Senin, 02 Mei 2011

macet, ronde, bakso, pisang

long weekend selalu punya agenda untuk teman2 yg doyan travelling. karena saat long weekend adalah kesempatan emas untuk punya banyak hari luang untuk menikmati sisi lain dunia. hal ini juga terjadi pada saya. seminggu yg lalu, setelah gereja, saya memutuskan untuk jalan ke luar kota. cukup yg dekat2 dulu saja, karna cuma berencana semalam di tempat tidur orang.
perjalanan semarang-solo seharusnya cuma 3 jam. tapi di jumat sore itu - yg kami kira semua orang sudah berada di tempat liburannya, berhubung tanggal merah di hari jumat - semua orang sepertinya tumpah di jalanan. jalan yg cuma punya dua jalur itu penuh dengan mobil. alhasil, kami harus menikmati macet berkepanjangan. untungnya, pemandangan di kiri kanan adalah kebun teh. tak mau melewatkan kesempatan, saya pun berpose :D
narsis sedikit gapapa yaa
hari mulai gelap ketika kami sampai di salatiga. salatiga adalah sebuah kota kecil yg terletak di tengah perjalanan semarang - solo. salatiga terkenal dengan wedang rondenya. menikmati minuman hangat di tengah hawa dingin kota kecil adalah perjalanan yg tak boleh terlewatkan.
pasar salatiga kala maghrib

pemandangan pasar salatiga dari tempat minum ronde
the ronde maker
ronde (mirip bakso putih isi kacang) dengan kuah wedang jahe dan toping jeli, kolang kaling, kacang bawang
bakso ojek. 2000 IDR untuk semangkok kehangatan. how warm!
tukang bakso ojek yg dikelilingi para wanita yg menanti (bakso)
komplek pakaian seribu tiga. judulnya menohok. g bisa ngintip dalamnya karna tutup
di tengah kenikmatan kami dengan wedang ronde, tiba-tiba datang seorang ibu tua membawa gendongan. beliau membawa pisang yg ditawarkan pada kami. pisangnya cantik. kami yg tidak butuh pisang tentu saja menolak. apalagi kami kan sedang dalam perjalanan. tapi si ibu terus menawarkan dagangannya. "sedoyo gansalwelas" - semuanya lima belas ribu. ibu itu memberikan kami 3 sisir pisang. "pun, niki. supaya kula saget wangsul" - sudah ini, supaya saya bisa pulang. ibu itu berasal dari kopeng. tiap hari pekerjaannya adalah bolak-balik kopeng-salatiga untuk jualan pisang. kami pun terenyuh. pisah itu ikut dalam perjalanan kami
3 for 15,000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)