catatan kaki

Rabu, 27 Agustus 2014

Main Bentar ke Genting

Perjalanan mengarungi beberapa negara belum selesai. Setelah Singapura, kini saatnya aku pindah ke Malaysia, tepatnya Kuala Lumpur.


Niatnya si naik bus malam dari Singapura ke Kuala Lumpur yang menghabiskan waktu sekitar 4 jam, tapi ada pilihan lain untuk bisa langsung ke Genting Highland dengan lama perjalanan sekitar 5 jam. Bus berangkat jam 11.30 malam, tapi kami janjian dengan pihak bus untuk datang kembali jam 11 malam di Golden Mile Tower, tempat bus memulai perjalanan.

Golden Mile Tower terletak di area Bugis. Kami bisa naik taksi dengan biaya sekitar 5 SGD. Bisa juga naik MRT dari Bugis Station menuju Nicoll Highway tapi harus oper line. Malam itu kami berhasil naik bus yang mengarah ke Nicoll Highway setelah drama kejar-kejaran dengan waktu dan kesempatan. *halah 

Singkat cerita kami berhasil duduk di kursi nomor 1 & 2 di lantai atas. Bus nya adalah bus tingkat super gedhe. Kami masih bingung dengan cara pemberian nomor pada bus. Saat pesan, kami diberi peta bus biasa layaknya bus tak bertingkat. Kami pilih kursi paling depan dengan harapan bisa lihat jalan. Ternyata,,, kami duduk di tengah-tengah.

Karena ini perjalanan antar negara, kami harus melewati imigrasi. Di tengah tidur lelap, kami harus bangun dan berbaris rapi di imigrasi Singapura. Kembali lagi ke dalam bus, sempat tertidur beberapa saat, dan kembali bangun untuk imigrasi Malaysia. Sepertinya semua orang sudah sering melalui rute Singapura - Genting ini. Hanya kami yang kaget ketika tiba-tiba bus berhenti untuk imgrasi. Tidak ada aba-aba apapun dari orang bus. Pada saat imigrasi, kami hanya membawa tas kecil, tanpa barang bawaan kami (ransel yang berat).

Perjalanan Singapura - Genting adalah perjalanan yang lancar. Tidak ada macet, jalanan mulus. Tepat 5 jam perjalanan,, kami sampai di Genting, tepatnya di tempat parkir bus. Tidak ada aba-aba apapun dari orang bus. Kami bangun dengan kaget karena sadar bus berhenti dan semua penumpang turun. Ternyata ada bus khusus yang membawa kami ke lobby nya Genting. Ternyata ini adalah lobby hotel Genting

Genting adalah dataran tinggi dekat Kuala Lumpur yang disulap menjadi tempat hiburan. Di Genting terdapat beberapa hotel yang tidak murah harganya. Kami tentu saja tidak punya rencana untuk menginap di Genting. Pagi itu kami cuma numpang kamar mandi dan duduk kedinginan di semacam ruang antri untuk check in ke hotel. Di ruangan itu ada banyak orang yang terkantuk-kantuk duduk di kursi, seperti kami. Aku bertemu seorang bapak yang terpaksa 'ditendang' keluar dari kamarnya karena lupa memperpanjang masa tinggalnya di hotel. Ketika si bapak mau check in ulang, semua kamar di semua hotel sudah penuh sampai minggu depan. Si bapak terpaksa tidur di ruang tunggu sambil menunggu jemputan menuju Kuala Lumpur.

Kami sempat jalan-jalan ke area Genting. Karena hari masih pagi, semua wahana masih tutup. Ada beberapa restoran yang menyediakan sarapan yang sudah buka. Sepanjang mata memandang semuanya wahana-wahana yang kurang menarik hati kami. Interiornya pun kurang seru untuk foto-foto. Kami pun memutuskan untuk naik cable car menuju ke terminal kemudian langsung berpindah ke Kuala Lumpur.

Cable car di Genting ini seru sekali dan wajib coba! Aku berasa seperti terbang dari ketinggian ke bawah,,, lamaaaaaa. Sepanjang perjalanan kami melihat jurang dan ujung pohon-pohon cemara.

Udah. Itu aja si yang menarik dari Genting :D





@dinilint

Rabu, 20 Agustus 2014

S.E.A Aquarium

Laut,,,, aku selalu suka laut. Biru sebagai warna latar dengan berbagai macam warna cantik ikan-ikan, karang, dan berbagai macam makhluk laut membuat aku selalu suka suka dan suka pada laut. 


Hal paling menyenangkan ya nyebur di laut, merasakan seluruh tubuh basah dengan air asin laut. Tapi, ada kalanya pengen juga berasa nyebur tapi kering. 
Mana bisa? Bisa! Kan ada sekumpulan orang yang nggak punya laut bagus tapi pengen bisa menikmati dan belajar tentang laut. Salah satunya di S.E.A Aquarium, Singapura.





