Rabu, 28 Desember 2011

best part of the travelling is going home

Dimana pun, kapan pun, bagaimana pun bentuk travellingnya, pulang selalu menjadi puncak dari perjalanan itu sendiri.

picture taken from here

Setelah lari2an di bandara, ditinggal pesawat ke Indonesia, error booking, sampai jadi korban error connection sampai dapat tiket dobel untuk pulang, akhirnya,,, waktu untuk pulang ke Indonesia datang juga.

Masih ingat dengan trauma sebelumnya, kami cuma bisa memandang jalanan HCMC di balik jendela taksi. Berharap ada mujizat sehingga taksi ini bisa berjalan seperti kopaja yang lihai nyelip di kerumunan ibu kota. Tapi apa daya, sopir taksi yang baik dan pengertian pun tidak mampu menembus angka 40 km/jam di jalan raya HCMC.

Dengan perasaan masih dag-dig-dug, kami sampai juga di bandara. Berlarian menuju counter check in Jet Star dan berharap tidak ada kelebihan bagasi karena tampilan ransel kami yang besar2. Beberapa error saat check in yang membuat check in kami lebih lama dari yang lain, membuat petugas merasa bersalah sehingga tidak memeriksa ransel kami. Tapi memang ransel kami beratnya hanya 7kg, kurang 3kg dari batas cabin baggage yang diperkenankan.

Sebagai turis kelaparan yang belum makan sedari siang [demi ngirit uang yang tinggal beberapa lembar siapa tau nggak bisa pulang lagi], kami pun mencari makan di bandara. Dasar makanan bandara, jelas harganya selangit. Ya, kita turis kere tapi makannya seharga 13 US$. Makan sambil menikmati view pesawat2 gede. Tapi yang paling menyedihkan adalah, kita harus makan makanan mahal dengan tergesa2. Bahkan sambil acara hitung uang di sela2 makan. Trus belum makanan masuk semua, mesti lari2 lagi demi boarding. Fiuh.

Perjalanan dari HCMC menuju Singapura lancar. Saya sampai nggak sadar kalo pesawat udah take off sampai landing lagi.

Kami punya waktu semalaman untuk transit di Changi, Singapura. Jelas saja yang kami butuhkan adalah tidur. Tapi saya ada beberapa informasi tentang Changi:
  • best place to free sleep adalah di viewing mall. Di tiap terminal (1,2,3) tersedia viewing mall berkarpet yang hangat. Tapi yang paling besar adalah di T1.
  • kalo mau makan murah, datanglah ke changi canteen staf. Dengan 3-5 SGD bisa makan di airport. T1 di level ground. T2 di level 3M atau setingkat lebih tinggi di atas level 3.
Tidur di Changi semalaman terlampaui. Time to back to Indonesia. So happy.

NB: beberapa sumber diambil dari milis indobackpacker

Senin, 26 Desember 2011

this post is dedicated for my experience this christmas


Thank God I meet with Christmas again. And thank God I learn something from this Christmas. I learn that life always goes on. And life always offers the thing. I am lucky because I feel the nice thing. Merry Christmas!



Life always offers some nice thing for everyone who believes it. I already get the experience and still enjoying the nice offer from life. God, the owner of life tell me time by time. It is great experience every time I realize, feel, and enjoy.

That winter, when the weather is cold and wind breeze so chill, I decided to let the balloon fly into the sky. It was hard for the first. I feel that the winter wind take the balloon back to me. And the bad decision I have made is I take the rope and hang again the balloon. Some time I hang it tight. At the other time I hang it loose. For more time I open my arm, just try to let the balloon fly again to the sky by the wind. But the next time, I take the rope of the balloon and hang it again. It makes me tired. Until I realize that there’s no benefit to always take the rope of that balloon. It needs some strong will to make the decision for let it go. Just let it go. Let the wind blows.

And yes I did. I can do it. I open my arm, let the rope, and let the balloon fly follow the wind, then the wind takes it to the sky.

