Senin, 30 Juli 2012

Bandung, Aku Nitip Barang (week holiday)

Setelah menikmati alam pedesaan, kangen juga sama hiruk-pikuk perkotaan. Harga yang yang harus dibayar adalah duduk seharian di duduk di dalam bus tanpa kepanasan. Sesekali mesti bersabar sama kemacetan. Dan akhirnya bisa berkata girang, Bandung, aku datang!!


Kedatangan kami di Bandung disambut dengan hujan tanpa aba-aba. Dari suasana yang panas, tiba-tiba datang hujan. Hujannya pas kami sampe di Terminal Leuwi Panjang, pas ketika kami barusan turun dari bus, dan hujannya berhenti ketika kami sudah duduk manis di Damri yang akan membawa kami ke Stasiun Bandung. Bener-bener ucapan selamat datang.


Tujuan pertama adalah meletakkan backpack kami ke tempat aman. Ini perjalanan di kota, dan kami mau sedikit gaya tanpa ransel :D. Setelah googling sana sini, ternyata di Stasiun Bandung ada penitipan barang.
Sampai di Stasiun Bandung dan celingak-celinguk sana-sini, kami tidak menemukan tulisan penitipan barang. Ketika sedang bingung, melintas mamang2 berseragam bertuliskan Stasiun Bandung. Pas banget. Kami tanya si mamang. Untuk menitipkan barang di Stasiun Bandung, si mamang memberikan instruksi seperti ini:
  1.  sebaiknya kamu punya tiket kereta untuk masuk stasiun. Berhubung kami nggak punya tiket dan tidak berencana naik kereta sore itu, si mamang kasih tips. Beli tiket kereta termurah di Stasiun Bandung yang harganya Rp.1000,- yaitu tiket menuju Padalarang. (saya sempat kaget nemu tiket kereta yang lebih murah dari tiket peron)
  2. ikut langkah si mamang, masuk ke dalam stasiun
  3. ikut langkah si mamang, keluar stasiun. Iya, ternyata penitipan barangnya ada di sisi yang berbeda
  4. Sewa loker dan titipin deh backpack

Berhubung kami sampai di tempat penitipan barang stasiun bandung jam 5 sore dan penitipan barang tutup jam 7.30 malam, kami putuskan untuk menitipkan barang sampai besok sore. Pertimbangannya adalah, kalo mesti balik lagi makan waktu dan percuma aja nitipin barang. Besok juga kami akan kembali ke stasiun ini karena berencana melanjutkan perjalanan naik kereta. Kami nginep di rumah teman kali ini dan teman saya yang baik ini sedang ada urusan sampai malam. Saya menghabiskan waktu untuk keliling2 Dago sambil tunggu dia selesai urusan dan jalan bareng ke rumahnya yang nyaman di pinggiran Bandung.


Urusan backpack gede beres. Kami tinggal melenggang. Yipie. 
Tapi berhubung semua perlengkapan di backpack, jadi kami terpaksa nggak mandi dan mesti cari baju bersih. Ini kan Bandung yang dingin dan pusat FO yak. *alesan :P

---- Info terbaru dari perjalanan saya ke Bandung September 2015 ----
Penitipan barang sekarang sudah gabung jadi satu dengan tourist information center di bagian Hall Stasiun Bandung. Sayangnya, tourist information center hanya buka sampe jam 16.30,, jadi penitipan barang yang sifatnya hanya fungsi titipan juga hanya bisa melayani sampe sore saja.
Kemaren saya nitip ke tukang ojek yang mangkal di depan stasiun Bandung. Kebetulan tukang ojeknya punya kosan di depan Stasiun Bandung. Untuk harga silakan nego sendiri.

Semoga infonya berguna :)
@dinilint

10 komentar:

  1. Makasih info penitipan barangnya!! Salam ransel!

    BalasHapus
  2. kembali kasih! blog kamu keren rei

    BalasHapus
  3. Selain stasiun bandung, dimana lagi ya bisa titip ransel gede... Bandara husein bisa gak ya? Makasih...

    BalasHapus
  4. hai arieoto,,, sorry nggak punya jawabannya. belum pernah nyari penitipan ransel gedhe di bandara husein :D

    BalasHapus
  5. Tukang ojeknya yg mana mba? Ada kontaknya?

    BalasHapus
  6. ketemu di depan stasiunnya mbak DIAH MAUNAH,, kontaknya udah ilang :/

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  8. mbak kalau penitipan barang lewat tukang ojek kira-kira jam 1 malam masih buka ga ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. selama masih ada babang gojek mangkal si masih ada. Tapi ini penitipan barang yang nggak resmi ya mbak

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)