catatan kaki

Rabu, 29 Oktober 2014

Museum Nasional Thailand di Bangkok

Hari pertama saya datang ke Bangkok untuk kali pertama, ketika saya benar-benar jalan sendirian di jalan yang baru pertama kali datangi, seseorang menghampiri saya dan berkata;
"Kalo kamu mau tahu tentang Thailand datang ke museum. Kamu bisa datang ke kuil-kuil yang sudah berubah fungsi jadi barang komersil dibanding tempat ibadah, atau istana boongan yang digunakan untuk menarik banyak uang dari turis lain waktu. National Museum will be good."


Keesokan harinya, setelah puas melepaskan hasrat pada tangga-tangga curam Temple of a Dawn atau Wat Arun, berjalan-jalan di sekitar Great Palace, dan berusaha mendapatkan harga termurah untuk celana kain khas Thailand, akhirnya saya memutuskan untuk mencari tahu dimana letak National Museum of Thailand. Saya rasa saya kena pelet :P


Saya tinggal di kawasan Khaosan Road. Saya cukup naik gethek Wat Pho. Dari sana saya jalan kaki ke arah Grand Palace. Sepanjang Grand Palace saya dihibur dengan alunan lagu klasik. Sebenarnya lagu klasik itu untuk pemberitahuan pada pengunjung bahwa untuk memasuki Grand Palace hanya melewati satu pintu, yaitu di pintu utama. Banyak cerita bahwa turis-turis terjebak rayuan sopir tuk tuk. Cara yang kreatif dan menghibur untuk pemberitahuan, musik klasik itu.


Bangkok ramah untuk pejalan kaki macam saya. Saya nggak berani naik taksi sendirian. Konon, bila kita tidak bisa berbahasa Thai, si sopir enggan menyalakan meter / argo. Sedangkan saya orang yang disorientasi tempat dan susah mengira-ira jarak. Daripada saya keblondrok, mending jalan kaki sekalian ngirit. Hihihihi. Di sepanjang jalan, ada petunjuk dan peta jalanan. Mungkin karena ini adalah area turis. Untuk orang yang susah baca peta dan place disorientated macam saya, saya berhasil sampai ke National Museum dengan hanya bermodal petunjuk di jalanan. Bangkok ramah, kan?


National Museum ternyata sangat-sangat besar. Museum ini terdiri dari beberapa bangunan. Saya pilih leyeh-leyeh sambil ngemil roti dulu di bawah pohon rindang di taman besar di area depan museum. Di sana banyak biksu-biksu yang juga lagi leyeh-leyeh kepanasan. Di bangunan pertama terdapat kuil besar dengan lukisan cerita Budha di tembok-temboknya. Di gedung berikutnya menceritakan sejarah Thailand dari masa ke masa, juga beberapa cerita tentang negara-negara Asia Tenggara. Negara Thailand adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang selalu merdeka alias nggak pernah dijajah. 


Di bangunan selanjutnya terdapat rumah raja yang diangkut sengaja dari desa ke ibukota. Di bangunan menyimpan hadiah-hadiah dari berbagai kepala negara untuk raja Thailand. Ada pula bangunan yang berisi beraneka macam kereta kencana. Ada pula bangunan yang menyimpan sisa-sisa peninggalan masa lampau, salah satunya dari jaman kerajaan Sriwijaya. Mmm,,, saya menduga kita pernah sodaraan sama orang Thailand. 


Berkeliling di museum ternyata memperkaya wawasan saya,,, dan saya rasa peletnya kali ini sangat berguna. Saya janji sama diri sendiri, kalo berkunjung ke negara lain, saya mesti menyempatkan main ke museum nasionalnya.


Saya pernah dong ke Monas. Ups,, itu Monumen Nasional yak,, tapi kan ada museum di bawahnya. Iya deh,, besok ke jakarta bikin jadwal ke museum nasional ;)

@dinilint - is learning to learn about history, my favorite is from attractive museum

Selasa, 21 Oktober 2014

Naik Kereta dari Butterworth (Penang) ke Bangkok

Perjalanan saya di Penang sudah berakhir. Hari ini saya siap berpindah ke Bangkok. Ini yang saya tunggu-tunggu karena saya pengen naik sleeper train. Sleeper train ini kereta internasional antarbangsa dimana kursinya bisa berubah menjadi kasur alias tempat tidur.


Saya beli tiket antarbangsa ini via email. Pembayaran dilakukan di stasiun sehari sebelum keberangkatan. Kalo reservasi via emailnya sekitar sebulan sebelum berangkat. Menurut jadwal, perjalanan Butterworth (BW) - Bangkok akan makan waktu sekitar 20 jam.


1.30 pm
Tiba di stasiun BW. Saya masih nunggu di ruang tunggu yang agak jauh dari peron bersama turis mancanegara yang lain. 


