Rabu, 03 April 2013

Madre dan persepsi saya

Saya nggak pernah nyangka, roti itu punya makna 'lebih' di balik adonan mengembang yang dimakan.

take from here

Madre, saya baca ceritanya beberapa tahun yang lalu. Saya dibuat takjub dengan cara bercerita Dewi Lestari tentang adonan roti. Cerita tentang biang istimewa yang hidup serta toko roti yang mati suri. Juga kehidupan Tansen yang nggak biasa. Cerita Tansen ini nih, menjadi salah satu cerita yang menyuburkan bibit-bibit bertualang dalam diri saya dan akhirnya dalam kehidupan saya. Dan saya jadi lebih menghargai sesuatu,, apa pun bentuknya lewat madre.

Tahun ini, saya menikmati Madre dalam bentuk audio visual. Cantik sekali. Terima kasih untuk om Benny Setiawan dan semua pendukungnya yang berhasil mem-film-kan Madre dengan indah. Kali ini saya menikmati cintanya Madre. Bentuk persepsi lain yang saya dapat dari Madre. Saya menikmati tiap adegan yang bercerita pada saya tentang perubahan dan cinta.

Seperti juga diri saya ketika mendapat inspirasi dari suatu karya, yang berubah, perubahan itu selalu ada dan pasti. Hal paling pasti di dunia memang perubahan kan. Selamat berubah.
Psst,,, saya yakin perubahan-perubahan yang terjadi selalu mengarah ke arah yang lebih baik ;)

@dinilint
is changing everyday, to better way

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)