Sabtu, 12 November 2011

backpacking surprise

akibat angkat ransel, saya punya cerita seru :D

"Semalam lagi di Jogja yuk." dan dari kalimat itu cerita kali ini dimulai.

Kami kembali lagi ke daerah Malioboro, touristy area of Jogja. For your information, beberapa temen saya yg pernah tinggal di Jogaj malah kurang suka menelusuri Malioboro. Tapi saya selalu menjadikan Malioboro sebagai post visit saya ketika di Jogja. 

Di satu gang kecil bernama Sosrowijayan, gang di balik jalan Malioboro itu, kami melangkahkan kaki kami sambil memanggul backpack tercinta. Masuk satu demi satu penginapan untuk mendapatkan penawaran terbaik. Demi bisa dapat satu kamar yang bisa dihuni empat orang bersama-sama dengan harga yang murah ternyata butuh putar2 di gang kecil Sosrowijayan. Kami sempat niat mau pasang tenda aja entah dimana. Tapi satu penginapan kecil di pinggir jalan besar itu menerima kami berempat dalam satu kamar dengan menukar 120000 rupiah kami. Kamar mandi dalam dan kasurnya luas plus ekstra bed. Ah, salah satu surprise backpacking, dapat kamar bagus, murah, dan hangat :).

Perjalanan menyusuri jalanan Malioboro berlanjut. Sight seeing melihat aktivitas manusia jual, beli, menyanyi, menonton, berfoto adalah suatu seni tersendiri buat saya. Apalagi di sela-sela itu ada canda tawa dari teman2 seperjalanan. Kami berhenti di salah satu sudut Malioboro untuk menyantap nasi. Haha,, ketika travellin kadang makan nasi komplit itu susah sodara. Saya pilih menu nasi putih, oseng2 daun kates yang pedas, dan burung dara. Nyam nyam. Malam itu pemuda dari Semarang, Balikpapan, Palembang dan Jakarta berkumpul di Jogjga dan bercanda layaknya teman lama. Surprise backpacking selanjutnya. :)


Di ujung jalan Malioboro ternyata sedang ada syuting film Hollywood. Ternyata untuk dapat satu adegan saja butuh waktu berjam-jam dan set luar biasa complicated. Tampak dari situ kerja keras di balik suatu produksi film. Mereka bekerja dari malam [ketika semua orang terlelap dan jalanan mulai sepi] hingga pagi hari.

Kaki kami terus melangkah. Melewati sudut2 kota Jogja di malam hari. Tujuan selanjutnya adalah pohon beringin kembar di alun-alun kidul. Konon katanya, bila berhasil melewati si beringin kembar sambil menutup mata, permintaanmu akan dikabulkan. Dan ternyata, berjalan kaki dari alun-alun lor, yang dekat dengan alun-alun kidul, itu cukup menguras energi. Tapi selalu ada sesuatu yang menyenangkan. Surprise backpacking selanjutnya adalah, nemu spot seru untuk foto di jalanan. Nggak mungkin kan kalo sambil naik becak ato apalah itu, trus berhenti semena2 di jalanan buat foto di kota. :)


Jalan itu butuh energi. Energi bikin laper. Malam itu [yg rencananya mau naek becak warna-warni keliling2, mau nembus pohon beringin] kami jadinya nongkrong lesehan demi ganjel perut. Saking capeknya [akumulasi efek perjalanan sebelumnya dan jalan kaki lumayan jauh] kami tidur di lesehan itu. Thank God it's lesehan, kalo kursi kan g bisa rebahan. Dan makanannya baru datang setelah kami pulas tidur trus bangun lagi. Surprise :)


1 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)