catatan kaki

Rabu, 08 Oktober 2014

Transit di Penang

Penang merupakan salah satu kota yang saya kunjungi ketika melakukan perjalanan #crosscountry. Saya pilih berhenti di Penang selain karena rute kereta api menuju Bangkok ada yang berasal dari Penang, tapi juga karena kata Penang sangat populer di telinga saya. Kenapa ya? Yuk transit di Penang.
Penang nampak dari ketinggian apartement di Butterworth

Saya naik bus dari KL menuju Penang yang makan waktu sekitar 4-5 jam. Meskipun jalannya mulus, tapi bus Malaysia juga suka berhenti-berhenti dan jalan pelan-pelan tapi selamat. Temen aku kalo nyetir sendiri dengan santai bisa sampe ke KL dalam waktu 3 jam.

view dari ferry
jalanan di Penang

Kalo sebelumnya aku ditemeni Kuncrit, kali ini aku jalan sendiri karena Kuncrit udah pulang untuk kuliah. Berhubung jalan sendiri, saya pake jasa salah satu komunitas jalan-jalan untuk cari temen jalan sekalian nebeng nginep. Hehehe. Intinya sih, aku pengen ngerasain kehidupan lokal di Penang. 


Yeap, lucky me. Terima kasih untuk Roy yang sudah menjamu aku dengan luar biasa. Terima kasih untuk Xinhuo yang jadi roommate sekaligus temen jalan juga temen makan. Terima kasih untuk komunitas dan pemikiran kita tentang dunia ini satu adanya.

komdak yang jadi patokan kalo janjian di Penang

Penang yang tempat wisatanya adalah sebuah pulau kecil. Aku nginep di Butterworth, kota di seberang Penang. Untuk menuju Penang bisa naik ferry sekitar 15 menit atau nyebrang jembatan dengan mobil. Kalo dari BW ke Penang bayar, tapi kalo pulang dari Penang ke BW gratis.


Penang terkenal dengan bangunan tuanya. Yang unik dari bangunan-bangunan tua itu, ada instalasi seni di sudut-sudut jalannya. Pas weekend suka ada semacam pasar kaget yang jualan barang-barang buatan tangan dan pertunjukan seni jalanan. Seru.


Penang juga terkenal dengan bangunan semacam kuil, pagoda, vihara. Jeleknya saya udah lupa nama-namanya apa aja. Huhuhu,, kelamaan nulisnya. Seinget aku ada kuil Myanmar yang di depannya ada kuil asal Thailand. Di bagian perbukitan ada kuil dengan pagoda super tinggi yang bisa dinaiki. Dari puncak pagoda kita bisa lihat seluruh Penang.


inclining lift

Yang nggak boleh dilewatkan saat di Penang adalah makan. Makanan Penang ngingetin aku akan Medan. Enak! Dan pastinya murah. Seporsi makanan sekitar 3-5 ringgit. Nom nom nom.

laksa paling enak sedunia. sumpah! nggak pake kelapa tapi pake ikan makarel
katanya si raja durian,, tapi buat aku tetep paling enak duren medan
nasi kandar, makanan asli Penang, yang siap 24 jam,, semacam nasi padang gitu tp tetep enakan nasi padang
es enak
udah habis


















@dinilint - enjoy new things in her life

Minggu, 05 Oktober 2014

KL for a day


Kuala Lumpur, what do you expect? For me it just another big city. Jadi ketika saya punya kesempatan untuk transit selama beberapa jam di sana,, saya hanya keluar dari stasiun kereta api, naik bus sembarangan, dan jalan kaki sampai lapar, kemudian makan. Kuala Lumpur, apa yang kau harapkan?


@dinilint - expect something that not expectable

Rabu, 27 Agustus 2014

Main Bentar ke Genting

Perjalanan mengarungi beberapa negara belum selesai. Setelah Singapura, kini saatnya aku pindah ke Malaysia, tepatnya Kuala Lumpur.


Niatnya si naik bus malam dari Singapura ke Kuala Lumpur yang menghabiskan waktu sekitar 4 jam, tapi ada pilihan lain untuk bisa langsung ke Genting Highland dengan lama perjalanan sekitar 5 jam. Bus berangkat jam 11.30 malam, tapi kami janjian dengan pihak bus untuk datang kembali jam 11 malam di Golden Mile Tower, tempat bus memulai perjalanan.

Golden Mile Tower terletak di area Bugis. Kami bisa naik taksi dengan biaya sekitar 5 SGD. Bisa juga naik MRT dari Bugis Station menuju Nicoll Highway tapi harus oper line. Malam itu kami berhasil naik bus yang mengarah ke Nicoll Highway setelah drama kejar-kejaran dengan waktu dan kesempatan. *halah 

Singkat cerita kami berhasil duduk di kursi nomor 1 & 2 di lantai atas. Bus nya adalah bus tingkat super gedhe. Kami masih bingung dengan cara pemberian nomor pada bus. Saat pesan, kami diberi peta bus biasa layaknya bus tak bertingkat. Kami pilih kursi paling depan dengan harapan bisa lihat jalan. Ternyata,,, kami duduk di tengah-tengah.

Karena ini perjalanan antar negara, kami harus melewati imigrasi. Di tengah tidur lelap, kami harus bangun dan berbaris rapi di imigrasi Singapura. Kembali lagi ke dalam bus, sempat tertidur beberapa saat, dan kembali bangun untuk imigrasi Malaysia. Sepertinya semua orang sudah sering melalui rute Singapura - Genting ini. Hanya kami yang kaget ketika tiba-tiba bus berhenti untuk imgrasi. Tidak ada aba-aba apapun dari orang bus. Pada saat imigrasi, kami hanya membawa tas kecil, tanpa barang bawaan kami (ransel yang berat).

