catatan kaki

Senin, 22 Juni 2015

Hari ke-6 di Busan

Jadwal perjalanan hari ke-6:


(1) bangun super pagi di musim gugur yang dingin
(2) memasak untuk sarapan, kemungkinan nggak makan lagi untuk beberapa jam ke depan
(3) packing ulang hasil packing dengan penuh kecapekan semalam
(4) berangkat ke bandara
(5) bobo manis di pesawat
(6) transit semalaman di KLCC 2


Dari area Samyeonchon kami naik taksi ke bandara. Biaya taksi sama dengan biaya naik kereta ke bandara karena kami tanggung biaya taksi untuk berempat. Dengan barang bawaan kami yang beranak pinak tentu saja lebih praktis menggunakan taksi dari depan hostel dibanding harus bawa-bawa barang jalan kaki sekitar 800 meter ke stasiun kereta Samyeonchon.


Menikmati Busan dari atas kendaraan ternyata membawa sensasi tersendiri. Busan yang kota pelabuhan yang dikelilingi dengan bukit-bukit. Seperti kota metropolitan yang sudah tertata rapi, pusat kota Busan menjadi pusat kegiatan masyarakat, sedangkan kebanyakan tempat tinggal masyarakatnya terletak di pinggir kota atau di apartemen dan rumah susun.


Bandara Busan tidak secantik Bandara Incheon, Seoul. Saya sempat kecewa karena berharap akan menemukan bandara yang paling tidak mirip Incheon. Tapi bandara Busan juga rapi dan cukup cantik. Saya pun berhasil mendapat beberapa gambar.


Bye bye Busan. It's nice to visited you and I wish I can come to you again


@dinilint

Senin, 15 Juni 2015

Busan in A Day

Perjalanan semalaman dalam bus atau kereta adalah cara bagus untuk menghemat budget perjalanan. Tapi, jika bus mu datang lebih awal di pagi buta di pinggiran kota yang kurang bersahabat dengan suhu sekitar 10 derajat, ini sama sekali bukan ide yang bagus.


Kami tiba di Busan sekitar jam setengah empat. Berbeda dengan kedatangan kami di Seoul, kami diturunkan di pinggir jalan. Kami tidak melihat ada bangunan terminal atau apapun sejenisnya. Gilanya, begitu bus pergi banyak sopir taksi yang mengelilingi kami. Mereka menawarkan bantuan dengan bahasa inggris ala kadarnya. Aku yang nggak mau naik taksi [karena nggak tahu mau ke mana] berpura-pura tidak mengerti bahasa inggris. Sopir taksi di Busan mirip di Indo, suka maksa dan menakut-nakuti.
"Where will you go?" "It's very dangerous here." "Let me take you somewhere safe." "Tell me your hotel name or the location."
Yaelah bapakke,,, aku dari Indonesia pak,, Jakarta lebih horor dari Busan pak.


Aku melihat ada convenience store 24 jam di seberang jalan. Thank God! Kami pun memilih untuk menghindari sopir taksi pemaksa yang mengatakan bahwa Busan kota yang berbahaya dan menuju ke convenience store. Inilah untungnya jadi orang Indonesia, apa yang mereka bilang bahaya, kami sudah mengalaminya di Indonesia.


Tanpa kembali ke hostel lebih dulu dan menaruh barang di loker di stasiun, kami berkeliling Busan. Yeay. Daftarnya adalah:

Yeoumengsa Temple
Kuil cantik di pinggir pantai yang muncul di film Hello Goodbye. Lebih cantik aslinya.

Hondae Beach
Tidak ada harapan apapun saat berkunjung ke pantai di luar Indonesia. Rasanya aneh berada di pantai tapi menggunakan mantel dan sepatu tertutup. Hahahaha.

Gamcheon Village
Ini adalah salah satu tempat paling berkesan yang pernah saya kunjungi. Penuh dengan warna dan celah sempit untuk dijelajahi. Suka!


Samyeonchon
Tempat hostel kami berada. Di area ini juga ada Lotte Building, tempat kami belanja kosmetik dan menghabiskan sisa-sisa tenaga. Ah,, tenaga sisa,, istirahat dulu yaaa



@dinilint


Rabu, 03 Juni 2015

Jalan-Jalan Seoul [lagi] [lagi] [lagi]

Hari terakhir di Seoul. I wish I come back again.

