Selasa, 30 Oktober 2012

Postingan Tak Nyata Tentang Cinta

Cinta itu sebesar kuku jari. Meski dipotong, ia akan tumbuh kembali. Kecil tapi cukup untuk menutupi dan membuat jari-jarimu nyaman.


Ketika kau tanyakan sebesar apa cinta? Apakah aku harus membaginya, atau cukupkah cinta ini untuk kita? Aku akan kembali bertanya, apakah aku membutuhkan cinta yang sangat besar? Aku hanya membutuhkan cinta yang cukup. Untukku, untukmu, untuk mereka. Dan cinta itu tanpa ukuran. Aku bisa merasa, tapi sulit untuk melihat. Karena mataku maya. Tapi cinta yang datang dari hati, pasti bisa dirasakan oleh hati yang siap menerima cinta.



 Terinsipirasi dari cerita cintamu, sahabatku.

Sabtu, 27 Oktober 2012

#randomjourney

Tiket pesawat - checked. Hotel berbintang - checked. Itenary - not yet. Travel partner - not yet.


Bermodal dari ikut-ikutan Bude yang lagi kongres di Nusa Dua, Bali dan punya sisa space buanyaaakkk di hotelnya, saya pun nekat pesen tiket semarang-jakarta-denpasar-jakarta-semarang. Destinasinya jelas, Bali. Tapi Bali sebelah mana, mau apa, dan bagaimana,,, belum ditentukan. Bahkan ketika sampai di persinggahan pertama, Novotel Nusa Dua, saya belum googling apa-apa.
Tapi yang penting dari suatu perjalanan bukan tujuannya, melainkan perjalanan itu sendiri. Jadi beginilah ceritanya

















Yap. Pictures tell more, right. :D
Tapiii,,, saya tetep akan ceritakan perjalanan ini dalam postingan selanjutnya. Sayang aja cerita sendirian di hotel bintang lima, lost in Ubud as real solo traveller, ato cerita (nyaris) ketinggalan pesawat terlewatkan begitu saja. Keep calm and wait ;)


Proses #randomjourney ini pernah saya posting di twitter dan instagram dengan tagar yang sama.
@dinilint

Minggu, 21 Oktober 2012

Pulau Kecil nan Cantik Bernama Lombok

Mengspesialkan sepuluh hari untuk melakukan perjalanan ke Lombok ternyata belum memuaskan. Rinjani bisa terlampaui, tapi pantai-pantai sepi berpasir warna-warni, air terjun aneka rupa serta gili-gili tak berpenghuni yang cantik banyak yang terlewati pada trip kali ini.


Kami turun dari kapal ketika sore menjelang. Dengan mobil sewaan, kami memacu diri ke salah satu spot indah untuk menikmati sunset. Lebih dikenal dengan nama Malimbu Hill. Aku rasa yang kasih nama orang bule yah. Dan sayangnya aku nggak tahu nama lokalnya.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Turun Gunung, Lompat ke Gili

Slow kayak di pulau,,, santai kayak di pantai.
Setelah berhari-hari mengagumi gunung tinggi, saatnya turun gunung dan kembali menjadi anak pantai.


Berhari-hari mengandalkan kaki untuk naik turun dan mendaki Rinjani,, inilah saatnya untuk turun gunung. Setelah berlari-lari menuruni jalan setapak di kawasan hutan lindung Senaru, akhirnya sampailah kami di Senaru Trekking Centre. Sambil menunggu teman-teman yang datang belakangan, kami dengan semangat gembel leyeh-leyeh di lobinya sambil mengamati beberapa orang yang gantian mau naik ke Rinjani. Dari 4 rombongan, 3 rombongan adalah orang asing. Yeah, Rinjani memang lebih populer di kalangan turis mancanegara ketimbang turis domestik.

Selasa, 16 Oktober 2012

Cita -Citaku Setinggi Tanah [movie review]

Good times never leave. It just wait the right moment to be back.
Rejeki nggak pernah pergi. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk kembali.
-Mbah Tapak-

picture from here
Cerita tentang anak-anak yang sederhana dan sarat makna memang selalu mempesona. Kali ini saya dapat cerita dari anak-anak yang tinggal di lereng Gunung Merapi, tepatnya di salah satu desa cantik di Muntilan. Berawal dari tugas mengarang tentang 'apa cita-citamu' kepada anak-anak kelas empat, cerita pun bergulir. Sepanjang cerita ini menceritakan tentang Agus dan cita-citanya untuk makan nasi padang.

Buat saya yang tinggal di kota besar dan hidup berkecukupan, makan nasi padang cuma mampir sebentar di warung pinggir sepulang kerja. Tapi buat Agus yang sehari-hari selalu makan tahu bacem paling enak bikinan ibunya, makan nasi padang menjadi cita-cita. Tapi bukan itu yang mau disorot oleh cerita ini. Ini soal cita-cita, yang nggak perlu ditulis, tapi diwujudkan.

Demi cita-citanya makan nasi padang, Agus putar otak bagaimana caranya supaya bisa mewujudkan cita-citanya. Mulai dari bikin tabungan dari bambu, nabung recehan uang saku, sampai menjemput kesempatan yang ditawarkan. Cerita perjuangan Agus juga diuji ketika mimpinya yang sudah mendekati kenyataan, tiba-tiba harus dipendam lagi.