2 pm
Masuk ke peron BW, mendapati kereta antarbangsa hanya 2 gerbong. Kereta berangkat tepat waktu


3 pm
Petugas menawarkan menu makan malam lengkap (main dish, buah, tea/coffe). Bisa dibayar menggunakan ringgit ataupun bath


4 - 5 pm (antara)
Berhenti di Hat Yai untuk mengurus imigrasi. Barang tetap ditinggal di kereta dan tidak pemeriksaan. Kami harus tunggu petugas imigrasi siap di tempatnya


6 pm
Paket makan malam datang. Saatnya makan. Makanannya enak :d


8 pm
Kursi kami mulai bertransformasi menjadi kasur. Lengkap dengan sprei, bantal, dan selimut, juga tirai penutup penjaga privasi


9 pm - pagi
Tidur. Zzzzz


Pagi
Beberapa turis sudah duduk manis dan kasurnya sudah kembali menjadi kursi. Saya pilih nutup tirai dan melanjutkan tidur2an, baca buku, nonton film, foto2


Siang
Saya cari2 petugas untuk beli makan. Ternyata gerbong sudah bertambah panjang - entah di stasiun mana. Sayangnya saya nggak nemu petugas untuk pesan makan atau minum. Tadi pagi petugas sudah keliling menawarkan makan si,, tapi saya males keluar dari tirai super nyaman saya. Nasib


10 am
Petugas mengubah kasur saya kembali jadi kursi. Mestinya jam segini udah sampe. Ternyata molor juga.


12 am
Hai Bangkok. Total perjalanan 22 jam. Puassssss

I love to sleep inside nice train
@dinilint

Rabu, 08 Oktober 2014

Transit di Penang

Penang merupakan salah satu kota yang saya kunjungi ketika melakukan perjalanan #crosscountry. Saya pilih berhenti di Penang selain karena rute kereta api menuju Bangkok ada yang berasal dari Penang, tapi juga karena kata Penang sangat populer di telinga saya. Kenapa ya? Yuk transit di Penang.
Penang nampak dari ketinggian apartement di Butterworth

Saya naik bus dari KL menuju Penang yang makan waktu sekitar 4-5 jam. Meskipun jalannya mulus, tapi bus Malaysia juga suka berhenti-berhenti dan jalan pelan-pelan tapi selamat. Temen aku kalo nyetir sendiri dengan santai bisa sampe ke KL dalam waktu 3 jam.

view dari ferry
jalanan di Penang

Kalo sebelumnya aku ditemeni Kuncrit, kali ini aku jalan sendiri karena Kuncrit udah pulang untuk kuliah. Berhubung jalan sendiri, saya pake jasa salah satu komunitas jalan-jalan untuk cari temen jalan sekalian nebeng nginep. Hehehe. Intinya sih, aku pengen ngerasain kehidupan lokal di Penang. 


Yeap, lucky me. Terima kasih untuk Roy yang sudah menjamu aku dengan luar biasa. Terima kasih untuk Xinhuo yang jadi roommate sekaligus temen jalan juga temen makan. Terima kasih untuk komunitas dan pemikiran kita tentang dunia ini satu adanya.

komdak yang jadi patokan kalo janjian di Penang

Penang yang tempat wisatanya adalah sebuah pulau kecil. Aku nginep di Butterworth, kota di seberang Penang. Untuk menuju Penang bisa naik ferry sekitar 15 menit atau nyebrang jembatan dengan mobil. Kalo dari BW ke Penang bayar, tapi kalo pulang dari Penang ke BW gratis.


Penang terkenal dengan bangunan tuanya. Yang unik dari bangunan-bangunan tua itu, ada instalasi seni di sudut-sudut jalannya. Pas weekend suka ada semacam pasar kaget yang jualan barang-barang buatan tangan dan pertunjukan seni jalanan. Seru.


Penang juga terkenal dengan bangunan semacam kuil, pagoda, vihara. Jeleknya saya udah lupa nama-namanya apa aja. Huhuhu,, kelamaan nulisnya. Seinget aku ada kuil Myanmar yang di depannya ada kuil asal Thailand. Di bagian perbukitan ada kuil dengan pagoda super tinggi yang bisa dinaiki. Dari puncak pagoda kita bisa lihat seluruh Penang.


inclining lift

Yang nggak boleh dilewatkan saat di Penang adalah makan. Makanan Penang ngingetin aku akan Medan. Enak! Dan pastinya murah. Seporsi makanan sekitar 3-5 ringgit. Nom nom nom.

laksa paling enak sedunia. sumpah! nggak pake kelapa tapi pake ikan makarel
katanya si raja durian,, tapi buat aku tetep paling enak duren medan
nasi kandar, makanan asli Penang, yang siap 24 jam,, semacam nasi padang gitu tp tetep enakan nasi padang
es enak
udah habis


















@dinilint - enjoy new things in her life

Minggu, 05 Oktober 2014

KL for a day


Kuala Lumpur, what do you expect? For me it just another big city. Jadi ketika saya punya kesempatan untuk transit selama beberapa jam di sana,, saya hanya keluar dari stasiun kereta api, naik bus sembarangan, dan jalan kaki sampai lapar, kemudian makan. Kuala Lumpur, apa yang kau harapkan?


@dinilint - expect something that not expectable
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...