Sabtu, 11 Agustus 2012

backpacker berjamaah, backpacker mewah

Malam sudah berganti menjadi pagi.Matahari sudah menari-nari di luar jendela. Keretaku mulai mengurangi kecepatan. Di setiap perhentian dia berhenti, memuntahkan sebagian isinya kesana-kemari. Aku duduk dengan sopan menanti perhentian terakhir. It's already begun.



Perjalanan kali ini adalah perjalanan dengan banyak sekali (baca: 45 teman) dari komunitas bpi. Dari iseng2 baca forum bpi dan cari tanggal yang match dengan tanggal liburan, dapatlah trip untuk menyambangi papuma, ijen, baluran. Kebetulan! Ijen adalah salah satu #wishdestination saya. Perjalanan kemarin niatnya mau menyambangi ijen, tapi apa daya ijen lagi nggak mau dikunjungi. Sekarang ijen sudah ramah dan bersedia terima tamu. Yipie.

Tidak sulit menemukan teman-teman bpi. Dengan modal petunjuk 'kita ada di gerbang masuk', begitu keluar dari stasiun pasar turi, saya menemukan belasan ransel ngumpul di satu titik. Bisa dipastikan orang-orang di sekelilingnya adalah teman-teman seperjalanan saya. Modal senyum tiga jari, saya pun mengakrabkan diri.

Trip ala ransel dengan banyak personil dan punya leader yg ciamik, menghasilkan backpacker berjamaah, backpacker mewah. Bagaimana tidak, di stasiun pasar turi, kami sudah dijemput dengan elf wisata full AC. Tapi dengan sempet miscommunication dengan pihak elf. Janjian jam 7 pagi diterjemahkan jam 7 malam, yang menghasilkan jadwal kami molor sampai sekitar 4 jam. Elf ciamik ini yang akan mengantar kami selama 3 hari full ke semua destinasi. Karena naikk elf sendiri, kami bebas turun di mana saja. Kami sempat belanja beras di pasar dan makan di warung bagus. Tapi tetep dengan budget style yaa.

Here we go. Destinasi pertama adalah pantai papuma. Jalan menuju pantai papuma ternyata cukup panjang, melelahkan, dan butuh banyak petunjuk. Bapaknya juga kurang yakin dengan jalan menuju pantai papuma. Dan sayangnya, karena jadwal mundur, rencana kami untuk menikmati momen sunset di pantai papuma harus dibatalkan. Ketika matahari sudah say bye-bye, kami masih harus menempuh waktu sekitar satu jam lagi untuk sampai ke bibir pantai, belum disertai jalan trekking. Ya sudah. Rencana bisa berubah, inilah seninya trip.

Kami langsung berbelok arah menuju Ijen. Jarak yang harus ditempuh cukup jauh juga, namanya juga berbalik arah. Saya pilih tidur saja di kursi belakang. Mendekati Paltuding, jalanan kurang ramah, berkelok-kelok dan berbatu. Saya tetap pilih tidur di kursi belakang. Kira-kira pukul 3 pagi kami sudah sampai di Ijen. Begitu pintu mobil dibuka, wuuusshhhh, udara dingin datang menyapa. Saya segera merapatkan jaket, mendobel celana, dan memasang sarung tangan.

Ketika semua perlengkapan sudah siap, rombongan kami langsung trekking ke atas. Kawah Ijen, aku datang. Perjalanan trekking menuju Kawah Ijen naik dan berpasir. Jalanan berkelok-kelok. Bila berhenti sejenak dan memandang ke atas, tampak langit malam yang dihias berjuta-juta bintang. Di kejauhan tampak lampu kota. Semakin naik, jalan setapak berbatasan dengan jurang. Kalau malam tidak kentara, tapi baru jelas nampak saat terang. Sampai di atas kami disambut dengan angin dingin yang lumayan kencang. Kami semua merapatkan badan demi menghalangi dinginnya si angin. Tetap saja dingin yang menang.

Senut-senut di kaki akibat trekking malam-malam dan senut-senut di tangan karena kedinginan, terlupakan ketika matahari mulai menampakkan senyumnya. Indahnya. Sebaiknya kamu naik ke Kawah Ijen sendiri daripada saya ceritakan di sini. Percaya deh, nggak akan nyesel.

Perjalanan pulang turun ternyata lebih susah dibanding naik. Jalanan berpasir menjadi sangat licin dan rawan jatuh. Yang penting nggak bunyi gedebuk. Sepanjang jalan pulang, suasana terang membawa semangat yang menyenangkan. Apalagi bisa bertegur sapa dengan para penambang belerang. Mereka membawa beban 80 ton di pundak setiap hari naik - turun kawah. Satu kilo nya dihargai 500 rupiah. Mereka mulai sadar pariwisata dengan membuat belerang berbentuk kura-kura dan boneka. Sebagai apresiasi, saya beli hasil karya mereka.

Di dekat area kawah ijen terdapat air terjun. Baunya mirip belerang. Sepertinya air belerang yang terjun di bebatuan. Turis-turis mancanegara girang sekali melihat air terjun dan berusaha berfoto dengan berbagai gaya. Kami, dengan keterbatasan waktu langsung balik ke elf, lanjut jalan. Jalan berkelok-kelok harus dilewati sekali lagi. Kali ini saya menikmati goncangan2nya. Kapan lagi kan.

Perjalanan menuju target selanjutnya, baluran, juga memakan waktu. Saking lamanya, pak sopir yang kelaparan minta mampir makan di pinggir pantai pasir putih. Ini adalah kunjungan kedua saya ke baluran. Terakhir ke baluran hujan masih suka mampir. Saya berharap kunjungan kali ini baluran menyambut saya dengan warna coklat hangat.

Benar aja. Memasuki wilayah taman nasional baluran, pepohonan sekitar warnanya kecoklatan. Ini yang asik dari baluran, suasana savana yang konon kabarnya mirip di Afrika (yak saya belum pernah ke Afrika, jadi belum bisa bandingin). Kami datang ketika senja mulai bergelayut di ujung barat. Warnanya jingga kemerahan. Berhubung bapak-bapak sopir kecapekan, kami pinjem satu elf buat disetirin sendiri ke savana. Kali ini nggak jalan kaki kayak waktu dulu

Malam ini saya nginap di Pantai Bama. Tidak ada cerita jalan 3km buat makan malam. Kami malah makan barbeque sambil kenalan. Fiuh,, usaha mengenal 45 teman dalam satu malam susah sekali buat saya. Maaf ya teman2. Setelah kekenyangan, saya dan beberapa teman pilih leyeh-leyeh, tiduran di bawah titik-titik bintang langit malam. Angin pantai yang kencang berhasil membuai saya ke negeri mimpi. 

Pagi di Baluran saya habiskan untuk duduk-duduk menikmati hari. Kami harus cepat dan tepat jadwal kali ini supaya bisa sampai sebelum jam 3 dan melanjutkan perjalanan pulang dengan kereta dari stasiun pasar turi. Jam 7 pagi kami sudah angkat kaki. Ah,, rasanya baru sejam datang sudah harus pulang. 

Perjalanan pulang berjalan mulus. Sampai di Surabaya masih sempat makan. 
Terima kasih rekan-rekan komunitas bpi untuk trip papuma - ijen - balurannya. Saya masih pengen lagi :D

















Pictures on next post...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)