Senin, 19 Desember 2011

Jeep, Pasir, dan MuiNe

Lagi2 travelling bikin saya super rajin. Bobo jam 1 malem dan rela bangun jam 4 pagi. Jeep nya udah nungguin.


Mau lihat apa sih di MuiNe? Kalo cuma pantai kan Indonesia punya banyak.
MuiNe itu terkenal dengan padang pasirnya. Ehm,,, berhubung saya belum pernah ke padang pasir yang mirip di Afrika itu, penasaran dong. 
Bermodal ngobrol sama mas Vietnam yang super ramah dan jago bahasa Inggris, saya dan teman2 dapet tour untuk keliling Muine.
Si mas bilang untuk standby jam 4 pagi. Whats,,, Reaksi saya begitu si mas bilang. Apa nggak salah. Dia cuma pasang senyum sok manis. Yaa,, berarti kita diajak nonton sunrise juga mungkin.

Jam yang dijanjikan tiba. Di luar, tidak ada tanda2 kehidupan. Beda kaya waktu saya ke bromo, pagi2 buta udah rame suara jeep dan motor serta orang2 yg lalu lalang nggak mau ketinggalan menyambut matahari terbit. Lah, ini,, saya aja ragu jadi berangkat apa nggak. 
Saya jalan ke ujung gang dan menemukan sebuah jeep tua dan seorang mas2 berwajah gelap nangkring. Yak, mari berangkat.


Perjalanan menuju padang pasir ternyata lama. Saya sempet lanjutin tidur lagi di jeep dengan ditemani belaian angin pagi yang dingin. Brrrr.



First stop adalah White Sand Dune. Matahari sudah mulai terbit ketika kami sampai disana. Kami dipersilakan memilih untuk menuju ke padang pasirnya, dengan berjalan kaki atau naik ATV. Layaknya bule2 perkasa, kami pilih jalan kaki, dan setelah itu ngos2an. Karena konturnya yang berbukit-bukit, kita bisa main sliding, meluncur dari atas ke bawah dengan menggunakan pelapis dari plastik yang kami sewa dari orang lokal.


 Nggak hanya putih, MuiNe juga punya Yellow Sand Dune. Bahkan kadang warnanya bisa berubah jadi merah (menurut mata saya,, hehe). Jalan ke sini lebih mudah, sand dune ini letaknya persis di pinggir jalan dan depannya ada warung makan. Jadi kalo lapar tinggal lompat. Hehe


Third stop adalah pasar ikan. Vietnam pinter mengolah sesuatu jadi tempat wisata. Pasar ikan ini adalah kumpulan orang lokal yang nongkrong di pinggir laut dan jual-beli ikan seger. Cari tempat beginian di Indonesia banyak kan.
Tapi pemandangan laut biru dengan kapal2 nelayan cantik warna-warni sangat menyenangkan. Ada kapal bulat juga yang pengoperasiannya pake tali dan cuma goyang2kan kapalnya.


Last objek adalah Fairy Stream. Disebut fairy karena ya mirip negeri dongen gitu. 
Jadi sebenarnya ini adalah sungai yang terbentuk dari pasir. Pasirnya terdiri dari 3 warna; putih, kuning, dan merah. Kita berjalan menyusuri sungai setinggi mata kaki. Bila ingin melihat dari ketinggian, memanjatlah ke atas pasir merah. Lumayan ngos2an tapi seru.
Psst,,, hati2 dengan guide disini. Banyak anak muda ramah yang mau mengantarkan kita dan jadi guide. Tapi biaya yang mereka minta suka nggak masuk akal. Kemaren 2 orang cowok berondong minta 400,000 dong dari kita sebagai jasa guide. Kita yang turis kere nggak rela dan cuma kasih 100,000 dong buat mereka. Sambil marah2 tapi. Sopir kita aja cuma dapet 50,000 dong untuk tip setelah antar kita seharian.

That's what you can see in MuiNe. Time to back to hostel, packing, dan siap2 pulang lewat Ho Chi Minh City. Yeay

4 komentar:

  1. Salam kenal..
    saya ingin bertanya berapa harga paket to Mui Ne ya?

    BalasHapus
  2. salam kenal Zilla,,
    itu cerita saya jalan2 ke Mui Ne. Jalan sendiri, alias atur keuangan sendiri. Nggak ikut paket tur :))

    BalasHapus
  3. owhh ok dini, terima kasih ya..saya sudah lihat2 harga paket tur, mahal sekali, muflis saya dibuatnya hehehe.kalau punya waktu saya ingin sekali singgah di Mui Ne ini, my trip 21-30 Januari ini...

    BalasHapus
  4. Memang Muine kota wisata,, banyak spot yang mematok harga mahal. Tapi kalo mau jalan sendiri dan bergaya ransel masih bisa kok.
    Good luck untuk jalan2nya

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)