Minggu, 21 Oktober 2012

Pulau Kecil nan Cantik Bernama Lombok

Mengspesialkan sepuluh hari untuk melakukan perjalanan ke Lombok ternyata belum memuaskan. Rinjani bisa terlampaui, tapi pantai-pantai sepi berpasir warna-warni, air terjun aneka rupa serta gili-gili tak berpenghuni yang cantik banyak yang terlewati pada trip kali ini.


Kami turun dari kapal ketika sore menjelang. Dengan mobil sewaan, kami memacu diri ke salah satu spot indah untuk menikmati sunset. Lebih dikenal dengan nama Malimbu Hill. Aku rasa yang kasih nama orang bule yah. Dan sayangnya aku nggak tahu nama lokalnya.


Selain spot seru untuk sunset, Lombok punya banyak pantai pasir putih yang indah. Salah satu pantai yang paling terkenal adalah Pantai Senggigi. Kira-kira sepuluh tahun lalu saya pertama kali berkenalan dengan Senggigi. Namanya Senggigi karena bentuk pantainya mirip gigi. Dulu hal itu jelas banget kelihatan karena pantainya sepi. Saya cuma ketemu sama satu penjual kelapa saja. Tapi ketika saya balik tahun ini, saya kaget. Pantainya udah nggak kelihatan. Yang tampak hanya resort dan hotel yang memplot pantai-pantai itu jadi private beach buat area mereka. Mestinya pantai itu kan tempat umum, kan, kan, kan.

Salah satu akses menuju pantai sepi. Sudah di plot untuk beberapa hotel dan resort. Siap-siap kaget lagi 10th mendatang

Hasil tenunan pengrajin di Sade. Cantik ya

Tapi tenang,, untuk saat ini masih ada spot pantai yang sepi. Saya bisa jalan suka-suka di pasir pantai sampe jauh,, sampe gempor. Dan saya bertemu bermacam-macam pasir. Dari pasir super lembut sampe pasir sebesar merica. 


Saking beningnya airnya dan ombaknya sangat lembut,, nggak kelihatan kalo ada air

Capturing the sun behind the tree

almost sunset

Rumah-rumah di perkampungan suku Sade, Lombok

Belajar menenun. Si ibu dengan bahasa lokal (Lombok) dan saya dengan bahasa Indonesia (yg si ibu nggak ngerti). Satu kata yang kami sepakat dan mengerti, "cetok, cetok".

Taraa,,,, inilah hasilnya. Cantik yah.

Getting closer with the motif 

Di Lombok saya juga jalan-jalan ke kampung wisata milik suku Sade. Pekerjaan mereka adalah menenun. Tenunan dari benang kapas yang mereka produksi sendiri cantik-cantik. Dan asiknya, saya juga diajarin menenun sama si ibu-ibu manis ini.

Si ibu pemintal benang kapas. Kapas uwel-uwelnya disulap jadi benang. Mesti lihat sendiri deh.

Lihat dong betapa luas dan cantik pantainya. Kalo nggak salah namanya Pantai Tanjung Aan.

Thanks friends,, this trip so amazing.
Lombok cantik yah. Banyak spot seru yang menyenangkan. Tapi karena keterbatasan waktu, kami harus pulang. Thanks untuk petualangannya Lombok. Dan saya berharap bisa balik lagi. Ada yang mau nemeni?

Tengah malam di dalam feri menuju Bali. Ferinya bagus kan. Lungsuran Jepang tapinya.

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)