Dari kisah sederhana ini saya boleh belajar tentang cita-cita, berani bermimpi, niat untuk mewujudkan mimpi, dan yang terpenting keikhlasan. Saya suka karakter Agus yang sederhana, tidak mau menyusahkan orang tua, dan berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan. Saya rasa semua anak wajib tahu kisah ini.

Psst,,, salah satu alasan saya nonton film ini karena semua keuntungannya akan disalurkan pada yayasan anak kanker Indonesia. Dan tentu saja, musik film ini garapan duo favorit saya Endah n Rhesa. Visualisasi film ini juga sangat menghibur dan Indonesia banget (bangunan joglo, sawah hijau, dan latar belakang gunung). Bravo film Indonesia!

Kamis, 11 Oktober 2012

Hitchiking Perdana


Hitchiking atau nebeng, adalah hal yang menantang buat para penggila liburan murah. Ini salah satu cara mengakali pos transportasi yang seringkali membuat biaya liburan bengkak. Sepertinya bawah sadar saya tergerak, saya jadi pengen coba.



Malam itu macet sekali di perbatasan Kudus. Perbaikan jembatan membuat jalur kendaraan menyempit. Saya sebagai pejalan kaki pun harus sabar untuk menyeberang jalan. Ketika sedang menanti kendaraan-kendaraan besar ini (baca: truk dan bus) mengalah untuk pejalan kaki, seorang bapak menawarkan tebengan. Biasanya saya malas menanggapi, tapi kali ini saya mengangguk tanda setuju. Cepat-cepat saya menuju ke pintu penumpang dan memasukan tubuh ke dalam truk. Truk pengangkut kertas pun berjalan perlahan.
Entah apa yang ada di pikiran saya saat itu. Tapi ketika saya sadar malam itu saya hitching sepulang kerja, saya merasa saya berhasil melalui zona nyaman saya. Yey yey. Saya mulai membuka diri dan berbincang bersama sopir truk dan keneknya. Tapi demi keamanan, saya nggak berani jujur seratus persen. Saya ngaku beranak satu dan mereka percaya. Hihihi,,. Tapi bukan karena tampang saya yang ketuaan kan ya. Dan bener feeling saya, sepanjang jalan saya jadi tempat sampah buat curhatannya pak sopir. Dia lagi galau karena belum kawin. Jyakakakakak.

Thank God for new experience. Thanks to myself yang sudah bisa keluar dari zona nyaman. 

Cerita Kehilangan

Karena mengalami kehilangan adalah bagian dari kembali kepada menemukan. -Kali Kali, Bukan Cerita Cinta, Windy Ariestanty-


Aku baru berinteraksi denganmu dalam waktu hanya sekejap mata. Pertama kali aku menyadari dirimu tak lagi bersamaku, aku hanya bisa menarik nafas dan diam. Aku sadar, tak selamanya kau bersama aku. Aku kembali berpikir, bila hanya sekejap mata, mengapa kau hadir untukku.
Kemudian aku memutar waktu kembali, mengenang masa-masa kehadiranmu di kehidupanku. Ah,, ternyata kamu menimbulkan cerita baru dalam hari-hariku, walau kehadiranmu hanya sekejap mata.
Aku menikmati saat-saat aku mencurahkan sebagian ideku padamu. Aku kerap memandangmu ketika orang-orang terkasih menunjukkan kasihnya padaku. Kau juga sangat membantuku ketika aku tersesat ketika melakoni perjalanan hanya bersamamu.
Tapi, sepertinya perjalanan aku dan kamu hanya sampai sini. Aku harus ikhlas, dan rela membuka hati untuk yang baru. Semoga, kau berguna untuk siapa pun yang menemukanmu.
Untuk handphoneku, yang raib diambil orang.

Rabu, 03 Oktober 2012

Plawangan Senaru, Negeri Di Atas Awan

Ending dari mendaki gunung adalah turun gunung. Tapiiii lain dengan Gunung Rinjani. Untuk bisa turun ke kaki gunungnya, kita wajib naik lagi, bercengkrama dengan gumpalan awan putih setinggi dada, kemudian dipersilakan untuk turun.


Puas leyeh-leyeh di pinggir Danau Segara Anak dan boleh mengecap nikmatnya berenang disana, saya dihadapkan kenyataan bahwa saya harus memanjat tebing-tebing tinggi di ujung sana. Untuk bisa menuruni Gunung Rinjani, kami harus naik lagi melewati bukit-bukit berbatu, menuju puncak Plawangan Senaru, baru kemudian turun dengan tenang melewati jalur hutan yang rimbun.

Menepati Janji Pada Rinjani (Danau Segara Anak)

Perkenalan saya dengan Rinjani adalah ketika saya menuliskan segara anak pada google. Tujuan saya adalah kangen-kangenan sama Segara Anakan yang merupakan laguna di Pulau Sempu. Ternyata saya menemukan gambar danau vulkanik di tengah-tengah Gunung Rinjani. 


Sejak itu, sepertinya Rinjani perlahan-lahan merasuk ke dalam bawah sadar saya. Saya cuma pengen-pengenan aja ke Rinjani demi bisa menikmati danau ini. Tapi saya juga nggak ngarep banget, soalnya ini gunung gede banget (gunung tertinggi kedua di Indonesia). Mendakinya aja diperlukan waktu berhari-hari. Ditambah saya yang anak pantai, suka ngos-ngosan kalo trekking naik gunung kelamaan, dan sangat pilih-pilih temen kalo naek gunung (minimal yang mampu bawain tas saya kalo saya teler :p).