I feel my hand so free. Even some other time, I wish I can hold some rope.

Then life offers me the great thing.

The wind still blow. But this time, it takes me another balloon. Not just balloon but balloons. Not just a color, but so many colors. This time, I still enjoy the balloon that dance with the wind. I already feel it in the sky and wait for the dance. I wish for the next time, I can get my balloon and hang it in my arm.
When I already lose, another thing is coming to me. Life is great, isn’t it. 

Kamis, 22 Desember 2011

The Water Puppet Show

Vietnam pinter ngemas pariwisatanya. Salah satunya dengan pertunjukan wayang air ini. Mereka cerita ke dunia tentang cerita daerah mereka pake boneka di kolam air dan perdengarkan musik dan alat musik daerah mereka. Mereka juga kenalin bahasa daerah mereka. The local thing for global consumer. Great!



Kebanyakan orang menyarankan untuk nonton water puppet show ketika berkunjung ke Vietnam. Tampaknya ini sesuatu hal yang khas dan jadi salah satu things to do di Vietnam. Saya pun rela menukar 6 dolar US dengan pertunjukan berdurasi sekitar satu jam.

Sebelum masuk ke dalam gedung pertunjukan, saya sempat jalan2 di sekitar gedung. [berhubung datangnya satu jam sebelum show]. Gedungnya besar dan tidak hanya digunakan untuk pertunjukan wayang air tok. Di salah satu ruang saya melihat ada kelas tari. Yang menari rata2 usianya sudah kepala empat. Terdiri dari pria dan wanita yang tampak hepi bergoyang salsa. Seru.
Di bagian belakang gedung ternyata ada tempat olah raga yang besar. Saat saya di sana, saya lihat orang sedang main badminton, tenes, voli, basket. Pantes orang Vietnam dari muda sampe tua langsing semua. [sepanjang jalan, di taman kota, saya lihat orang2 olahraga, dari mulai lari, senam, sampe memanfaatkan alat gym di taman].

Jam pertunjukan dimulai. (show start 17.00 & 18.30 everyday). Dengan disambut penerima tamu berbaju adat Vietnam, kami pun masuk dan mendapatkan tempat duduk. Tempatnya mirip gedung bioskop tapi dengan kursi yang lebih kecil dan jarak kaki yang lebih sempit [mungkin pengaruh orang Vietnam langsing].
Pertunjukan dibuka dengan musik traditional Vietnam yang dimainkan secara live. Yah, mungkin mirip wayang orang di Indonesia dengan gamelannya yang lengkap.
Saya nggak terlalu paham ceritanya [orang nanam padi di sawah. orang main2 di sawah. bebek kejar2an. naga nongol. anjing panjat pohon kelapa. raja dan rombongan datang]. Semuanya dimainkan dengan bahasa Vietnam.
Tapi saya enjoy tu. Musiknya mampu menyampaikan pesan dan bisa bikin ketawa. Gerakan wayang airnya juga kompak.
Closingnya dalang2 [dalangnya banyak, g kayak wayang Indonesia yang cuma satu] keluar dari air dan kasih hormat ke penonton. Tentu saja dapet tepuk tangan sebagai penutup.

Psst,,, itu ternyata wayangnya dimainin pake tongkat. Dalangnya di belakang panggung. Suara wayang dari orang yang maen musik sekaligus nyanyi. Dan mereka kompak banget. Wajib tonton deh.

One More Day

Here we go,, meet the bad traffic and motorcycle horn everywhere

jalanan di HCMC

Hasil googling tentang tempat wisata yg wajib kunjung di HCMC, saya menemukan:
  • Tur di Delta Mekong. Tur menyusuri sungai coklat yg banyak di Indonesia. Dikemas sedemikian rupa lengkap  dengan tur pake topi kerucut petani, makan nanas, dan naek kapal nelayan. Indonesia banget yaa
  • Tur di Cu Chi Tunnel. Terowongan peninggalan masa perang. Masuk ke terowongan sempit, dapat tur sekitar   perang, dan nonton film perang yang kali ini jagoannya orang Vietnam melawan penjajah rambo yang super kejam.
  • Museum2 aneka rupa. Kebanyakan museum itu bercerita tentang kekejaman perang.

