Jumat, 01 Februari 2013

Tokyo,, Where To Go?

Enam hari di Tokyo. Kemana aja ya?


Shibuya terkenal dengan patung Hatchiko dan cerita anjing setia yang menanti tuannya setiap hari di Stasiun Kereta. Shibuya juga terkenal sebagai tempat yang penuh orang dan tempat yang tepat untuk bertemu. Ketika duduk-duduk santai di salah satu spot yang dipenuhi relief Hatchiko, seorang pria tua mendatangi kami dengan muka mencurigakan. Ah,, kami nggak janjian sama siapa-siapa kok.


Salah satu tempat yang ramai turis dan beberapa warga Jepang mampu berbahasa Inggris adalah Asakusa. Dari hostel murah sampai restoran mahal semua ada di sini. Saya sempat dinyanyikan lagu 'Nona Manis' ketika seorang nenek yang mencari dana sumbangan untuk korban tsunami mengetahui asal saya dari Indonesia. What a surprise.


Dandanan centil dan maksimal asal Jepang atau lebih dikenal dengan Harajuku style. Saya tentu penasaran dengan tempat bernama Harajuku ini. Selain sebagai arena unjuk diri atas style-suka-suka-tapi-asik remaja Jepang, Harajuku juga punya berbagai macam toko fashion. Dari merk kelas dunia di jalanan utamanya, sampai baju modis 500 yen di gang-gang kecilnya.


Bangunan tertinggi di Tokyo yang dinamakan Tokyo Sky Tree sedang populer. Banyak orang rela bayar mahal dan antri demi bisa merasakan puncaknya. Saya pilih duduk manis di starbucks sambil denger band lokal main lagu jazz.


Korea sebegitu terkenalnya di Jepang. Sampai-sampai ada daerah bernama Korea Town di daerah Dotonburi.


Satu-satunya wahana Disney di dunia, Disneysea, terletak di Tokyo.


Ini tempat favorit saya di Tokyo. Tempat dimana memori masa kecil saya menjelma menjadi dunia kecil yang menyenangkan. Disneyland.


Ada yang bilang, kalo melewati Kaminarimon kita akan beruntung. Saya percaya! Kan bagus. Hehe. Kaminarimon ini gerbang menuju Sensoji Temple. Sebelum mencapai temple di ujung, kita dipersilakan jalan santai melewati Nakamise Shopping Street. Dari asinan lokal sampai sepatu boot semua dijajakan.


Mau melihat Tokyo dari ketinggian? Tak perlu bayar mahal. Bahkan gratis. Datang saja ke Tokyo Metropolitan Government Building di daerah Shinjuku. Udara Shinjuku yang super dingin malam itu, berganti menjadi hangat ketika memasuki gedung ini. Di lantai dasar ada berbagai macam display kreatif yang menceritakan tentang daerah-daerah di Tokyo. Sebaiknya ke sini dulu sebelum keliling Tokyo. Bagian favoritnya tentu saja menara observasi di lantai atas. Saya bisa bilang halo pada Gunung Fuji di kejauhan.


Konon daerah Roppongi adalah daerah tempat tinggal ekspatriat di Jepang. Tapi berdasarkan pengalaman saya, saya kesulitan berkomunikasi dengan petugas di Lawson. Di sebuah toko buku, kami hanya menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikas. Tapi,, saya bertemu wanita baik hati yang rela lari mengejar saya demi mengembalikan sebelah sarung tangan saya yang jatuh. Arigato gozaimasu.


Dulunya dia adalah primadona, bangunan nomor satu di Tokyo. Namun, hari ini dia mesti rela jadi yang no.2. Meski demikian, penampilannya tetap cantik dan banyak  yang mengagumi. Lihat saja desainnya, lampu-lampu bersatu membentuk gambar hati merah jambu. Tokyo Sky Tree.

@dinilint

2 komentar:

  1. mbak'e saya jadikan referensi ya, hehehehe

    salam

    @juliantnanang

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)