catatan kaki

Selasa, 21 Oktober 2014

Naik Kereta dari Butterworth (Penang) ke Bangkok

Perjalanan saya di Penang sudah berakhir. Hari ini saya siap berpindah ke Bangkok. Ini yang saya tunggu-tunggu karena saya pengen naik sleeper train. Sleeper train ini kereta internasional antarbangsa dimana kursinya bisa berubah menjadi kasur alias tempat tidur.


Saya beli tiket antarbangsa ini via email. Pembayaran dilakukan di stasiun sehari sebelum keberangkatan. Kalo reservasi via emailnya sekitar sebulan sebelum berangkat. Menurut jadwal, perjalanan Butterworth (BW) - Bangkok akan makan waktu sekitar 20 jam.


1.30 pm
Tiba di stasiun BW. Saya masih nunggu di ruang tunggu yang agak jauh dari peron bersama turis mancanegara yang lain. 


2 pm
Masuk ke peron BW, mendapati kereta antarbangsa hanya 2 gerbong. Kereta berangkat tepat waktu


3 pm
Petugas menawarkan menu makan malam lengkap (main dish, buah, tea/coffe). Bisa dibayar menggunakan ringgit ataupun bath


4 - 5 pm (antara)
Berhenti di Hat Yai untuk mengurus imigrasi. Barang tetap ditinggal di kereta dan tidak pemeriksaan. Kami harus tunggu petugas imigrasi siap di tempatnya


6 pm
Paket makan malam datang. Saatnya makan. Makanannya enak :d


8 pm
Kursi kami mulai bertransformasi menjadi kasur. Lengkap dengan sprei, bantal, dan selimut, juga tirai penutup penjaga privasi


9 pm - pagi
Tidur. Zzzzz


Pagi
Beberapa turis sudah duduk manis dan kasurnya sudah kembali menjadi kursi. Saya pilih nutup tirai dan melanjutkan tidur2an, baca buku, nonton film, foto2


Siang
Saya cari2 petugas untuk beli makan. Ternyata gerbong sudah bertambah panjang - entah di stasiun mana. Sayangnya saya nggak nemu petugas untuk pesan makan atau minum. Tadi pagi petugas sudah keliling menawarkan makan si,, tapi saya males keluar dari tirai super nyaman saya. Nasib


10 am
Petugas mengubah kasur saya kembali jadi kursi. Mestinya jam segini udah sampe. Ternyata molor juga.


12 am
Hai Bangkok. Total perjalanan 22 jam. Puassssss

I love to sleep inside nice train
@dinilint

Rabu, 08 Oktober 2014

Transit di Penang

Penang merupakan salah satu kota yang saya kunjungi ketika melakukan perjalanan #crosscountry. Saya pilih berhenti di Penang selain karena rute kereta api menuju Bangkok ada yang berasal dari Penang, tapi juga karena kata Penang sangat populer di telinga saya. Kenapa ya? Yuk transit di Penang.
Penang nampak dari ketinggian apartement di Butterworth

Saya naik bus dari KL menuju Penang yang makan waktu sekitar 4-5 jam. Meskipun jalannya mulus, tapi bus Malaysia juga suka berhenti-berhenti dan jalan pelan-pelan tapi selamat. Temen aku kalo nyetir sendiri dengan santai bisa sampe ke KL dalam waktu 3 jam.

view dari ferry
jalanan di Penang

Kalo sebelumnya aku ditemeni Kuncrit, kali ini aku jalan sendiri karena Kuncrit udah pulang untuk kuliah. Berhubung jalan sendiri, saya pake jasa salah satu komunitas jalan-jalan untuk cari temen jalan sekalian nebeng nginep. Hehehe. Intinya sih, aku pengen ngerasain kehidupan lokal di Penang. 


Yeap, lucky me. Terima kasih untuk Roy yang sudah menjamu aku dengan luar biasa. Terima kasih untuk Xinhuo yang jadi roommate sekaligus temen jalan juga temen makan. Terima kasih untuk komunitas dan pemikiran kita tentang dunia ini satu adanya.

komdak yang jadi patokan kalo janjian di Penang

Penang yang tempat wisatanya adalah sebuah pulau kecil. Aku nginep di Butterworth, kota di seberang Penang. Untuk menuju Penang bisa naik ferry sekitar 15 menit atau nyebrang jembatan dengan mobil. Kalo dari BW ke Penang bayar, tapi kalo pulang dari Penang ke BW gratis.


Penang terkenal dengan bangunan tuanya. Yang unik dari bangunan-bangunan tua itu, ada instalasi seni di sudut-sudut jalannya. Pas weekend suka ada semacam pasar kaget yang jualan barang-barang buatan tangan dan pertunjukan seni jalanan. Seru.


