Selasa, 30 April 2013

Belajar Sejarah Lewat Beruang

Entah mengapa saya suka sekali dengan boneka beruang, yang lebih populer disebut teddy bear. Jadi ketika berkunjung ke Seoul, Korea saya tidak akan melewatkan masuk ke Teddy Bear Museum. Tapi, kenapa beruang?


Untuk masyarakat Korea, beruang punya cerita rakyat sendiri. Konon kabarnya jaman dulu harimau dan beruang berdoa pada dewa supaya bisa menjadi manusia. Dengan syarat tidak makan daging selama 40 hari, hanya beruang yang berhasil dan akhirnya menjadi manusia.


Teddy bear museum di arean Namsan Tower sendiri bercerita mengenai sejarah rakyat Korea. Dispaly serta diorama bergerak yang semuanya terdiri dari boneka beruang menggambarkan kehidupan rakyat Korea dari jaman dahulu kala sampai jaman modern.


Meski beberapa teman bilang museum ini kecil, tapi saya puas bermain dengan beruang-beruang ini selama sekitar satu jam. Saya mau balik lagi untuk nonton beruang yang di Pulau Jeju.

@dinilint   

Minggu, 28 April 2013

Stay At Mixed Dorm, Why Not?

Sebagai penikmat jalan-jalan, saya selalu suka mencoba hal baru. Di trip kali ini saya mau nyobain bobo di mixed dormitory. Iya, ini yang sekamar rame-rame. Kamar saya kalo penuh bisa menampung sepuluh orang. Iya, kamarnya bisa buat cowok dan cewek. Seru!


Alasan kenapa saya pilih mixed dorm. Pertama, saya pengen nyoba. Denger cerita dari travel blogger - travel blogger yang kondang-kondang itu bikin saya pengen juga ngerasain sensasinya. Alasan lain, yah saya emang cari harga termurah sih. Hehehe. Saya dapat harga 16,000 KRW / malam / orang di Korea Selatan. Murah kan.


Saya emang nggak ada pikiran jelek apa-apa. La saya yakin, kalo kasur itu cuma ketemu saya pas tidur di malam hari tok. Mengingat perjalanan saya sebelum-sebelumnya yang selalu membuat saya pulang larut malam, saya pasti cuma tidur tok di kamar. Waktu saya juga terbatas. Jadi kan sisa duitnya bisa buat belanja. Huehuehue.


Berhubung di kamarnya saya cuma tidur. Dan saya selalu bangun pagi,, seringnya ketika teman-teman yang lain masih molor,, ato malah udah cabut duluan. Jadi, seringnya kami nongkrong di common room ato di office. Kalo dulu cuma nongkrong di privat room berdua, bertiga, ato berempat, sekarang saya bisa nongkrong rame-rame bareng temen baru. Di common room bebas mau nonton tv, nyetel dvd, baca buku, ngopi, sampe makan bakmi. Tapi seringnya ya ngobrol seru sama temen lintas negara yang baru kenal di hostel itu. Malahan kami dapat partner jalan baru karena common room.


Recommended:
Saya nginep di Seoul i gueshouse. Hostelnya bersih dan sangat nyaman. Kebanyakan yang tinggal di sana stay lama [kalo stay lama dapat diskon]. Fasilitas komplit, mulai dari sprei bersih, selimut dobel, free wifi, breakfast sepuasnya, sampe toiletries di kamar mandi juga handuknya. Pegawainya ramah-ramah [saya dapat rekomendasi tempat makan enak dan murah. saya juga selalu tanya jalan sama staffnya. temen saya malah dapet eksprience seru dari info staf] . Sayang sekali akibat pergi pagi banget dan pulang larut malam, saya belum sempet tatap muka sama Dong Yong, owner nya. So, by this blog post, I would like to thank you to you, Dong Yong. It was a nice stay at your guesthouse. I enjoyed so much. I wish I can back to your guesthouse in your future. Regard.

@dinilint




















*most pictures taken from Seoul i guesthouse facebook page

Sabtu, 27 April 2013

I Just Fall In Love, Don't Ask Me Why


Perjalanan


Membuatku melongok ke depan, ke atas, juga ke bawah dan belakang


Menikmati apapun yang terjadi di sekitar


Seperti warna cerah di musim semi. Warna pink dari bunga cherry yang sedang mekar

Warna bumi yang coklat berbaur merah
Yang mereka sebut
Vintage


Tak lupa ada krem di antara biru
Berdansa,, berbagi rasa


Dan kuning yang bersenandung dengan titik-titik hijau


Memandang ke kejauhan,, menikmati apa yang terhidang di hadapan,,


Ketika warna langit berubah menjadi lebih biru,, gelap,, dan cahaya terang memantul di kejauhan,,


,,dan gelap pun berganti menjadi terang. Dunia sedang berputar sayang.


Biarkan aku menikmati cinta dan menjalaninya,,
Dengan cinta
@dinilint

Kamis, 25 April 2013

Berkunjung dengan Visa Turis ke Korea Selatan

Jadi kenapa Korea? Alasan pertama, saya dapat tiket murah setahun yang lalu,, sekitar tiga koma dua juta rupiah pp dengan air asia. Kedua, ini temennya Jepang,, bahkan sekarang Korea jadi salah satu rivalnya Jepang, dan saya udah berkunjung ke Jepang,, jadi mesti bikin semacam perbandingan. Ketiga, tentu saja hasil bawah sadar saya setelah menikmati cerita seru sinetron-sinetron Korea, setting lokasi syuting yang eye-catchy, wardrobe yang colorfull, sampe aktor dan aktrisnya yang bikin mata nggak berkedip. Here we go, Korea Selatan!! [iya belum berani ke Korea Utara]


Before Korea
Berbeda dengan pengalaman biasanya, saya dapat harga TIKET yang menarik ke Korea ini ketika saya berencana untuk membeli tiket pulang dari Jepang. Yap, saya dapat tiketnya setahun sebelum keberangkatan. Karena senewen dengan harga tiket pulang dari Jepang di saat tahun baru yang muahalll,, saya malah iseng cari destinasi lain. Taa daa,,, tiket Korea pun di tangan. Hehehe.