Hal-hal yang membuat aku balik lagi ke Seoul:

Jalanan Seoul yang nyaman untuk jalan kaki

  Kota yang nyeni dan photogenic



Makanan kaki lima yang terjangkau tapi uenakkkk


Barang-barang lucu yang bisa dibawa pulang dengan harga terjangkau

So,,, hari terakhir ini kami pakai untuk jalan-jalan di kawasan Bukchon yang punya toko-toko kecil lucu, Samyeonchon yang menyediakan berbagai macam pernak-pernik cewek yang manis [terutama kaos kaki murah yang nggak murahan], dan Insadong yang desainnya aku suka banget.


Jackpot,,, saat perjalanan dari Insadong ke Bukchon area dengan jalan kaki, aku mendapati ada kuil cantik yang sedang mengadakan festival bunga. Bunga indah ada di mana-mana. Senangnya.


Malam ini kami kembali lagi ke Busan menggunakan bus malam. Berhubung kami beli tiket dadakan, kami mendapat harga yang lebih mahal, namun untuk bus yang konon lebih baik dibanding bus kami dari Gyeounju ke Seoul. Selisih harganya bisa sampai 100rb rupiah sendiri. Huhu. Perbedaan bus kelas satu dan kelas dua dengan trayek Seoul-Busan, Busan-Seoul di Korea Selatan adalah nggak ada bedanya, sama-sama nyaman. Huahuahua,,, rugi bandar. Yang menjadi perhatian kami adalah, kalau bus kelas dua aja waktu perjalanannya lebih singkat satu jam dari jadwal, bagaimana dengan bus kelas satu? Bus kami berangkat tengah malam, berarti kami akan sampai di Busan pagi buta. Semoga ada coffee shop 24 jam yang bisa kami tumpangi di Busan nanti,,,


@dinilint
somebody take me to Seoul [again] and [again] and [again]

Selasa, 19 Mei 2015

Menginap di Hanok dengan Budget Backpacker

Bagaimana ya rasanya menginap di rumah tradisional Korea,, tapi dengan budget backpacker yang terbatas?


Ternyata backpacker yang identik dengan budget rendah, atau kalo kata orang-orang yang di sekitar aku bilang,, biaya se murah mungkin, juga bisa punya pengalaman seru tanpa harus keluar terlalu banyak uang.



Kata kuncinya adalah kamu harus mencari mencari dan mencari, kemudian berhitung dan membandingkan.



Kali ini kami berhasil menginap di penginapan hanok, rumah tradisional Korea. Biaya menginap di sini adalah 120,000 won untuk kamar keluarga yang bisa ditempati 4 orang. Jadi per orang kami harus bayar 30,000 won. Bila menginap di guesthouse biasa, untuk kamar dormitory kami mendapat harga terendah 20,000 won. Mmm,, beda 10,000 tapi dapat pengalaman yang seru kan.



Ketika sampai di penginapan, kami disambut dengan hangat. Kami diperbolehkan early check in pada pukul 8 pagi karena kamar sudah ready. Kami mendapat kamar mandi dalam lengkap dengan bath-up kayu yang cantik lengkap dengan peralatan mandi. Kami tetap mendapat fasilitas dapur bersama dan free american simple breakfast. Pagi hari saat kami early check in kami juga bisa minta roti bakar yang kami bakar sendiri untuk breakfast.




Kami juga mendapat kesempatan untuk meminjam baju tradisinal korea dan berfoto di sekitar area Bukchon Hanok Village.


Ah,, nikmatnyaaa
@dinilint

*Pssst,,, kami menginap di Doo Guesthouse di area Bukchon Hanok Village. Reservasi menggunakan email, tanpa membayar uang muka, tanpa jaminan kartu kredit

Senin, 18 Mei 2015

Back to School

It's been a semester when I decided to re-enter formal education. I continue my journey on my education into magister class of health promotion.

So, after decide to choose music as my life, one day I had question about "what should I do in this life?". I can't answer my question. I think I haven't do something to this world, to my country, to family, even to myself. 
Instead do my dream to feel how it's like to have work and holiday visa for a year in new country, I choose to re-enter to university. I continue my study from nursing, public health, and now health promotion.
Now, I had pass my bad times in the last first semester, and still doing my second semester happily. I feel grateful because I do something for myself. I keep on studying so my brain still working and (I wish) balance (because I do music mostly).
If they ask me, what will I become after graduate,, I can't easily answer it. I haven't know for sure yet. But I know I have more choice to choose.  

Pilihan membuatmu berdaya! Jadi ini adalah pilihan untuk menciptakan berbagai macam pilihan yang bisa dipilih.

@dinilint
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...