Penang juga terkenal dengan bangunan semacam kuil, pagoda, vihara. Jeleknya saya udah lupa nama-namanya apa aja. Huhuhu,, kelamaan nulisnya. Seinget aku ada kuil Myanmar yang di depannya ada kuil asal Thailand. Di bagian perbukitan ada kuil dengan pagoda super tinggi yang bisa dinaiki. Dari puncak pagoda kita bisa lihat seluruh Penang.


inclining lift

Yang nggak boleh dilewatkan saat di Penang adalah makan. Makanan Penang ngingetin aku akan Medan. Enak! Dan pastinya murah. Seporsi makanan sekitar 3-5 ringgit. Nom nom nom.

laksa paling enak sedunia. sumpah! nggak pake kelapa tapi pake ikan makarel
katanya si raja durian,, tapi buat aku tetep paling enak duren medan
nasi kandar, makanan asli Penang, yang siap 24 jam,, semacam nasi padang gitu tp tetep enakan nasi padang
es enak
udah habis


















@dinilint - enjoy new things in her life

Minggu, 05 Oktober 2014

KL for a day


Kuala Lumpur, what do you expect? For me it just another big city. Jadi ketika saya punya kesempatan untuk transit selama beberapa jam di sana,, saya hanya keluar dari stasiun kereta api, naik bus sembarangan, dan jalan kaki sampai lapar, kemudian makan. Kuala Lumpur, apa yang kau harapkan?


@dinilint - expect something that not expectable

Rabu, 27 Agustus 2014

Main Bentar ke Genting

Perjalanan mengarungi beberapa negara belum selesai. Setelah Singapura, kini saatnya aku pindah ke Malaysia, tepatnya Kuala Lumpur.


Niatnya si naik bus malam dari Singapura ke Kuala Lumpur yang menghabiskan waktu sekitar 4 jam, tapi ada pilihan lain untuk bisa langsung ke Genting Highland dengan lama perjalanan sekitar 5 jam. Bus berangkat jam 11.30 malam, tapi kami janjian dengan pihak bus untuk datang kembali jam 11 malam di Golden Mile Tower, tempat bus memulai perjalanan.

Golden Mile Tower terletak di area Bugis. Kami bisa naik taksi dengan biaya sekitar 5 SGD. Bisa juga naik MRT dari Bugis Station menuju Nicoll Highway tapi harus oper line. Malam itu kami berhasil naik bus yang mengarah ke Nicoll Highway setelah drama kejar-kejaran dengan waktu dan kesempatan. *halah 

Singkat cerita kami berhasil duduk di kursi nomor 1 & 2 di lantai atas. Bus nya adalah bus tingkat super gedhe. Kami masih bingung dengan cara pemberian nomor pada bus. Saat pesan, kami diberi peta bus biasa layaknya bus tak bertingkat. Kami pilih kursi paling depan dengan harapan bisa lihat jalan. Ternyata,,, kami duduk di tengah-tengah.

Karena ini perjalanan antar negara, kami harus melewati imigrasi. Di tengah tidur lelap, kami harus bangun dan berbaris rapi di imigrasi Singapura. Kembali lagi ke dalam bus, sempat tertidur beberapa saat, dan kembali bangun untuk imigrasi Malaysia. Sepertinya semua orang sudah sering melalui rute Singapura - Genting ini. Hanya kami yang kaget ketika tiba-tiba bus berhenti untuk imgrasi. Tidak ada aba-aba apapun dari orang bus. Pada saat imigrasi, kami hanya membawa tas kecil, tanpa barang bawaan kami (ransel yang berat).

Perjalanan Singapura - Genting adalah perjalanan yang lancar. Tidak ada macet, jalanan mulus. Tepat 5 jam perjalanan,, kami sampai di Genting, tepatnya di tempat parkir bus. Tidak ada aba-aba apapun dari orang bus. Kami bangun dengan kaget karena sadar bus berhenti dan semua penumpang turun. Ternyata ada bus khusus yang membawa kami ke lobby nya Genting. Ternyata ini adalah lobby hotel Genting

Genting adalah dataran tinggi dekat Kuala Lumpur yang disulap menjadi tempat hiburan. Di Genting terdapat beberapa hotel yang tidak murah harganya. Kami tentu saja tidak punya rencana untuk menginap di Genting. Pagi itu kami cuma numpang kamar mandi dan duduk kedinginan di semacam ruang antri untuk check in ke hotel. Di ruangan itu ada banyak orang yang terkantuk-kantuk duduk di kursi, seperti kami. Aku bertemu seorang bapak yang terpaksa 'ditendang' keluar dari kamarnya karena lupa memperpanjang masa tinggalnya di hotel. Ketika si bapak mau check in ulang, semua kamar di semua hotel sudah penuh sampai minggu depan. Si bapak terpaksa tidur di ruang tunggu sambil menunggu jemputan menuju Kuala Lumpur.

Kami sempat jalan-jalan ke area Genting. Karena hari masih pagi, semua wahana masih tutup. Ada beberapa restoran yang menyediakan sarapan yang sudah buka. Sepanjang mata memandang semuanya wahana-wahana yang kurang menarik hati kami. Interiornya pun kurang seru untuk foto-foto. Kami pun memutuskan untuk naik cable car menuju ke terminal kemudian langsung berpindah ke Kuala Lumpur.

Cable car di Genting ini seru sekali dan wajib coba! Aku berasa seperti terbang dari ketinggian ke bawah,,, lamaaaaaa. Sepanjang perjalanan kami melihat jurang dan ujung pohon-pohon cemara.

Udah. Itu aja si yang menarik dari Genting :D





@dinilint

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...