Kamis, 21 Juli 2016

Satu Siang di Blitar

Punya beberapa jam di siang hari di Blitar, selain ke Makam Bung Karno, kemana lagi?


Bung Karno, presiden pertama Indonesia dimakamkan di Blitar. Makam Bung Karno sendiri saat ini menjadi area wisata. Makamnya dibangun sedemikian rupa di rumah berbentuk joglo khas Jawa yang terbuka dan ditata sedemikian rupa sehingga tampak asri.


Aku ke Blitar ketika libur lebaran. Selesai salam sana-sini, aku dan sepupu-sepupu berangkat dari Pare ke Blitar naik mobil.


Ini adalah kali pertama aku maen ke Blitar. Kotanya kecil dan tampak teratur. Mungkin karena sedang libur lebaran, jadi kotanya sepi sekali.


Selain berkunjung ke Makan Bung Karno, aku juga main ke Museum Bung Karno yang berlokasi masih satu kompleks dengan makam. Sebenernya di area ini juga terdapat perpustakaan. Bangunannya bagus, aku jadi ingat saat aku main ke Universitas Mahidol di Bangkok, Thailand.


Di Museum Bung Karno aku bisa belajar tentang kehidupan Bung Karno. Yang paling menarik adalah perjalanan Bung Karno mengantarkan Indonesia merdeka, menjadi presiden pertama, hingga melihat foto Bung Karno di masa tuanya. Satu lagi yang menarik di museum ini adalah adanya lukisan Bung Karno yang tampak seperti mempunyai jantung yang berdenyut.


Satu lagi yang cuma ada di Blitar,, yaitu Es Drop.


Es Drop ini semacam es serut yang ditaruh di sebatang lidi dengan beraneka macam pilihan rasa. Rasanya segar dan manisnya pas. Pabriknya adalah rumah tua di jalanan utama. Namun karena libur lebaran, pabriknya tutup sehingga kami beli di abang-abang penjaja. Kalo biasanya harga satu es drop dua ribu, kalo lebaran jadi lima ribu.


Siangnya sudah bergeser jadi sore. Perut kenyang dan hati senang. Saatnya pulang.

geLintang

Senin, 11 Juli 2016

Museum Tubuh Bagong Batu,, Belajar Tentang Tubuh Sendiri

Tahu nggak kenapa kamu kentut? Kadang kentutnya bunyi kenceng, kadang diem-diem tapi bau banget. Tahu nggak?



Sebagai yang punya tubuh, kadang kita nggak ngerti bener-bener tentang tubuh kita sendiri kan. Menurutku setiap orang harus datang minimal sekali ke Museum Bagong,, yang bercerita tentang tubuh manusia. Do you know what inside your body?


Ceritanya kita bakalan masuk ke dalam tubuh Bagong,, melalui mulutnya Bagong. Tubuh Bagong, layaknya tubuh manusia, dibagi menjadi beberapa zona. Kita akan diajak masuk ke dalam mulut, belajar tentang lidah, tonsil, dan gigi, jalan ke otak, ke hidung, ke lambung, ke usus, ke aliran darah, ke tulang, bahkan belajar tentang terbentuknya manusia.


Di tiap-tiap zona ada petugas yang menjelaskan tentang masing-masing zona tersebut. Kalau kurang jelas kamu bisa tanya apapun tentang tubuh dalam zona tersebut. Ada juga mainan dan tablet yang berhubungan dengan pengetahuan tentang tubuh manusia.


Nah, di zona hidung kamu bisa cari tahu kenapa hidung kamu mengeluarkan lendir kalo pilek. Atau kamu penasaran kenapa kalo kamu melipat tangan, tanganmu yang kiri selalu di atas secara otomatis. Kamu juga bisa cari tahu kenapa ada orang yang sakit jantungan.



Ada bioskop mini lho di sini. Di zona reproduksi disediakan bioskop mini 3 dimensi untuk menonton proses terbentuknya manusia.


Di museum ini kita juga bisa cek status kesehatan, mulai dari cek mata, cek golongan darah, asam urat, hingga cek lemak tubuh.


Pssst,,, kalau ke museum ini baiknya kalo pas low season. Aku kemaren ke sana saat libur lebaran pas lagi banyak orang. Akibatnya petugas kewalahan menerima banyak pengunjung sehingga pelayanan kurang maksimal. Di beberapa zona tidak ada petugas yang bertugas sebagai guide dan memberikan informasi :(


Tapi, tiap petugas di museum tubuh tahu tentang segala seluk-beluk tubuh. Aku ketemu dengan kakak cantik yang baik hati di zona lambung, yang menjawab semua pertanyaan, termasuk pertanyaan dari zona-zona yang lain yang tidak ada petugasnya alias guideless.


So far berkunjung ke museum tubuh memberikan wawasan lebih. Aku berharap ada lebih banyak museum bagus macam ini di Indonesia.
Oia,, sebaiknya kalo bawa anak-anak yang usianya di atas 12 tahun ya. Beberapa bagian dalam tubuh memang tampak mengerikan, jadi anak-anak yang terlalu kecil malah takut dan nangis.

geLintang
it's great to learn about my body, in a good place like this

Senin, 27 Juni 2016

batiiiiikkkk

Udah lama saya nggak ngisi post untuk batik enthusiast ya,,


berhubung kemaren baru bikin baju panjang dan hasil akhirnya saya sukaaa sekali (terutama pada motif batiknya) jadi saya post foto baju cantik yaaa.




