Selasa, 15 Januari 2013

Natal di Tokyo

Lampu jalanan yang cantik. Pohon besar berhias. Dan sedikit tumpukan salju putih yang masih bersih. Indah ya.


KEtika natal, Tokyo berhias diri menjadi kota yang cantik. Beberapa rumah memajang hiasan misteltoe di pintu rumahnya dan sebagian lain memasang hiasan bertuliskan merry christmas di bagian rumahnya. Jalanan Tokyo yang selalu bersih dan rapi berhias pohon natal besar dengan lampu warna-warni yang menyala pada malam-malamnya. Di titik-titik tertentu, Tokyo berhias dengan iluminasi, permainan cahaya dari lampu aneka warna yang indah.


Tokyo memang menjadi cantik dan sedap dipandang mata, tapi makna natalnya cuma sebatas tampilan visual  saja. Mereka mungkin tidak tahu arti natal adalah peringatan kelahiran Sang Juru Selamat dunia. Warga Tokyo bahkan tidak punya libur natal.


Natal di Tokyo kami rayakan pada hari Minggu, sesuai hari bergereja. Tahun 2012 ini kami merayakannya pada tanggal 23, sedangkan tanggal 25 yang di Indonesia dan belahan dunia lain adalah tanggal merah untuk merayakan natal, menjadi hari bertanggal hitam dan semua orang bekerja dengan rutinitas lain-lain. 

Di luar itu semua, saya bersyukur boleh menikmati natal dalam suasana yang berbeda. Saya bersyukur karena ada hari natal. Buat saya secara universal hari kelahiran Yesus adalah peringatan tentang harapan. Menurut kepercayaan kristen, ini harapan tentang keselamatan dan damai sejahtera. Ini juga diperingati sebagai harapan akan momen yang indah, sesuatu yang cantik, dan perayaan untuk bersukacita. Harapan selalu menjadi sesuatu yang menyenangkan dan indah, bukan?

@dinilint
penikmat kehidupan
Nb: Gereja di Tokyo yang berbahasa Indonesia adalah gabungan gereja-gereja interdenominasi. Letaknya di daerah Suidoubashi, dekat dengan Tokyo Dome. Letaknya di dalam gedung youth centre.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)