Jumat, 11 Maret 2011

mainan A-B-C dan air minum limited (sempu 2)

matahari sudah di atas. kita sudah mandi sudah makan sudah siap menempuh tantangan baru di depan. semua backpack sudah dikemas. segala perlengkapan sudah dihitung. angkot pun sudah siap membawa kami ke sendang biru.
kira2 pukul 1 siang waktu malang, ketika matahari bersinar cukup cerah di atas kepala, kami berangkat. perjalanan menuju sendang biru dari malang lumayan lama. naik angkot yg lumayan tua juga. sy sempat was2 lihat kemudi angkot itu. yg terlihat cuma kabel2 sj. ternyata di tengah jalan bapak itu mengganti angkotnya dengan yang agak muda (dikit). perjalanan pun lanjut. 


setelah melewati jalanan naik yang punya banyak belokan kanan dan belokan kiri, akhirnya kami melihat air dan pantai. 2jam duduk di angkot terbayar sudah. kami pun melanjutkan perjalanan dengan kapal sewaan. 100rb per kapal. sebenarnya jarak pulau sempu dengan pantai sendang biru sangat dekat. kami bahkan bisa melihat pulau itu dengan sangat jelas. yang tampak hanya hutan bakau pekat. jalannya tak  kelihatan. kira2 15 menit naik perahu sudah sampai kami ke jalan yang akan membawa kami ke segara anakan.

jalannya kecil. namanya juga jalan setapak. kata si bapak perahu si ini jalan mendingan karna 2 hari tidak kena hujan. tapi ketika menapakan kaki di sana, tetep tanahnya lembek. baru berjalan beberapa langkah sudah bertemu dengan mbak2 yg beri saran kalau lepas alas kaki saja. kata si mbak mending jalan dengan telanjang kaki. saya lihat, sepatunya juga tebal dengan lumpur. fiuh, sepertinya jalannya berat nih. brarti harus tambah semangat.
jalannya memang benar2 jalan setapak. dipenuhi dengan hutan bakau lebat. tp karna hutan2 ini jadi kita punya pegangan dari ranting2nya. di perjalanan sempat berpapasan dengan beberapa teman lain. mereka pulang dari segara anakan. tiap ketemu teman pasti tanya, masih jauhkah? rasanya perjalanan lama sekali. pemandangan cuma hutan lebat, hutan lebat, hutan lebat. sesekali bertemu dengan pohon besar yang jatuh dan bangkai hewan juga sih.

setelah perjalanan 2 jam yang memakan tenaga dan air minum, akhirnya kami melihat air! ah, senangnya. tak berapa lama dari pemandangan air yang memberi semangat itu, kami bertemu dengan laguna indah. segara anakan tampak begitu indah di depan mata.
di situ tampak air laut yang tenang dengan pasir putihnya yang bersih, laut dikelilingi karang. ada bagian karang yang bolong, tempat air laut berombak masuk. ah, ingin rasanya saat itu cuma lari ke air yg tenang dan berenang di sana. saya mengurungkan niat berenang. sore itu (akhirnya kami sampai saat senja, j5 sore) saya hanya bisa takjub dengan pemandangan luar biasa ini sambil tidur2an di pasir lembut dan makan apel. sempurna.

selesai leyeh-leyeh, kami pun memasang tenda sederhana. di pantai ada tanah lapang. dari tanah lapang ke pantai ada batas semacam tanaman perdu tinggi. mirip pembatas antara pantai dan tempat berkemah. yang berkemah di situ bukan cuma kami, ada beberapa kelompok lain.
tenda beres, lapar datang. dengan sukacita kami mengeluarkan semua bekal makanan. mi instan, beras, telur, bumbu instan, mi instan. yah, tapi ternyata air yang kami bawa terbatas. padahal kami mau menginap 2 malam disana. ah, pokoknya air beberapa liter itu harus bisa memenuhi kebutuhan kami bersembilan nginap 2 malam di segara anakan.
kami pun masak. menu malam ini adalah mi goreng dan nasi panas. ditambah bau ikan bakar tenda sebelah. rombongan sebelah yg sudah stay lebih lama dan bawa porter buat temani mereka tadi siang rupanya mancing ikan trus malam ini barbekiu ikan. kita cuma ngiler nyium baunya aja. huhu. tapi tetep kok makanan kita enak. secara laper gitu.
..dan pas persediaan makanan siap makan kita hampir habis, bapak porter sebelah kasih ikan bakar. kata si bapak mereka sisa, daripada g dimakan. yipie! berbekal sambel dari malang, makan ikan bakar gratisan di pantai malam2 emang uenak bangett.




malam di segara anakan emang damai banget. udara seger. bintang nongol semua. kita gelar matras dan duduk2 depan tenda menikmati malam. buat habisin malam, akhirnya kita main A-B-C. mainan simple jaman SD yg sudah terlupakan. tinggal kasih jari. hitung ada berapa jari yg terbuka. kalo ada 10 jari di situ berarti hurf J yg keluar. trus yg dpt giliran lontarkan pertanyaan. misal, nama artis. berarti harus jawab Jamila, Jamil, Jujana. ah, ini jawaban ngaco semua yaa. nah, kalo pada ngaco hukumannya dikasih bedak.
lama-lama haus juga main kuis A-B-C ini. padal persediaan air untuk malam ini menipis. akhirnya kita bikin acara tebak2an. yg bisa kasih tebak2an bagus kasih minum. yah,,, aku g dapet minum terus dong :(
ngomongin soal air minum, kayaknya bakalan susah deh. di pulau sempu g ada sumber air tawar. air banyak tp air asin. kalo kita minum air laut yg asin, bukannya haus reda, malah tambah haus. trus permeabilitas air laut yg g sama dengan permeabilitas pembuluh darah tubuh kita, bisa membahayakan tubuh dan mengakibatkan kematian.
so, mungkinkah kita bertahan dengan air minum terbatas. padahal masih ada satu hari full, satu malam lagi, dan perjalanan 2jam ke segara anakan.......
(to be continoue......)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)