Senin, 10 Desember 2012

Kebaya. Bangga

Saya orang Indonesia. Dan saya bangga. Tentu saja. Salah satu kebanggaan saya adalah ketika memakai baju khas Indonesia. Kebaya.



Dulu,, kalo ada kata kebaya, saya inget mbah putri saya. Dan di otak saya langsung nyantel --> kebaya = baju orang kuno.
Kemudian, saya mulai kenal sama Ibu Anne Avantie dan kebaya payet manisnya. Jadilah nyantel --> kebaya = baju cantik untuk acara formal.
Semakin saya menyukai fashion dan kebudayaan Indonesia, saya pun yakin kebaya itu baju yang sangat fleksibel. Kalo mau, bisa dijadikan pakaian sehari-hari yang modis dan cantik pastinya.

@dinilint
proud Indonesian :D

Kamis, 06 Desember 2012

Official. Visa Approve. Jepang I'm Coming. :D

"Mbak mau bikin visa Jepang."
"Udah tahu syarat-syaratnya?"
"Tahu beberapa. Tapi dikasih tahu lagi yang lebih jelas nggak papa mbak."
*nyodorin kertas. "Syarat-syaratnya yang di kertas ini ya." *senyum manis
"Mbak, untuk tabungan ada jumlah minimumnya nggak? Berapa?"
"Ya, biar aman tu sekitar 50 - 100 jutaan."
*melongo "Lah mbak. Kalo segitu nggak ada." *mewek


Di hari-hari awal mau ngurus visa saya sudah dibuat desperate sama syarat-syarat yang ribet. Bleh,, masa iya yang bisa dapet visa cuma orang-orang dengan rekening melimpah kayak gitu. Gimana dengan traveller berbudget cekak kayak aku yang punya cita-cita keliling dunia? Demi tiket 5juta pp yang sudah dipesan, saya nggak mau menyerah.

Bermodal baca-baca blog traveller lain yang sukses dapet visa Jepangnya, saya juga nekat. Kebetulan saya punya sodara dan teman baik yang tinggal di Jepang. Saya minta surat undangan dan meminta mereka mau jadi guarantor saya. Ini demi kelancaran visa. Tapi ternyata oh ternyata,,, menjadi guarantor itu nggak semudah yang saya pikir. Mereka menolak untuk menjadi penjamin keuangan saya di atas kertas karena prosesnya juga ribet, malah lebih ribet. Ya wes lah. Saya pasrah.

Jadi, di hari berikutnya saya datang kembali ke travel agent dengan membawa kelengkapan:
1. Paspor asli yang masa berlakunya minimal 8 bulan
2. Foto background putih ukuran 5 x 5 cm
3. Print out tiket pesawat pp + jadwal perjalanan 
4. Akte lahir + KTP
5. Surat sponsor dari perusahaan, yang intinya menerangkan kalo kita pasti balik lagi ke Indonesia
6. Invitation letter (saya minta undangan sodara)
7. Copy tabungan,,, psst yang ini nggak harus tabungan 3 bulan terakhir ternyata. Tapi mesti nge-print dari halaman awal sampe halaman terakhir. Dan yang penting jumlah tabungannya cukup buat biaya hidup disana.  Demi keamanan, saya itung sejuta per hari. Dan di hari-hari deket visa saya baru nambahin sekitar 10jt di tabungan. 
8. Copy paspor, copy visa temen dan sodara yang mau diinepin, bukti kalo emang sodara dan temen kita ini nyata dan masih tinggal di Jepang.

Sebenernya saya nggak sekali jadi langsung bisa kirim. Beberapa kali saya harus bolak-balik travel agent karena syarat saya kurang. Misal, visa temen udah expired dan nggak ada bukti perpanjangannya, jadi saya mesti minta visa dia lagi. Ato kalo sodara mesti kasih bukti-bukti kalo dia bener-bener sodara kita. Sama kakak ipar ibu saya, saya mesti bawa akte lahir ibu, akte lahir kakaknya, serta surat nikah kakaknya. 

Sempet deg-deg-an beberapa hari. Soalnya tabungan saya kan nggak jelas gitu.
Tapi,,,, visa saya approve juga. Yeay yeay. Ternyata traveller ber-budget cekak kayak saya juga bisa dapet visa Jepang untuk 15 hari. #suwunGusti

*Saya ngurus visa via travel agent, karena itungannya jauh lebih murah. Kalo ngurus visa ke kedutaan bayarnya Rp. 375,000. Itu pun bayarnya kalo visa udah jadi. Kalo nggak approve nggak bayar. Kalo lewat travel agent saya bayar Rp. 475,000, visa approve atau nggak, bayar di muka. Semua untuk single entry 15 hari yah. Bandingin kalo saya mesti ke Jakarta, bolak-balik. karena saya tinggal di Semarang. Oh thank God for travel agent.

@dinilint
lagi doa biar budgetnya cukup

Sabtu, 01 Desember 2012

Hello Goodbye - Anneyong Annyeong - Halo Selamat Tinggal

"Dari awal kita bertemu kita cuma dikasih satu pilihan. Berpisah."
"Kenapa kamu mengutuk perpisahan? Kalau kamu mengutuk perpisahan berarti kamu juga mengutuk pertemuan."


Cerita yang menarik, visualisasi yang bagus, dan lagu yang 'in' dengan gambarnya. Itulah tiga hal yang membuat saya memutuskan menonton sebuah film. Dan film Hello Goodbye punya tiga-tiganya buat saya.


Cerita yang menarik.
Ceritany sebenarnya simple. Tentang pertemuan dua anak manusia yang akhirnya harus berpisah lagi. Tapi di  antara pertemuan dan perpisahan itu, ada banyak pelajaran yang bisa didapat. Tentang bagaimana mengenal individu lain, melebur, dan saling menerima.
Visualisasi yang bagus.
Setting tempatnya di Busan, Korea yang terkenal sebagai kota wisata.Tapi film ini hanya mengambil gambar Busan yang itu-itu saja. Meskipun demikian, saya nggak bosen memandang layar lebar selama kurang lebih satu setengah jam. Bahkan beberapa kali saya terpikat dengan gambar pelabuhan penuh warna, pergerakan matahari terbit kemudian tenggelam, dan kuil di ujung laut. Indah.
Musik yang 'in' dengan gambarnya.
Musik yang digunakan di film ini menggunakan nada-nada sederhana dan penggunaan alat musik yang minim. Tapi musik yang dihasilkan sangat kena dengan gambar-gambar cantiknya, dan menguatkan makna ceritanya.



@dinilint
penyuka gambar ciamik