Minggu, 30 September 2012

Turun Ke Segara Anak, Rinjani

Lukisan Danau Segara Anak perlahan muncul bersamaan dengan terbitnya matahari di ujung timur. Hari ini mesti bisa berdekatan Danau Segara Anak langsung, intens, dan berkualitas.


Kalo lima kawan yang laen pilih muncak dari pagi-pagi buta, saya pilih melaksanakan tugas mulia,, menabung energi yang sebanyak-banyaknya demi kelancaran perjalanan selanjutnya. Sleeping bag hangat dan tenda yang nyaman serta temen bobo yang suka ngorok kegedean bikin saya males gerakin badan buat bangun (apa karena tendanya kecil dan saya dapt jatah dikit,, *piss pru :p). Benar saja, ketika saya rela keluar dari tenda, di depan mata si matahari sudah menari-nari.

Sabtu, 22 September 2012

The Sky

Berada di ketinggian dan merasa sejajar dengan tinggi langit selama berhari-hari membuat saya merasa sangat luar biasa diberkati. Jadi kali ini saya membuat karya atas inspirasi langit biru cerah yang menorehkan kesan mendalam pada trip saya kali ini.



Jadi, ketika pulang saya memutuskan untuk membuat suatu karya yang bisa saya jadikan kenang-kenangan atas trip kali ini. Tanpa sengaja, saya menemukan batik berwarna biru langit di dalam kotak harta karun saya. Dan di kotak yang lain saya menemukan kain chiffon yang sempat saya beli beberapa waktu lalu, namun saya simpan dalam kotak karena tidak tahu harus diapakan.

  

Dan viola,,, jadilah blouse yang saya beri nama sky,, yang mengingatkan saya akan langit biru cerah nan ramah.

@dinilint

Jumat, 21 September 2012

Menggapai Puncak Rinjani

"Piye kabarmu nduk? Ibu wingi nonton nang metro tv,, ono tayangan rinjani. Dalan e medeni. Kowe ndak iso tenan munggah rinjani?"
"Apa kabar nak? Ibu kemarin nonton di metro tv,, ada tayangan rinjani. Jalanannya mengerikan. Apa kamu benar naik rinjani?"


Menggapai puncak rinjani bukanlah hal mudah. Seperti cerita saya sebelumnya, saya deg-deg an sebelum melakukan trip kali ini. Beruntung kali ini saya punya teman jalan yang menyenangkan dan setipe. Kami jalan super santai,, jalan - capek - ketemu pohon - duduk leyeh-leyeh - jalan lagi - ada view bagus - berhenti, foto-foto - jalan lagi - kelaperan - berhenti - makan cemilan sambil minum soda - jalan - sampe deh :D.

Kamis, 20 September 2012

Tujuh Hari Dalam Seminggu, Tujuh Warna Pelangi, Tujuh Nada Diatonis, Tujuh Bukit Penyiksaan

Ngapain coba naik gunung. Capek-capek naik, di puncak sebentar, trus turun lagi,,,


Matahari menyapa pagi ini dengan memperlihatkan cahaya paginya yang cantik. Aku keluar dari tenda dan mendapatkan suguhan warna luar biasa dari kolaborasi pegunungan, savana luas, dan langit pagi yang cerah. Setelah merasakan dinginnya gunung, disambut dengan hangatnya pagi sungguh anugrah yang luar biasa.

Rabu, 19 September 2012

Tapak Pertama: Kenalan Sama Sembalun

Langkah besar dimulai dari satu langkah kecil. Menyambangi satu gunung besar, dimulai dengan niat membuat langkah-langkah kecilnya. Sembalun, aku kulo nuwun.

Rinjani peak view from Sembalun
Saya ingat sekali, ketika ikut pendakian waktu itu, bersama temen PA anak stm, semuanya dimulai dari makan. Sang pembina galaknya minta ampun pas nyuruh habisin nasi bungkus porsi kuli. Saya juga kebagian porsi kuli itu. Ya jelas saya nggak habis. Diam2 sambil takut2 saya cepet bungkus separuh porsi yang nggak habis dan langsung buang ke kotak sampah. Ya saya paham tujuan mas pembina ini baik, maksudnya makan yang banyak biar energinya banyak.

Senin, 17 September 2012

Minggu, 09 September 2012

In Bali,,, less than 12 hours

Bali!! Yip yip. Senangnya bisa kembali lagi menginjakan kaki di pulau dewata. Tapi,,, ini sudah hampir tengah malam,, dan aku tidak punya planning apa-apa. What to do,, what to do,, what to do,,


Ketika itu pukul sebelas malam lewat beberapa menit. Sudah hampir tengah malam dan aku hanya stuck di Bandara Ngurah Rai. Berdasarkan sangat sedikit info tentang menginap di bandara, aku mencari-cari pojokan yang nyaman dan aman untuk merebahkan diri. Sayangnya, Bandara Ngurah Rai sedang dalam proses pembangunan, nyamuk di mana-mana dan bau kurang sedap menyebar ala kadarnya. Niat untuk mencari penginapan murah di Kuta pun sudah berjam-jam yang lalu menguap karena malas mencari-cari tengah malam [sebelumnya saya sudah mencari tahu dan coba telepon penginapan incaran, tapi mereka menolak booking dan minta saya datang langsung].


Ternyata ada teman aku yang juga sedang travelling di bali. Kami pun sepakat untuk bertemu. Berhubung dia  bawa motor, aku minta tolong untuk dijemput. Singkat kata, kami pun sepakat untuk membuka lapak tenda di Pantai Kuta. Yip yip.


Yap, Kuta memang pilihan utama ketika aku cuma punya kurang dari dua belas jam di Bali. Alasannya: (1) Jarak Kuta dari bandara hanya 15 menit, (2) Kuta punya pantai pasir putih yang luas dan bebas, (3) bisa gelar tenda untuk bermalam secara free, kalo nggak bawa tenda gelar koran trus tidur2an di pantai juga nggak masalah, (4) Kuta ada tourist spot, jadi banyak bertebaran fasilitas seperti minimarket, fastfood restaurant, dan toilet umum, (5) kalo mau sedikit party dan menikmati tourist wheather,, yap disinilah tempatnya :)

@dinilint

















Thanks to Dani (pake h), Lei, Erika :)

Rabu, 05 September 2012

Kenapa Rinjani?

Itulah pertanyaan yang dilontarkan ibu ketika aku mengutarakan niat untuk menyambangi dewi anjani. Aku hanya menjawab dengan senyum dan tatapan memohon. Ibu membalas dengan senyum yang sama. Dan saat itu aku tahu aku sudah mengantongi restu ibu.

puncak dewi anjani

Sketsa 1:
Iseng aku membuka forum komunitas penikmat jalan-jalan ala budget. Subjek "ke rinjani tahun depan yuk" berhasil membuat aku masuk ke dalam bahasan forum tersebut. Dalam hati, jauh aja, gunung tinggi pula, ah masih tahun depan ini, siapa tahu.

Sabtu, 01 September 2012

the MONG story

Hi you,
Welcome back to my world.


Happy after holiday. We have celebrate Ied mubarok. I ussually go to grandma's home and meet whole big family. Unfortunatelly this year I can't do it. So, I made this mong and mong pulshie and send them to my whole big family. 
The good news is,, they like it. Yeay.


@dinilint