Perjalanan Singapura - Genting adalah perjalanan yang lancar. Tidak ada macet, jalanan mulus. Tepat 5 jam perjalanan,, kami sampai di Genting, tepatnya di tempat parkir bus. Tidak ada aba-aba apapun dari orang bus. Kami bangun dengan kaget karena sadar bus berhenti dan semua penumpang turun. Ternyata ada bus khusus yang membawa kami ke lobby nya Genting. Ternyata ini adalah lobby hotel Genting

Genting adalah dataran tinggi dekat Kuala Lumpur yang disulap menjadi tempat hiburan. Di Genting terdapat beberapa hotel yang tidak murah harganya. Kami tentu saja tidak punya rencana untuk menginap di Genting. Pagi itu kami cuma numpang kamar mandi dan duduk kedinginan di semacam ruang antri untuk check in ke hotel. Di ruangan itu ada banyak orang yang terkantuk-kantuk duduk di kursi, seperti kami. Aku bertemu seorang bapak yang terpaksa 'ditendang' keluar dari kamarnya karena lupa memperpanjang masa tinggalnya di hotel. Ketika si bapak mau check in ulang, semua kamar di semua hotel sudah penuh sampai minggu depan. Si bapak terpaksa tidur di ruang tunggu sambil menunggu jemputan menuju Kuala Lumpur.

Kami sempat jalan-jalan ke area Genting. Karena hari masih pagi, semua wahana masih tutup. Ada beberapa restoran yang menyediakan sarapan yang sudah buka. Sepanjang mata memandang semuanya wahana-wahana yang kurang menarik hati kami. Interiornya pun kurang seru untuk foto-foto. Kami pun memutuskan untuk naik cable car menuju ke terminal kemudian langsung berpindah ke Kuala Lumpur.

Cable car di Genting ini seru sekali dan wajib coba! Aku berasa seperti terbang dari ketinggian ke bawah,,, lamaaaaaa. Sepanjang perjalanan kami melihat jurang dan ujung pohon-pohon cemara.

Udah. Itu aja si yang menarik dari Genting :D





@dinilint

Rabu, 20 Agustus 2014

S.E.A Aquarium

Laut,,,, aku selalu suka laut. Biru sebagai warna latar dengan berbagai macam warna cantik ikan-ikan, karang, dan berbagai macam makhluk laut membuat aku selalu suka suka dan suka pada laut. 


Hal paling menyenangkan ya nyebur di laut, merasakan seluruh tubuh basah dengan air asin laut. Tapi, ada kalanya pengen juga berasa nyebur tapi kering. 
Mana bisa? Bisa! Kan ada sekumpulan orang yang nggak punya laut bagus tapi pengen bisa menikmati dan belajar tentang laut. Salah satunya di S.E.A Aquarium, Singapura.





Masuk ke dalam S.E.A Aquarium berasa masuk ke dalam laut. Di kanan kiri ada berbagai macam hewan laut berenang kesana kemari. Aquarium ini menceritakan tentang kondisi laut di Asia Tenggara. Semuanya menyenangkan dan asik. Sayangnya, ada beberapa karang buatan [dari semen] yang ketahuan banget kalo ini buatan manusia. 
Tentang buatan mnusia, yang paling menarik adalah satu sudut tempat berkarya. Di situ kita bisa membuat karang laut berwarna-warni dari barang bekas. Kreatif dan sayang bumi. Keren.


S.E.A Aquarium terletak di Pulau Sentosa, Singapura. Pada bulan Juni 2014 kami dapat tiket seharga 30 SGD dari harga asli 38 SGD. Kami beli di salah satu biro perjalanan di salah satu bangunan di daerah Chinatown. *maaf lupa namanya

@dinilint
mau lagi ke lautttt

Sabtu, 16 Agustus 2014

I'm Proud To Be Part Of This Nation

There's always reason for everything.
I admit that.

So, there's reason why I have to be born in Indonesia and to be Indonesian.
When I was child, I ask why am I should live in this country. All I heard about this country that time, only the stuck things that can not be fix by us, the people, or can I call it 'wong cilik' in Indonesian bahasa. They told me that it would be so hard for me to live in the future. The competition between Indonesian that limited with people from around the world. And I wonder, 'is it true?'

After so many years pass by, I learn more about the country I'm livin, Indonesia. I try by read some books about this country. About how Indonesian and people who live in Indonesia life. About how Indonesian that live a life in other country. About Indonesian who known by many people in the world. I try to travel around my hometown, Semarang, Central Java. I learn about the weather, the condition, the culture.

Many years pass, many kilometers I had done, many smiles I receive. I have no about Indonesia, Nusantara better yet. There's so many question still around my mind. But, slowly but sure, I'm continously fall in love to this Nusantara.

Thank God, this year I can experience optimism about Indonesia. This year we really celebrate the democration and can call it democration party. We do it happily. I feel the peace all over Indonesia.

I just know so little, and there's more journey I have to take to know more about Indonesia, why am I born here, why am I called Indonesian, why am I live in here. In the same time, I also feel grateful to be born in Indonesia, to be called Indonesia, to live in Indonesia.

Dirgahayu Indonesiaku!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...