Rabu, 25 Juli 2012

Kemana Kaki Melangkah (week holiday)

Bangun disambut udara pagi yang segar, diiringi kicauan burung dan suara ombak yang bersahut-sahutan. Berjalan keluar kamar dan disambut lukisan laut luas dan pantai pasir putih serta gradasi warna kuning kemerahan tanda matahari terbit. Ah,, liburan impian di depan mata. Senangnya. Terima kasih Tuhan.



Saya (S) : di sini ada berapa pantai buk?
Ibuk2 (I) : banyak mbak
S : berapa?
I : mau main2 kesana?
S : iya
I : nanti saya kenalin sodara saya ya. dia biasa nganter wisatawan
S : nggak bisa jalan sendiri ya buk?
I : mendingan ada yang antar ya. Biasanya sih turis kalo kesini pake guide
S : emang jalannya susah ya buk?
I : nanti saya ajak sodara saya ke mbak aja ya. Ngomong sendiri


Bapak2 (B) : mbak mau lihat sunrise? disini yang terkenal lihat sunrise di Lagoon Pari trus jalan ke Gua Lalay
Saya (S): berapa?
B : ya,, biasanya mau banyak mau sedikit 50,000
S : itu semua lokasi?
B : 50,000 satu lokasi aja
S : berarti kalo pengen ke 7 lokasi mesti bayar 7 kali 50,000??
B : angguk2
S : pikir2 dulu deh


Inilah ribetnya kalo sebuah desa sudah tanggap jadi desa wisata. Sepertinya semua servis menjadi duit di mata penduduknya. Nggak papa sih, tapi saya jadi kangen maen ke desa sodara trus dikasih tau begini-begitu, dan nggak pake embel-embel duit.
Andai jalan rame2 pasti harga yang dikeluarkan untuk bayar guide nggak segede kalo jalan berdua doang. Pas tanya sama si ibuk pemilik penginapan, dia saranin untuk pake guide karena di sini jarak antar objek wisatanya berjauhan dan kalo belum pernah ke sana, lebih baik ada temennya. Tapi jeleknya si ibu nggak kasih petunjuk arah atau gimana. Nggak ada info sedikit pun. Misal, ikutin jalan setapak, naik ke bukit, lewatin hutan, sekitar 15menit ketemu pantai. Tapi yang dikasih info blank dan embel2 harga. Sepertinya emang udah di plot untuk memanfaatkan turis semaksimal mungkin. Mau ke sini dikit duit, kesana dikit, duit. Hmffff,,,,
Jengkel,, sebel,, kesal,,. Tapi udah terlanjur di sini, dan harus dimanfaatkan. Berhubung kami niat menggelandang, nggak pake plot2an lah. Pagi itu, ketika kaki mulai gatel dan tubuh sudah niat gerak, kami mengikuti jalan setapak. Nikmatnya jalan berdua dan nggak diatur2, suka nemu pengalaman seru. Akibat membiarkan kaki berjalan ngikuti jalan setapak, kami dapat spot-spot ini, termasuk juga spot sunrise (yang seringnya didapat di pantai lagoon pari, kami dapat di saung deket pantai karang-karang). 
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)