Berbekal tempelan visa jepang di paspor, saya pede dong apply VISA korea ke travel agen langganan. Tapi ya gitu deh. Dasar travel agen. Sempet down dan males. Tapi,, ternyata selalu ada hasil dari setiap perjuangan. Yipie.

Dua minggu sebelum keberangkatan, ada aja berita kurang seru dari KERJAAN. Jadwal keberangkatan saya ke Korea bentrok dengan jadwal kerja. Saya sempat mikir mau mundurin tanggal keberangkatan dengan konsekuensi beli tiket baru dadakan,, which is mahal. Huhu. Tapi,, sepertinya hal kerjaan ini masih bisa diatasi setelah kepulangan saya nantinya. Finally, sebelum berangkat, saya boleh sedikit tenang masalah kerjaan itu.

Isu PERANG sedikit membuat orang-orang di sekeliling kami menanyakan tentang kepergian kami. Kabarnya bakalan ada bom nuklir di tanggal kami berada di Seoul. Saya pun mencari informasi melalui orang lokal Seoul, bagaimana sebenarnya situasi di sana. Well, sepertinya di sana baik-baik saja. Let's see

In Korea
Setelah kebut-kebutan melawan hecticnya lalu lintas hari Sabtu di Semarang, nunggu berjam-jam di terminal 3 Soetta Jakarta, transit malam2 di LCCT, dan tidur nyenyak sekitar 8 jam di kursi empuknya Air Asia X,, finally sampe juga kita di International Airport INCHEON. Sambutan Korea emang seru. Kita sampe lupa waktu padal masih di bandaranya doang. Banyak spot menarik. Hihihi.


Ternyata SPOT menariknya Korea Selatan nggak cuma bandaranya. Setiap tempat di Korea emang unyu-unyu. Di balik jendela kereta api dari Bandara Incheon menuju Seoul, kami sudah disuguhi pemandangan bukit-bukit coklat yang rapi. Sesuatu yang beda buat kami yang tinggal di hijaunya khatulistiwa. Jalanan di Seoul juga seru. Di tiap sudut selalu ada bangunan unik yang seru. Sebut saja gedung ramah lingkungan, museum, bahkan coffee shop 3x4 meter.


Orang-orang Korea Selatan juga tergolong RAMAH. Mereka berusaha memberi bantuan kalo kita butuh dengan bahasa Inggris semampunya. Bahkan turis-turisnya berasa friendly aja gitu. Atmosfirnya seru.


Tempat dan CULTURE di Korea merupakan perpaduan modernitas dan tradisional yang selaras. Perkampungan hanok yang berubah jadi toko-toko cantik dan hostel, taman hiburan dengan dapur tradisional untuk spot foto, bahkan keramahan warga Korea. Mesti ngerasain sendiri kalo ini.

Isu PERANG yang heboh menjadi berita di luar Korea, tidak terasa sama sekali di Korea Selatan. Bahkan warganya tidak tahu buruknya pemberitaan tentang perang di Korea. Kehidupan berjalan normal dan biasa saja. Saya suka cara Korea Selatan melawan perang itu sendiri. Mereka membuat dunia jatuh cinta pada Korea Selatan. Kamu,, suka kan dengan sesuatu yang berhubungan dengan Korea Selatan?

After Korea
Dasar orang tropis,, pulang dari Korea saya masih merasakan DINGIN. Meskipun saat saya berrkunjung adalah musim semi, ternyata suhu di Korea berkisar antara 4 celcius - 14 celcius. Pas ngetik ini tangan saya masih berasa sedikit kesemutan. Huhu.

Kayaknya kalo ini problem saya deh. Begitu sampe rumah, saya langsung tewas di kasur seharian. Bahkan di di dua hari selanjutnya saya masih berasa NGANTUK sepanjang hari. Mungkin efek kebanyakan jalan. Heheh

Emang ya siklus hidup. Setelah masa-masa happy, datang masa-masa kurang menyenangkan. Yang ini curhat dikit [kalo nggak mau baca jangan diterusin]. Masalah kerjaan yang tampak beres di awal, ternyata dipermasalahkan sama big bos. Tapi, buat saya, pengalaman ke Korea kemaren priceless. Saya bisa bertemu teman-teman baru yang seru. Saya belajar culture baru. Saya belajar untuk lebih open terhadap segala hal. Saya belajar berpikir positif. Itu semua tidak bisa diganti dengan uang, kan.














@dinilint
learn while travel

Senin, 22 April 2013

Candi Sukuh & Candi Cetho

I feel lucky to life in Indonesia. Why? Indonesia has so many cultural heritage. One of them is Candi Sukuh and Candi Cetho.










Candi Sukuh and Candi Cetho located in Karanganyar, Solo. It's near Tawangmangu waterfall. You have to pass tea plantation and climb slope Lawu Mountain by car, bus, or ojek (motorcycle taxi). Feel the fresh air and enjoy the history of Candi Sukuh and Candi Cetho.