Dan membayar beberapa dolar untuk menyusuri sungai kotor atau pun melihat peperangan bukan hal yang menarik minat saya ketika jalan-jalan di negeri orang. 

Satu artikel di salah satu majalah penerbangan menuliskan, what to do in HCMC: enjoy the crazy traffic and hillarious horn. Hmm,,, sound interesting. Jadi saya memilih untuk menikmati HCMC di jalanan. Tepatnya dengan berjalan kaki.

Pilihan berjalan kaki di HCMC memang menyenangkan. Di area distrik 1, turis2 berlalu-lalang. Di jalanan, banyak disediakan tempat pedestrian yang besar dan nyaman. Selalu ada taman luas dengan pohon yang besar. Oia, di jalanan banyak pedagang kaki lima yang menjajakan makanan selingan untuk menemani jalan2. Kami bahkan menemukan minuman berwarna hitam yang rasanya mirip cincau tapi juga mirip kopi ringan yang enak dan sangat fresh di hari siang yang terik. Kalau merasa gerah dengan udara HCMC, kami tinggal masuk ke salah satu toko kecil di jalanan dan pura-pura lihat produk sambil menikmat AC.

Gedung Kesenian
Bagus yaa

turis berfoto di patung yg,,,
mirip patung ibu anak di taman KB Semarang

Photo exhibition di taman kota
*lihat di belakang, yg bangunan kayu2 itu

kalo nggak salah Gedung Seni juga
*lupa nama

The Map
inside Post Office

minuman enak yg aku sebut2 di atas

taman kota
yg ini lengkap dengan fasilitas gym dan orang2 yg berolahraga
Sebagai ucapan bye bye beneran sama Vietnam, kami nonton water puppet show dulu. Ah, g sabar bilang bye bye.

I Love U

My mom doesn't have any twitter, facebook or YM. So i just say straight to her that I love my mom so much. Actually I just do love to say I love you mom everyday from my attitude. Even, i know there's still bad things i've done to her. Anyway, happy mother's day my lovely mom and also for every mom in the world


This night she just wake up from her sleep, knowing me hungry, then cooked me delicious spagheti by herself. :')
And off course so much cutest things she has done to me with her unconditional love.

Selasa, 20 Desember 2011

Tambahan Liburan dari Tuhan

Ketika menurut pandangan manusiaku semuanya terasa sempurna, Tuhan punya caraNya yang istimewa untuk berkata, masih ada banyak hal yang perlu disyukuri lagi lagi dan lagi.


Semua objek sudah terlampaui. Uang di kantong juga sudah tinggal beberapa lembar. Tinggal menunggu keberangkatan menuju Ho Chi Minh City, ke bandara, trus dada-dada sama Vietnam dan say hello to Indonesia. Ah, senangnya. Membayangkannya saja membuat hati bahagia.

Senin, 19 Desember 2011

Jeep, Pasir, dan MuiNe

Lagi2 travelling bikin saya super rajin. Bobo jam 1 malem dan rela bangun jam 4 pagi. Jeep nya udah nungguin.


Mau lihat apa sih di MuiNe? Kalo cuma pantai kan Indonesia punya banyak.
MuiNe itu terkenal dengan padang pasirnya. Ehm,,, berhubung saya belum pernah ke padang pasir yang mirip di Afrika itu, penasaran dong. 
Bermodal ngobrol sama mas Vietnam yang super ramah dan jago bahasa Inggris, saya dan teman2 dapet tour untuk keliling Muine.
Si mas bilang untuk standby jam 4 pagi. Whats,,, Reaksi saya begitu si mas bilang. Apa nggak salah. Dia cuma pasang senyum sok manis. Yaa,, berarti kita diajak nonton sunrise juga mungkin.

