Selasa, 13 Maret 2012

HUGO - movie about passion

We all here from some reason we have to take. Just full fill the destiny. And they do their passion.


Hugo, film yang berhasil meraih 5 academy awards ini memang benar-benar film yang layak tonton. Gambar 3D membuat saya seolah-olah terserap ke dalam stasiun Paris yang sibuk. Ikut masuk ke dalam jam besar di stasiun, dan menikmati kehidupan stasiun Paris. Lewat lagu-lagunya yang indah, saya merasa benar-benar berada di Paris. Menikmati kota ini dari ketinggian, merasakan salju-salju halus meraba kulit saya, dan mengagumi lampu-lampu Paris yang bercahaya.

Yah,, film ini seperti membangkitkan mimpi saya. Mengajak saya untuk menikmati menara Eiffel dan merasakan saljunya dengan seluruh indra tubuh saya. Saya memang bermimpi untuk menikmati Paris. Salah satu alasan saya harus menonton film ini di layar lebar adalah Paris. Tapi, film ini punya cerita yang lebih hebat dari sekadar Paris, impian saya.

Film ini bercerita tentang Hugo Cabret. Anak laki-laki yang tinggal di Stasiun Paris. Mengapa ia tinggal di stasiun, di dalam jam, itulah inti ceritanya.
Hugo pernah memiliki ayah yang bekerja di museum. Suatu ketika sang ayah pulang sambil membawa manusia mekanik yang rumit. Manusia mekanik itu bisa menulis, seharusnya. Namun, karena ada kerusakan di sana sini, ia tidak dapat melakukan fungsinya. Hugo dan sang ayah pun memperbaikinya. Sebelum tujuan mereka tercapai, sang ayah meninggal karena kebakaran di museum.
Hugo pun pindah ke Stasiun Paris, bersama manusia mekaniknya, dan tinggal bersama pamannya yang bertugas di sana. Sang paman yang pemabuk pergi meninggalkan Hugo. Hugo harus terus melaksanakan misinya dengan manusia mekanik. Dia tetap tinggal di jam Stasiun Paris dan bersembunyi dari polisi yang gemar mencari anak-anak yatim untuk dipindahkan ke panti asuhan.
Dalam tujuannya mempaerbaiki manusia mekanik, Hugo bertemu Papa Georges, dan anak angkatnya,    Isabelle, anak perempuan yang suka bertualang. Hugo juga memperhatikan kehidupan di Stasiun Paris. Menemukan berbagai cerita di perpustakaan besar. Dan bertemu penulis buku tentang film yang sangat mengagumi film.

Passion. Mengikuti alur cerita selama 2jam, saya kembali diingatkan tentang passion. Bagaimana akhirnya Hugo berhasil memecahkan misteri manusia mekaniknya. 
- Hugo Cabret, punya passion terhadap benda mekanik. Ia berhasil menghidupkan kembali manusia mekanik. Dia berhasil menjaga jam di Stasiun Paris tetap berdetak dengan tepat. Ada saat dia menangis dan merasa semuanya sia-sia. Tapi ia berhasil menghadapinya dan terus pada passionnya.
- Papa Georges. Passionnya pada film dan sesuatu seperti magic. Ia pernah sukses menjadi pesulap. Kemudian jatuh cinta pada film, dan sukses dalam setiap filmnya. Perang dunia menghancurkan impiannya, passionnya. Hidupnya tidak bahagia dan hampa ketika ia melupakan film. Ketika ia menyadarinya, kembali menuju passionnya pada film, bahagia muncul kembali ke hadapannya dan dunianya berwarna.
- Isabelle. Ia begitu tergila-gila pada petualangan. Buku cerita. Cerita manusia. Dengan tekun ia menikmati setiap petualangan yang ada, tekun pada detail-detailnya, berani menghadapi tantangan dan kejutan, hingga akhirnya menemukan akhir petualangan yang menyenangkan yang berujung pada awal petualangan yang lain.

Pesan paling kuat yang saya dapat dari film ini: "follow your passion, and your life so signify, for you and for people around you".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)