Sabtu, 12 Maret 2011

air laut tanpa ombak (sempu 3)




hari masih gelap. udara masih dingin. burung2 belum bernyanyi. matahari bahkan masih mengintip di kejauhan. tapi tenda sebelah udah bongkar2 aja. aku masih meringkuk di bawah kain bali di dalam tenda. kudengar kegaduhan di luar tenda. ups, masalah air minum yg kemaren. ya ya ya bagaimana cara kita melanjutkan hidup di tempat indah ini.
pagi itu, kami pun duduk melingkar. berbincang tentang kemungkinan yg bisa terjadi hari itu. plan a is beli air lewat jasa bapak porter. deg2an apakah uang kami cukup. deg2an apakah si bapak mau kembali ke tempat ini, melewati perjalan 2jam lewat hutan bakau yg lebat. kalo begitu siapkan plan b. the plan is pulang. sebenernya sayang sih. udah capek2 sampe surga dunia, baru sebentar mesti pulang. tapi masak mau kehausan sampe besok disini. minum air laut kan g mungkin (uda dijelasin di post sebelumnya).
akhirnya kami pun membeli air lewat jasa pak porter. ceritanya pak porter ini adalah porter rombongan sebelah. rombongan sebelah pulang pagi ini. mereka kayak kejar pesawat or something, jadi mesti berangkat pagi2. naa, mumpung ada yg berangkat ke dunia luar, kita titip dong air minum yg berharga itu. harga porternya 50rb, bolak-balik jadi 100rb. trus harga bawa galonnya 30rb, naa harga airnya tok 20rb. jadi total harga air minum berharga itu 150rb. fiuh. demi kehidupan di surga dunia yg jauh dari indomaret dan alfamart.

pagi ini g sempat kita menikmati matahari terbit. matahari terbit hari pertama digantikan dengan perbincangan mengenai air minum tadi. tapi tetep tempat ini masih menawarkan keindahan. selesai urusan galon itu, aku berlari ke arah karang-karang. jadi mirip tumpukan karang gitu. naik ke atas. taraa. di sana kita bisa lihat samudra hindia yg luas. air laut yg menghantam karang. luar biasa. you better watch by your own eyes. kalo cuma aku ceritakan disini g terwakili. pokoknya awesome banget banget banget
menu pagi ini adalah mi soto. hehehe. anak kemping, menunya mi instan mulu. tak papalah. kita uda bawa bumbu instan buat masak nasi goreng. berhubung uda lapar bgt, jadi bikin yg cepet aja.


perut kenyang. hati tenang. kami pun menghampiri air lautnya segara anakan. byur byur byur. akhirnya jadi juga berenang di sini. beneran rasanya luarrrrrr biasaaaaaa. berenang di air laut yg tenang dan dikelilingi karang. dalamnya cuma sedada manusia dewasa kok. yg g bisa berenang pun bebas main air disini. kami pun sempat mencapai karang bolong. tapi hati2 ya. karna di dekat karang bolong, ombak dahsyat dari samudra pasifik suka nongol di deket situ. aku aja mesti berenang menjauh dari ombak. takut kehempas di karang2 yg tajam. oia, karangnya tajam. kaki2 kami jadi korban karna main2 disana. yah, sobek2 dikit gitu lah.
capek berenang, kami pun g mati gaya. main di pasir pantai yg putih. ada yang main gobak sodor, ada yang main kuburan pasir, ada yg tidur2an di pasir, ada yg pasang ayunan di pohon dan pastinya foto2. waktu serasa g berjalan di sana. tau2 matahari uda ngeluarin panas dari atas kepala.
perut laper lg. tapiii kenapa air yg ditunggu blum datang yaa. tunggu. tunggu. tunggu. akhirnya bapak porter datang juga. senangnya. akhirnya kehidupan di surga bumi ini bisa dilanjutkan sampe besok. menu siang ini, telor dadar dan chicken nugget jadi terasa uenakkk.

ternyata pulau sempu g cuma punya pantai segara anakan. pulau kecil ini menyimpan banyak keindahan di sisi lainnya. masih ada 4 pantai cantik yg lain. kami pun memutuskan untuk meminta jasa pak porter untuk mengantar kami ke pantai2 yg lain. perjalanan dimulai lg dengan memasuki hutan bakau lebat. jalannya kali ini lebih baik dari kemarin karena tidak ada hujan semalam. tapi jalan kali ini naik naik naik dan turun turun. pantainya memang indah. pantai pertama yg kami temui berpasir putih bersih. lihatnya di siang hari bikin silau, saking putihnya. pantai selanjutnya penuh dengan batu2 besar. kami sempat menemukan jejak penyu yang bertelur di salah satu pantai. ada juga jejak bayi2 penyu yg baru. mereka menuju laut. ah, andai bisa lihat penyunya. tp g mungkin kan melewati hutan bakau lebat malam2. g tau jalan pula.



di pulau sempu ternyata ada nelayan lobster. mereka bikin kemah sederhana di sudut pulau, menunggu lobster. kira2 seminggu baru pulang. ada juga peneliti yg jejak stay nya terlihat. dan ternyata pulau sempu punya sumber mata air tawar. sumber air ini terbuat dari akar2 pohon besar. bentuknya mirip sumur. rasa airnya sungguh segar. ah, TUHAN memang luar biasa

sore itu kami habiskan lagi dengan mandi di air laut tak berombak. dan pastinya tidur2an di pasir. ya, walau kegiatannya itu2 saja, kami tak bosan. tempat ini begitu mempesonanya buat kami. tak terlukiskan dengan kata.


menjelang senja kami memutuskan untuk naik ke bukit. kira2 tingginya setinggi gedung bertingkat 3 atau 4. bukit karang. kata pak porter tadi siang, tempat itu berbahaya. harus ekstra hati2. tapi beberapa orang berhasil naik ke sana. teman juga pagi tadi sudah kesana dan menunjukan padaku fotonya yg spektakuler. aku harus naik. mereka bisa, kenapa aku tidak. dengan berbekal diri kami menapakan kaki2 kecil kami. menuju puncak bukit karang. di tengah jalan aku terhenti. bukit itu benar2 berbahaya. entah mengapa aku merasa aku harus berhenti di titik itu. mungkinkah aku melupakan keinginan untuk melihat samudra hindia di puncak bukit karang itu.....
(to be continoue.....)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading and leaving comment :)