Jam yang dijanjikan tiba. Di luar, tidak ada tanda2 kehidupan. Beda kaya waktu saya ke bromo, pagi2 buta udah rame suara jeep dan motor serta orang2 yg lalu lalang nggak mau ketinggalan menyambut matahari terbit. Lah, ini,, saya aja ragu jadi berangkat apa nggak. 
Saya jalan ke ujung gang dan menemukan sebuah jeep tua dan seorang mas2 berwajah gelap nangkring. Yak, mari berangkat.


Perjalanan menuju padang pasir ternyata lama. Saya sempet lanjutin tidur lagi di jeep dengan ditemani belaian angin pagi yang dingin. Brrrr.



First stop adalah White Sand Dune. Matahari sudah mulai terbit ketika kami sampai disana. Kami dipersilakan memilih untuk menuju ke padang pasirnya, dengan berjalan kaki atau naik ATV. Layaknya bule2 perkasa, kami pilih jalan kaki, dan setelah itu ngos2an. Karena konturnya yang berbukit-bukit, kita bisa main sliding, meluncur dari atas ke bawah dengan menggunakan pelapis dari plastik yang kami sewa dari orang lokal.


 Nggak hanya putih, MuiNe juga punya Yellow Sand Dune. Bahkan kadang warnanya bisa berubah jadi merah (menurut mata saya,, hehe). Jalan ke sini lebih mudah, sand dune ini letaknya persis di pinggir jalan dan depannya ada warung makan. Jadi kalo lapar tinggal lompat. Hehe


Third stop adalah pasar ikan. Vietnam pinter mengolah sesuatu jadi tempat wisata. Pasar ikan ini adalah kumpulan orang lokal yang nongkrong di pinggir laut dan jual-beli ikan seger. Cari tempat beginian di Indonesia banyak kan.
Tapi pemandangan laut biru dengan kapal2 nelayan cantik warna-warni sangat menyenangkan. Ada kapal bulat juga yang pengoperasiannya pake tali dan cuma goyang2kan kapalnya.


Last objek adalah Fairy Stream. Disebut fairy karena ya mirip negeri dongen gitu. 
Jadi sebenarnya ini adalah sungai yang terbentuk dari pasir. Pasirnya terdiri dari 3 warna; putih, kuning, dan merah. Kita berjalan menyusuri sungai setinggi mata kaki. Bila ingin melihat dari ketinggian, memanjatlah ke atas pasir merah. Lumayan ngos2an tapi seru.
Psst,,, hati2 dengan guide disini. Banyak anak muda ramah yang mau mengantarkan kita dan jadi guide. Tapi biaya yang mereka minta suka nggak masuk akal. Kemaren 2 orang cowok berondong minta 400,000 dong dari kita sebagai jasa guide. Kita yang turis kere nggak rela dan cuma kasih 100,000 dong buat mereka. Sambil marah2 tapi. Sopir kita aja cuma dapet 50,000 dong untuk tip setelah antar kita seharian.

That's what you can see in MuiNe. Time to back to hostel, packing, dan siap2 pulang lewat Ho Chi Minh City. Yeay

Jumat, 16 Desember 2011

I'm just blessed

Kalo iphone punya instagram, android punya vignette dong ;)








Kalo kau tanya kerjaanku,, saat ini aku bekerja dengan bernyanyi dan bermusik bersama anak-anak lucu ini. Yes. I'm just blessed :)


Kamis, 15 Desember 2011

Sambutan di MuiNe

Are you backpacker? Sapa seorang pria muda Vietnam pada saya begitu saya mengambil backpack dari bagasi bus dan menaruhnya di pundak. Hmm,, saya sudah bisa disebut backpacker rupanya.

