Senin, 04 Februari 2013

Laut,, Kenapa Saya Suka

Apakah karena biru? Ah,, tapi saya bisa menemukan warna jingga hingga ungu. 


Beberapa tahun lalu saya membuat pernyataan bahwa saya lebih suka laut dibanding gunung. Tahun kemarin saya dibuat jatuh cinta setengah mati sama gunung.
Beberapa hari lalu saya bertanya-tanya, tahun ini trip saya akan diawali dengan bertemu laut atau gunung? Ternyata laut menyapa saya duluan. Bawah sadar saya masih cinta laut.

Kenapa?
Pernahkah kamu berada di tepi pantai yang sepi, cuma duduk dan merenung, tanpa berpikir, hanya mengamati?
Kamu akan mendapati warna biru laut yang tenang. Melihat ujung-ujung laut yang tak mampu dilihat mata telanjang.
Kamu akan mendapati lukisan langit dan awan yang serasi. Apapun bentuk awan dan warna langit, mereka selalu menjadi pasangan sempurna dimana pun berada.
Kamu bisa mendengar musik ombak yang rancak. Rhytym nya yang tak sama, tapi pasti datang mendekati kaki telanjangmu di pasir pantai.
Kamu bisa merasakan belaian angin sepoi-sepoi yang selalu membuat nyaman.

Ke laut. Sekali lagi saya diingatkan bahwa saya nggak ada seupil dari laut. Bukan apa-apa. Tapi juga bukan kaum papa.

Terima kasih Tuhan, saya bisa bersyukur. :)
@dinilint

2 komentar:

  1. "... merenung, tanpa berpikir, hanya mengamati?..." Merenung dan mengamati bukankah proses dari berfikir??

    BalasHapus
    Balasan
    1. cuma diam, tenang, dan merasakan sekililing, buat saya tanpa berpikir :)

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)