Minggu, 20 Maret 2011

hujan, si kemasukan, kutu, hujan lagi (sempu 5)

hujan masih turun dengan volume air yg tak sedikit. kami bersembilan berteduh di bawah atap bikinan ditambah tenda yg rembes di tiap pojoknya. malam itu, malam terakhir kami di sempu. rencananya malam terakhir ini mau masak makanan paling enak selama di sempu, nasi goreng. tp takdir berkata lain. hujan lebat menemani kami di malam terakhir. dengan keadaan dingin dan basah sana-sini, kami pun memasak yg paling praktis untuk menghangatkan badan. mi instan! walaupun beberapa kali menu makan kami mi instan mi instan dan mi instan, tp mi instan ini selalu terasa sedap. apalagi, bila hujan, di bawah atap2an, di sempu.
sayup-sayup terdengar kicau burung. kata teman, bila burung sudah bernyanyi berarti hujan akan berhenti. benar. hujan lama2 pergi. sekarang yg tertinggal adalah langit bersih dan udara yg segar.
satu tenda berkapasitas 4 orang dengan muatan 9 orang teratasi. kami memutuskan untuk tidur beratapkan langit. kami berharap langit berbaik hati untuk kami istirahat malam ini.

kami pun mengelar matras dan sleeping bag di atas pasir. hmm,, sempurna. beberapa teman sudah terlelap. beberapa lagi masih berniat menikmati malam terang sehabis hujan sambil ditemani secangkir kopi. cafe sebagus apapun di kota tidak bisa mengalahkan suasana seperti ini. 

tak berapa lama kami mendengar suara aneh dari tenda sebelah. Rrrr,,, Rrrr,,, Rrrr,,,. mirip suara binatang. haduh. lama2 suara itu makin keras makin keras makin keras. ada binatang dari hutan kah yg turun ke sini.tapi kan disini penuh orang, masa mereka berani.
tiba2 kami melihat sosok gelap berjalan dengan empat kaki, mirip komodo. beberapa orang berdiri mengawasinya. kami melihat sosok itu lagi dengan lebih cermat. ya Tuhan, itu manusia. dia juga bisa ngomong layaknya manusia. inikah orang 'kemasukan'. sontak tubuhku merinding. 
kami cuma mengamati orang yg 'kemasukan' dan teman2nya. si 'kemasukan' diceburkan ke air laut oleh teman2nya. tiba2 dia berdiri dengan lunglai dan berjalan kembali ke tendanya. aku menghela nafas panjang dan lega. tak berapa lama si 'kemasukan' keluar lg dari tenda dengan berjalan seperti komodo. temannya kembali menceburkan dia ke air laut. ia pun kembali berjalan lunglai menuju tenda. kali ini nafasku masih satu satu dan tegang. takut kalo si 'kemasukan' keluar lagi. tik tok tik tok. ternyata si 'kemasukan' sudah benar2 tidur.
kalo masalah kemasukan ini ya,, aku percaya dunia yg luas ini g cuma ditempati manusia dan teman2nya yg bisa dilihat mata fisik manusia. masih banyak makhluk lain yg tak kasat mata. nah, kita mesti berbagi ruang dengan mereka. mungkin si 'kemasukan' itu kurang sopan sm sang makhluk tak kasat mata tadi...


selain peristiwa si kemasukan tadi, malam terakhir di sempu benar2 sempurna. suara deburan ombak. angin semilir pantai. dan pemandangan spektakuler langit berbintang di atas. sayangnya, ada teman tak diundang yg mau nemeni tidur malam ini. si kutu pantai berwarna putih yg ukurannya sebesar upil manusia. dia suka jalan2 merayap di tubuh dan bawa gatel. alhasil tidur malam ini kurang nyaman karna kehadiran dan kegatelan yg dia bawa.
tp,, sy merasa diuntungkan juga dengan kedatangan si kutu ini. di sela2 tidur malam itu, sy sempat melihat langit full bintang. ya langitnya isinya cuma bintang bintang bintang bintang bintang. warnanya super terang. saya takjub. terpesona. sampai2 sy tak mampu menggerakkan tubuh. ingin saat itu sy kembali ke tenda, mengambil kamera, trus jepret. tp apa daya, tubuh sy terlalu terpesona dan mata sy ingin lama2 mengagumi bintang2 ini.
langit full bintang ini kembali mengingatkan bahwa bumi yg kita diami ini punya banyak teman lain di angkasa. bumi rasanya bukan siapa2. lah, kalo bumi bukan siapa2 berarti kita penghuninya yg secuil ini cuma mirip cipratan air dong. humble,, humble,,
terima kasih alamku. sy selalu diingatkan :)
saya pun terlelap sambil terkagum2. 

whusss,,, whusssss,,,, angin kencang menghampiri kami. setetes air dari langit datang memberi peringatan. kami pun sontak bangun, membereskan sleeping bag, matras, dan tubuh kami. menuju tenda. 
tenda kami tinggal satu. satu tenda itu cuma berkapasitas empat orang. kami bersembilan. jadilah kami membagi ruang di tenda itu. benar saja, barusan kami bagi2 tempat hujan deras datang lagi. kali ini si hujan bawa2 angin kencang lagi. tenda kami sedikit bergoyang. aku melihat ke jendela tenda. tumbuhan di luar bergoyang kanan kiri dengan kencang.
(....continue sempu 6)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)