Kamis, 10 Maret 2011

matarmaja - malang.blitar.madiun.jakarta (sempu 1)

sempu, aku hanya mampu mendengar namanya. penasaran ku dibuatnya. beberapa tulisan yg kubaca berkata bahwa sempu memang indah.
setelah bermimpi, akhirnya ajakan itu datang juga. kami ber9 dari tempat yg berbeda2 - jakarta, semarang, purwokerto, solo, malang - memutuskan untuk travelling ke sempu. senangnya
ketika membaca itenary yg dibuat teman - sewa tenda, sleeping bag, tisu basah sebanyak2nya, tracking 4 jam - langsung terbayang bahwa saya benar2 harus bersahabat dengan alam. maka saya mempersiapkan mental sy untuk hidup layaknya primitif.
hari yg dinanti pun tiba. 3 teman sudah naik kereta matarmaja [yg kepanjangan dari malang-blitar-madiun-jakarta] siang tadi. saya menunggu di stasiun poncol semarang pukul 21.30, sesuai dengan jadwal yg tertera di karcis dan papan pengumuman stasiun. ternyata kereta matarmaja baru menjejakan roda2nya di rel poncol pada pukul 22.30. yah, kereta ekonomi indonesia dengan jadwal yg fleksibel
sebenarnya ini bukan kali pertama sy naik kereta ekonomi. tapi, sy tetap kaget ketika masuk kereta dan menemukan begitu banyak manusia yg ada dalam kereta ini. banyak pula yg tidak mendapat tempat duduk. sy langsung mencari gerbong tempat teman2 sy berada. sy sudah dibelikan tiket dari jakarta oleh teman. tujuannya, supaya sy dpt tempat duduk. bayar dengan tarif jakarta tak papa lah. ternyata tempat duduk sy sudah ditempati oleh ibu2. mau mengusirnya sy tak tega. teman sy yg bantu bicara dg si ibu. si ibu nekat minta tempat untuk duduk. sy pun tak mau kalah. sy membayangkan perjalanan semalaman, tidak mungkin tanpa duduk kan. alhasil tempat duduk untuk ber2 itu ditempati 3 pantat.
meski kurang nyaman, sy mesti bisa bersyukur. sy melihat manusia2 lain yg tidak kebagian tempat untuk duduk. ada yg duduk jongkok di lorong, bahkan di kamar mandi, bahkan ada yg pilih berdiri saja. si ibu yg jg merasa tidak nyaman, akhirnya meletakkan pantatnya di bawah dan membiarkan tempat duduk ber2 itu tetap untuk b2. tapi ya tetap saja buat sy itu kurang nyaman :)
kereta pun berjalan. sy kurang tau lewat mana saja. di luar gelap sekali. jendela dibuka lebar2 supaya angin masuk banyak2. ketika kereta ini berhenti hawa panas langsung menggantikan.
untungnya sy orang yg gampang tidur di jalan. orang2 di sekeliling sy masih ribut. entah apa yg mereka ributkan. sy tak peduli. sy memilih tidur. sy berharap ketika bangun nanti sy sudah sampai di tempat tujuan sy di malang.
pagi akhirnya datang. sy bangun dan menikmati udara segar yg menyusup masuk lewat jendela kereta. isi kereta pun sudah jauh berkurang. semua manusia sudah mendapat tempat untuk duduk di kursi kereta. ketika melihat keluar, yg terbentang adalah lukisan pagi berwarna oranye segar. matahari mulai menampakan dirinya. dilatarbelakangi dengan pemandangan sawah yang indah.
ketika matahari sudah menunjukkan kebulatannya, kami bertemu dengan sungai dan jurang. bahkan sang matarmaja ini juga melewati satu jembatan besi. semuanya indah.
semua yg sy rasakan malam tadi - panas, pengap, manusia tanpa tempat layak - hilang sudah. berganti dengan keindahan sawah, matahari terbit, jurang, jembatan, ujung kereta di balik jendela matarmaja.
pukul 9 pagi, akhirnya matarmaja sampai di tujuan akhir, stasiun malang. teman yg lain sudah menanti disana. bersiap untuk tujuan selanjutnya ^^ (continue to sempu 2)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)