Sambutan di MuiNe sungguh menyenangkan. Yang saya tahu hanya MuiNe punya padang pasir berwarna putih dan merah, dan saya pengen nyobain padang pasirnya. Saya cuma tahu ada bus yang membawa saya ke MuiNe. Memasuki MuiNe tampak resort-resort keren yang tampak homy, cozy, dan pastinya mahal. Turis-turis modis dengan pakaian ala pantai sudah terlihat berjalan kian kemari. 

Bus yang membawa kami ke MuiNe berhenti di pemberhentiannya. Sebuah toko di pinggiran jalan. Dan seorang pria muda Vietnam menyapa. Dia membawa kami memasuki gang kecil. Ah, rupanya disana ada penginapan seluas aula kecil lengkap dengan kamar mandi dalam, AC, dan TV kabel. Dia hanya perlu kami memberikan 4 dolar US per orang sebagai gantinya.

Suasana MuiNe yang persis di pinggir pantai membawa udara panas. Perut lapar dan udara panas, mengajak kami untuk menikmati makan di pinggir pantai. Persis seperti di Jimbaran, tapi pastinya dengan menu yang berbeda. Makan kali ini kami menikmati layaknya turis bule-bule itu. Ikan, gurita, nasi putih, dan sayuran, serta minuman segar untuk 600,000 dong berempat sampai kenyang.
Psst,, hati-hati terhadap anak kecil yang berkeliaran di sini. Pelayan mengingatkan untuk menjaga barang-barang kami dengan baik.

Menyusuri jalanan di pantai MuiNe pada malam hari menyenangkan. Di sisi-sisinya [yang seharusnya tampak pantai] tampak resort-resort cantik. Lampu jalan menerangi jalanan yang bersih dan rapi. Turis dan kendaraan tidak terlalu ramai di sini. Ada toko-toko yang menjual souvenir dan bikini. Tinggal pilih, mau yang harga miring atau yang mahal.
Harga benda bermerk disini jauh lebih murah dibanding di Indonesia


the octopus
makannya mesti masak dulu pake areng di atas hot bowl

the big fish
dipanggang tanpa bumbu
tambahin sendiri suka2 garam dan kecapnya yg yummy
dimakan tanpa bumbu juga seru

biar makannya mahal tetep nasi ketan khas vietnam
sebelahnya jus nanas seger

Sedikit cerita:
Malam saat saya jalan2 di MuiNe adalah malam final pertandingan sepakbola di SEAgames Indonesia vs Malaysia. Sebelumnya tim kesebelasan Vietnam sudah kalah melawan tim Indonesia sehingga tidak berhasil melaju ke final. Kami yang penasaran ikut menonton di cafe. Sepertinya orang Vietnam masih dendam karena kekalahan kemarin dengan Indonesia. Mereka mendukung Malaysia. Kedudukan seri membuat Indonesia dan Malaysia harus adu penalti. Ketika tim Indonesia mendapat gol, tentu saja kami bersorak. Tapi kami harus menahan sorakan kami, karena ternyata orang-orang Vietnam ini malah geram. Ketika Indonesia gagal sekali melakukan gol, orang-orang Vietnam ini bersorak kegirangan. Kami yang takut, memilih pergi meninggalkan kerumunan sambil bersedih. Aarghh,,,

Rabu, 14 Desember 2011

From Up-High to Down-Low

This is pictures from our way Dalat to MuiNe, Vietnam.


The delicious fried rice and special local ice tea with sugar. The road. The sky. The people. I want you to enjoy it like me enjoy the trip :)
Any question? Just ask me

Selasa, 13 Desember 2011

Kehidupan adalah Sebuah Perjalanan

Heran deh. Tiap ada film Indonesia yang bagus, cuma mampir sebentar di sini. 
Akibatnya,, lewat seminggu aku nggak bisa menikmati Arisan2 di bioskop Semarang :(



