Awalnya saya agak kurang setuju dengan pembatasan frame kotak. Gambar yg biasa saya lihat itu dalam frame persegi panjang. Landscape untuk gambar pemandangan atau potrait untuk gambar manusia. Tapi instagram hanya memberikan saya gambar kotak. Untuk apapun. Tanpa pilihan.

Saya pun mengamati gambar-gambar dalam frame kotak itu. Dari situ saya bertemu sudut pengambilan gambar yg unik, objek tak biasa, dan pengalaman visualisasi yg berbeda. Kotak-kotak ini menjadi seru, menantang, dan tentu saja menyenangkan.

Sampai akhirnya saya bertemu aplikasi photo square. Postingan foto Di instagram tak lagi utuh kotak. Ada bagian putih atau hitam sebagai sisa. Rasanya beda.

Sekarang tak seperti dulu. Ada yang beda. Ada yang berubah. Ya seperti hidup. Tak pernah sama. Saya pun harus meninggalkan keseruan saya menikmati frame kotak. Saya belajar melihat space putih atau hitam di antara gambar. Saya bahkan pakai juga aplikasi yg mampu membuat gambar landscape dan potrait menjadi square tanpa proses crop.

Cara paling seru untuk menghadapi perubahan adalah berdamai dengan perubahan kan. Saya percaya perubahan selalu hadir untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik.

@dinilint

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)