Minggu, 04 September 2011

Autumn Color

Jarum pendek berada di angka 3. Matahari sudah mulai meredupkan sinarnya sedikit. Kami membawa kaki-kaki kecil kami menapaki kaki Sang Merapi.










Jalanan menuju puncak Merapi yang ramah dan bersahabat tampaknya tidak seperti dulu. Kali ini jalurnya dipenuhi debu dan tanahnya sangat gembur. Beberapa langkahku harus terseret kembali ke belakang mengikuti gravitasi. Beberapa wisatawan kami temui saat menyusuri jalur dari New Selo, Boyolali. Mereka ikut menikmati keindahan pemandangan yang ditawarkan oleh Gunung Merapi. Biasanya pendaki akan menuju puncak saat tengah malam, berhenti sejenak di Pasar Bubrah, kemudian mengejar sang mentari terbit di puncak. Kabarnya mendaki puncak pasca erupsi Merapi beberapa waktu lalu sekarang susah. Harus menggunakan teknik merangkak untuk sampai ke titik puncak. 
Kami, akibat berbagai kejadian yang bisa membuat ngakak, memulai perjalanan saat hari hampir senja. Sepanjang perjalanan ditemani warna-warni coklat yang hangat, mengingatkanku pada musim gugur di negeri orang. Matahari yang perlahan meninggalkan bumi tampak indah dari kejauhan. Senja yang memikat di punggung Merapi.
Terima kasih Tuhan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)