Saya sudah menikmati film karya teh Nia Dinata sebelumnya Arisan. Film pertama nggak saya tonton di bioskop dan pengalaman itu bikin saya sedikit kecewa. Filmnya bagus dan menyenangkan dengan cerita yang beda. 
Denger ada sekuelnya saya pun penasaran. Apalagi kabarnya syutingnya nggak hanya di Jakarta, tapi juga di salah satu gili di Lombok. Ceritanya pun berlanjut, seperti layaknya kehidupan yang selalu berlanjut.
Saya memang nggak bisa langsung nonton begitu premiere nya keluar. Saya punya urusan yang harus saya urus lebih dulu. Saya pikir film itu masih akan bertengger di bioskop lah. Seminggu kemudian, bebarengan dengan ajakan teman untuk hangout, saya ajak teman untuk menikmati arisan 2 lewat layar lebar. Tapi,, saya harus kecewa karena film tersebut sudah dicabut dan digantikan dengan film bertema hantu2 nggak jelas. :((

Untuk kali ini saya mau bilang thank God to Jakarta. Ketika saya punya kesempatan mencuri sedikit waktu di sela2 kesibukan saya di Jakarta, saya berusaha bagaimana caranya untuk punya kesempatan menikmati Arisan 2 di bioskop.
Saya nggak kecewa. Saya bangga bisa nonton film Indonesia yang ok.
Saya menikmati cerita kehidupan yang berlanjut. Saya menikmati gambar2 cantik yang tertata apik  Saya menikmati cerita2 kelas atas Jakarta. Saya menikmati problematika manusia kepala empat. Saya menikmati kenikmatan menyendiri di gili. Saya menikmati suasana liburan. Saya menikmati batik2 cantik yang dikenakan sang pemain. Saya menonton Indonesia di Arisan 2.



Bravo untuk semua pendukung Arisan 2 termasuk penontonnya. Teruslah berkarya untuk menghasilkan film Indonesia yang ok, dan saya akan dukung dengan nonton film Indonesia yang ok. :)

Jumat, 02 Desember 2011

All Around Dalat is Flower

"We want to visit the waterfall with rollercoaster. And of course,, enjoy the flowers. How we can get all this in your city?"

Kata mbah Google, Dalat adalah city of flower. Of course saya pengen enjoy the flowers around the city. Kata mbah Google lagi, ada air terjun spesial di sini. Bukan air terjunnya yang spesial. Tapi how to get to waterfall nya yang spesial. Pake roller coaster tanpa mesin. Penasaran.
Si mas resepsionis baik hati memberi offer untuk jalan pake mobil. US$10 each. Kita dapet mobil eropa gede dan sopir yang mampu telpon2an sama resepsionis kami kalo dia kesulitan ambil keputusan. Yap, si sopir g bisa bahasa inggris sama sekali. Gapapa, dia bisa senyum kok.

mobil lapang dan pak sopir yg siap antar kami keliling city of flower

first destination: The Palace. Bisa foto ala putri vietnam

cable car menuju Pagoda. Naik - turun dari pucuk cemara

bertemu biksu di pagoda

salah satu pagoda dan kletengannya yg selalu bunyi

kebun bunga dan pengkreasinya

the waterfall

roller coaster hydrolic that take us to waterfall

view in Valley of Love

Dalat also know city for honeymoon
It has special place for couple who fall in love
They also provide place to lock their love

people of Dalat who likes to crochet
Berdasarkan urutan saya muter2 sehari di Dalat:
Palace - Cable car - Pagoda, meditation centre - Waterfall with roller coaster - Valley of Love

Note:
Paling seru share mobil bareng2. Di Dalat papan petunjuk jalan sangat jarang, jalannya naik turun pula.
Keliling2 di Valley of Love paling seru sama pasangan dan seharian. Banyak spot foto seru lengkap dengan propertinya yang lucu dan unik. Bisa touring naik jeep ke atas gunung juga.
Saya nggak ke flower park atas rekomendasi mas resepsionis. Kata dia all around Dalat is flower, so you don't need to go just to the park. And it's true. Flower is everywhere in Dalat.

the beautiful lake in the heart of Dalat