Minggu, 18 Maret 2012

City Hunter

Setelah bela2in lari ke Lebak Bulus dengan konsekuensi nembus jalanan Jakarta yang ternyata jauh gila. Setelah rebutan pake TV sama adek pake acara ngambek2an. Setelah rela duduk manis di depan layar 21 inch di kursi butut. Ternyata nggak sia-sia saya siapin waktu untuk nonton 20 episode x 60 menit durasi drama Korea, City Hunter.


Jujur, pertama saya tertarik nonton karena si ganteng Lee Min Ho beraksi. Tapi setelah saya tonton, saya suka ceritanya. Sebenernya cerita sadis bukan tipe cerita yang saya suka. Tapi sadisnya di sini nagih. Bukan adegan tembak2an ato berantemnya yak. Tapi ada alur cerita yang dalem di sini.

Cerita bermula dari sebuah insiden rahasia. Pembunuhan 21 orang tentara oleh negaranya sendiri. Ternyata masih ada satu orang yang hidup. Satu orang ini dendam karena teman2nya dibunuh dan dihilangkan identitasnya oleh negara. Istilahnya secret mission. Bapak ini merencanakan balas dendam pada lima orang pengambil keputusan. Dia pun mengambil bayi-baru-lahir temannya, yg juga terbunuh dalam misi ini, dari ibunya.


Cerita ini dimulai dengan isu politis yah. Dan selanjutnya akan berkembang menjadi masalah2 politis yang rumit dan njlimet. Film ini bisa bercerita tentang korupsi dan dampak langsungnya pada rakyat. Tentang uang pendidikan yang terlalu mahal dan dampaknya pada kehidupan rakyat. Tentang kegilaan pengusaha pada uang sehingga merugikan banyak karyawannya. Juga ada kebijaksanaan dan cara yang harus ditempuh secara politis oleh presiden untuk mengambil keputusan terbaik bagi rakyat.

Walau tampaknya film ini rumit, ada beberapa adegan sederhana yang mampu bikin saya berkaca-kaca dan trenyuh lho. Adegan mesra City Hunter dan Kim Na Na, adegan pertemuan City Hunter dengan ibu kandungnya, adegan percakapan City Hunter dengan ayah biologisnya yang ternyata tahu kalau City hunter adalah anaknya, dan yang paling menyentuh adalah adegan pada episode terkahir ketika City Hunter dan sang ayah yang sama2 tertembak dan berlumuran darah saling berpegangan tangan untuk menyampaikan salam terkahir.

Mengutip omongan adek saya tentang film ini; film yang menggugah sisi kemanusiaan walau caranya kurang manusiawi. Ya karena itu, banyak adegan sadisnya. Anak2 jangan nonton film ini deh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)