Minggu, 27 Januari 2013

Mitaka for Ghibli

Seseorang bisa dikenal dari karyanya. Dan ketika pertama kali saya lihat ini,, saya langsung jatuh cinta sama Tororo dan Museum Ghibli. Pokoknya tubuh fisik saya minta menikmatinya secara kasat mata.


Ternyata untuk menikmati Museum Ghibli nggak semudah lagi di Tokyo - pesen ke Lawson - berangkat ke Mitaka - masuk museum. Kami kesulitan pesen tiket di Lawson karena petugasnya nggak ada yang bisa bahasa Inggris. Ketika temen saya yang bisa bahasa Jepang berusaha mesen, ternyata tiket sudah habis karena masa liburan sekolah. Dicoba ke hari-hari selanjutnya,, tetep habis. Huhu.

matahari memang bersinar cerah. tapi angin juga berhembus membawa hawa 4 derajat celcius

Di tengah hawa paling dingin sepanjang #wintertrip saya, saya rayu-rayuin adek saya untuk tetep berangkat ke Mitaka, walaupun kami nggak punya tiket masuk museum. Gapapa lah lihat dari depannya aja,, ngerasain atmosfirnya, dan lihat ramenya kayak apa. 


Mitaka terletak di pinggiran Tokyo. Turun di Mitaka Station. Mitaka kota kecil yang menyenangkan. Jalannya kecil, rapi, dan bersih. Burung-burung liar beterbangan bebas. Setiap sudutnya cantik. Andai hari itu kami nggak kedinginan, pasti ada lebih banyak foto yang terjepret dan lebih lama duduk-duduk cantik di pinggir sungai.



Well,, biarpun saya cuma bisa menikmati Ghibli Museum dari luar [bahkan ke souvenir shop atau cafenya saja kami nggak punya akses :'((], tapi tetap saya menikmati karyanya Hayao Miyazaki. Karya yang dibuat dari hati selalu membawa keindahan dan menyentuh hati yang lain. Let's your kindness energiesing others.


Sedih karena nggak bisa berinteraksi secara langsung dengan tokoh-tokoh Tororo di Museum Ghibli, Tuhan menuntun saya menemukan satu tempat kecil di Kyoto yang menjual sovenir Tororo. Luar biasa bagaimana Tuhan memenuhi keinginan saya.

@dinilint

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)