Tips membuat baju dari kain batik:
Bikin model baju yang simple, semacam model basic supaya motif batiknya tampak outstanding ;)

-geLintang-

*kain batik tulis dari pengrajin di Desa Bayat, Klaten, Indonesia

Rabu, 15 Juni 2016

Piknik ke Universal Studio Singapore

Hore! Akhirnya masuk juga ke USS :D


Setelah berkali-kali numpang foto di bola dunia dengan tulisan UNIVERSAL super besar di depan pintu gerbang Universal Studio,, akhirnya aku masuk juga ke dalam USS. Jeng jeng jeng....



USS adalah theme park seru yang mesti didatengin seharian. Jadi kami bela-belain bangun pagi biar bisa masuk ke dalam USS jam 10 pagi! Yeay.


Masuk ke dalam USS itu mirip masuk dalam set film. Kalo pertama masuk dari gerbang langsung berasa lagi di Hollywood. 
Eh apa iya ya,,, aku belum pernah ke Hollywood juga :p.



Buat aku yang seru dari theme park adalah wahana-wahananya. Favorit aku adalah Transformer. Ini salah satu wahana paling populer di USS. Antriannya panjang. Tapi setelah maen wahananya,, nggak nyesel sama sekali. Pas maen juga enjoy.


Wahana favorit yang lain adalah Waterworld! Wahana ini bikin aku nonton adegan di film secara live di depan mata!!!! What a show.



Kalo bagian USS paling favorit di Far Far Away. Aku suka roller coaster puss in boot, kastil megah, dragon ride nya Enchanted, makanannya di Gills, es krim Ben's & Jerry, pertunjukannya Donkey, rumahnya Ogre. Semuaaaa sukaaa.




Wahana lain yang seru ada di Jurasic Park! Ada apa aja? Cobain gih!



Musim paling pas untuk dateng ke USS yang pas musim orang-orang kerja dan sekolah. Wkwkwkwk. Sepi. Kami sampe bisa nyobain semua wahana,, dari yang popular sampe yang khusus anak-anak. Huehuehue.



USS juga photogenic, terutama di bagian-bagian yang pas sepi orang,, jadi nggak bocor gambarnya.




Waktu terbaik ke USS saat lowseason weekday. Tapi meski weekday,, mereka punya peak hour,, yaitu di sore hari. Sore hari itu waktu antri tiap wahana, terutama yang populer bisa sampe 30-60 menit. Tapi lewat dari jam 5 waktu ngantri jadi 5-15 menit.


Makasih ya travelmate! It's fun to hang out with you all. Muahh.


ge.Lintang

Minggu, 12 Juni 2016

the road

Apa referensimu ketika jalan-jalan? Buku catatan perjalanan orang lain? Informasi dari Lonely Planet? Pengalaman berjuta-juta orang di situs Trip Advisor? Cerita-cerita di blog? Foto-foto menarik di instagram? Cerita teman di cafe saat mereka pulang dari perjalanannya?


I did all. But sometimes I let my curiosity led me through the way. Aku suka penasaran dengan jalanan - jalanan tak berujung yang dalam imajinasiku akan membawaku ke negeri antah berantah yang penuh dengan kejutan. Kejutan yang menyenangkan tentunya.

This just happen yesterday. Kami bermobil menuju Kopeng untuk menikmati udara segar pegunungan, tanpa tujuan mau apa dan berhenti kemana. Tiba di jalanan Kopeng yang menukik, kami malas untuk berhenti makan karena masih kenyang, atau pun belanja sayur-sayuran segar super murah seperti yang selalu kami lakukan di Kopeng karena persediaan sayur di kulkas masih menumpuk.

Aku pun mengambil alih memegang kemudi, melanjutkan jalanan Kopeng ke arah Magelang. Pemandangannya menyenangkan dan aku ingin menemukan sesuatu yang beda dari yang biasa kami lalui. Ternyata jalanan itu bisa berbelok ke Ketep Pass. Ketep Pass adalah satu titik untuk menikmati puncak Gunung Merapi, letaknya sudah di kaki gunung Merapi. Bahkan Ketep Pass adalah pos 1 untuk naik ke Merapi.

Ternyata jalanan yang aku lalui adalah jalanan sempit penuh lubang super besar, dengan kelokan super curam, dan naik turun khas jalanan pegunungan. Jalanan di sini sangat berbeda dengan jalanan Kopeng yang meskipun naik turun tapi mulus dan agak lebar. Kakiku bergetar dan aku deg-deg an. Kali ini kejutan macam ini yang aku temui.

Aku pun memutuskan untuk berhenti sejenak dan menenangkan diri. Kami keluar dari mobil, menghirup dan merasakan udara segar gunung dengan kulit kami, jajan snack lokal di warung, dan berbincang dengan penduduk. 

Hasil perbincangan dengan penduduk, kami lebih baik balik arah bila mau pulang dengan jalanan yang lancar dan lebih enak. Saya sempat ragu untuk kembali berkendara melewati jalanan sempit penuh lubang super besar, melewati kelokan curam dan naik turun khas pegunungan. Tapi ini adalah tantangan yang harus ditaklukan.

Ternyata perjalanan pulang lebih cepat dari perjalanan berangkat. Ternyata aku mampu! Ternyata jalan yang kami tempuh tadi tidak seberapa. Yeay.
Aku jadi pengen jalan lagi, melalui jalan yang tak biasa, dan menemukan kejutan-kejutan seru lainnya.

-geLintang-