Jumat, 02 November 2012

Cerita [Nyaris] Ketinggalan Pesawat

Siang hari yang panas dan jalanan Kuta yang ruwet dan tak bersahabat. Aku semakin bingung mencari tempat persewaan motor. Akibat kebablasan dan putar jalan, sekarang aku berada di jalanan yang sangat asing dari Kuta. Lama-lama jalanan sepi, menjadi jalan tanah, dan tiba-tiba,,, gubraaaakkkk. Dengan motor matik pinjaman, aku harus terjatuh di tempat orang, belum lagi waktu yang menipis untuk boarding. Bagaimana ini :'( :'( :'(


Ini hari terakhirku di Bali. Rencana sudah kupersiapkan. Cabut dari Ubud maksimal jam 10.30. Jalan ke Kuta, kembalikan motor. Jam satu siang aku sudah leha-leha tunggu boarding di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai. Let's pack the day.

Tapi rencana tinggal rencana. Aku, dengan kemampuan sangat minim membaca peta dan mengingat jalan, mesti nyasar beberapa kali. Untuk keluar dari wilayah Ubud pun, aku harus berputar-putar dulu :(. Demi menyiasati nyasar dan sedikitnya plang petunjuk jalan, tiap belokan aku selalu berhenti untuk cek apakah jalan yang kulaui betul atau tidak lewat google maps di hp. Hal ini tentu saja memperlambat lajuku. Dan ternyata perjalanan balik kali ini lebih lama daripada perjalanan berangkat. Huhu

Alhasil aku baru mencapai jalanan bypass sekitar pukul 12.30. Seharusnya aku check in jam 13.00. Tapi menyiasati macet di Kuta, aku pilih check in dulu dan taruh ransel dalam bagasi. 
Bandara Ngurah Rai yang besar dan masih berantakan akibat pembangunan sangat menyulitkanku kali ini. Aku mesti berlari-lari mengejar waktu. Usahaku membuahkan hasil. Boarding pas sudah di tangan. Saatnya mengembalikan motor. 

Kalau sesuai perkiraan mestinya cuma seperempat jam sampai di tempat persewaan. Seperempat jam lagi jalan ke bandara. Cukup waktu lah.
Aku memacu motorku kencang sambil mengais memori jalanan tembus menuju Kuta. Yeay! Aku berhasil menuju Kuta. Sekarang gampang, tinggal cari tempat persewaan yang deket sama monumen peringatan. Mestinya putar di ujung jalan. Berputar sekali, tidak kutemukan tempat itu. Aku pun bertanya pada bapak yang menawarkan jasa. Kata si bapak aku kebablasan dan harus berputar lewat jalan lain. Inginku melipir saja, tapi jalanan kecil nan ramai sangat tidak memungkinkan. 
Nah, ketika berputar ini kok rasa-rasanya aku sudah keluar area Kuta yah. Tidak ada jalan mulus rapi dengan jejeran toko-toko lucu atau pun guest house manis. Hadeh. Tambah panik ketika melihat arloji, ini sudah 25 menit. Dan tiba-tiba,, gubrakkk...

Kesadaranku melayang sepersekian detik. Ketika seorang ibu bertanya padaku, "tidak apa-apa?" dan beberapa bli membantuku bangun, aku sadar, aku harus ngejar pesawat. Masa ranselku aja yang pulang ke Semarang. Dengan nekat aku pun minta bantuan diantar ke bandara dalam waktu 15 menit. Seorang bli manis menyanggupi dan langsung memberi kode untuk naik ke motornya. Motor sewaanku aku tinggalkan di sana, nitip pada si ibu dan bli yang lain, dan telpon bagian persewaan untuk ambil sendiri. Jaminan SIM A ku terpaksa aku tinggalkan dulu di Bali.

Menyusuri jalanan Kuta yang macet dan kucing-kucingan dengan polisi karena aku tak pakai helm jadi pengalaman baru buatku liburan ini. Untungnya, 15menit itu aku selamat sampai bandara. Terima kasih bli!

Perjuangan yang lain menanti. Tepat aku sampai di bandara, itu adalah saat untuk boarding. Dan ternyata aku harus mengalami kejadian di film-film itu, beneran lari di bandara. Kalo di film demi ngejar kekasihnya, aku demi ngejar pesawat. Beda tipis lah. Lari di bandara Ngurah Rai yang ruameee dan gedeeee lumayan menguras energi. Kira-kira itu pesawat masih mau nungguin nggak ya? Pengalaman terakhir ngejar pesawat, pesawatnya udah terbang pas aku baru datang di ruang tunggu.

Udah ngos-ngosan, udah habis energi, kulihat antrian di gate ku mulai habis. Ah, sepertinya aku orang terakhir yang naik pesawat. Tapi yang penting aku keangkut. Yeay.

Ketika sudah duduk manis di kursiku, barulah berasa kalo dengkulku ngilu luar biasa, kerongkonganku kering, dan lambungku protes minta diisi. Sabarlah sebentar wahai tubuhku. Tunggu mengangkasa biar bisa makan. 
Thank God, rentetan ketinggalan pesawatku tidak bertambah. Tidak untuk saat ini, tidak di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)