Masuk ke dalam S.E.A Aquarium berasa masuk ke dalam laut. Di kanan kiri ada berbagai macam hewan laut berenang kesana kemari. Aquarium ini menceritakan tentang kondisi laut di Asia Tenggara. Semuanya menyenangkan dan asik. Sayangnya, ada beberapa karang buatan [dari semen] yang ketahuan banget kalo ini buatan manusia. 
Tentang buatan mnusia, yang paling menarik adalah satu sudut tempat berkarya. Di situ kita bisa membuat karang laut berwarna-warni dari barang bekas. Kreatif dan sayang bumi. Keren.


S.E.A Aquarium terletak di Pulau Sentosa, Singapura. Pada bulan Juni 2014 kami dapat tiket seharga 30 SGD dari harga asli 38 SGD. Kami beli di salah satu biro perjalanan di salah satu bangunan di daerah Chinatown. *maaf lupa namanya

@dinilint
mau lagi ke lautttt

Sabtu, 16 Agustus 2014

I'm Proud To Be Part Of This Nation

There's always reason for everything.
I admit that.

So, there's reason why I have to be born in Indonesia and to be Indonesian.
When I was child, I ask why am I should live in this country. All I heard about this country that time, only the stuck things that can not be fix by us, the people, or can I call it 'wong cilik' in Indonesian bahasa. They told me that it would be so hard for me to live in the future. The competition between Indonesian that limited with people from around the world. And I wonder, 'is it true?'

After so many years pass by, I learn more about the country I'm livin, Indonesia. I try by read some books about this country. About how Indonesian and people who live in Indonesia life. About how Indonesian that live a life in other country. About Indonesian who known by many people in the world. I try to travel around my hometown, Semarang, Central Java. I learn about the weather, the condition, the culture.

Many years pass, many kilometers I had done, many smiles I receive. I have no about Indonesia, Nusantara better yet. There's so many question still around my mind. But, slowly but sure, I'm continously fall in love to this Nusantara.

Thank God, this year I can experience optimism about Indonesia. This year we really celebrate the democration and can call it democration party. We do it happily. I feel the peace all over Indonesia.

I just know so little, and there's more journey I have to take to know more about Indonesia, why am I born here, why am I called Indonesian, why am I live in here. In the same time, I also feel grateful to be born in Indonesia, to be called Indonesia, to live in Indonesia.

Dirgahayu Indonesiaku!!

Rabu, 13 Agustus 2014

Swimming With Jellyfish in Kakaban Island, East Borneo

In early August I have luck opportunity to come visit East Borneo. I had Derawan Island and surround in my wishlist. Lucky me, I can enjoy these islands in perfect moment. After lebaran holiday for mostly people in Indonesia, the island is just quiet. This is the review through pictures.


It's not easy to reach Derawan. We have to get flight to Balikpapan and another flight with 100-pasanger-airplane to Berau. We need to do road trip for about 2-4 hours to Tanjung Batu. We need to cross the sea by speed boat for about 30 minutes. We use small boat because it's only the 2 of us.


First stop is Galau Island. Yeah, they call it Galau, because the island like to move. It just white sand that become small island.


Maratua. There are resort here that cost some money. The view is wonderful


Kakaban Island. This island is special and unique. You can play with jellyfish freely in this island.


This is the stingless jellyfish. It feels like real jelly. You can touch them in the water. In the water only, so they still can play and alive.


Play with white sand in Sangalaki Island.


Play with tukik, the baby penyu. There are penyu conservation in Sangalaki. The white clean beach is the ideal place for mommy penyu to lay eggs. Sangalaki have it.


Sangalaki have wonderful coral too. The wonderful thing is you can see it from the boat because the water is so clear and calm.


You also can do diving here in Derawan, Maratua, Sangalaki. I wish I get my diving license soon. I enjoyed so much snorkeling and island hoping here.


You also can reach Derawan from Tarakan. The boat from Tarakan takes about 2 hours to Derawan.


We wish for more luck moment again


I'm lucky @dinilint :D

Jumat, 25 Juli 2014

Bye Singapore & the Story Behind

Akhirnya hari-hari penuh perhitungan akibat perbedaan nilai tukar rupiah terhadap dolas singapura yang signifikan akan segera berakhir. Malam ini kami bisa bergeser ke Genting, Malaysia dengan menumpang bus malam dari Golden Mile Tower dengan membayar 35 SGD. Jam keberangkatannya jam 11.30 malam, dan kami harus siap di Golden Mile Tower jam 11. Woke!

Malam itu kami balik lagi ke hostel di daerah Bugis untuk ambil backpack. Saat itu masih jam 9. Kami masih punya sekitar 2 jam untuk cari makan malam. Cari sana-sini, pilihannya balik lagi ke resto fast food. Ya sudahlah. Sekitar jam 10.30 kami keluar untuk cari taksi. Kenapa taksi? Kalau menurut info, Golden Mile Tower dan Bugis area itu letaknya berdekatan. Biaya taksi sekitar 5 SGD. Dengan backpack gede, rasanya males balik ke mrt, diperiksa tas gedenya sama petugas, mesti transfer line mrt lagi.

Kami dengan pede nangkring cantik di salah satu halte bus. Sekian menit berlalu, tidak ada tanda-tanda taksi kosong meluncur. Haishhh,,,. Kami pun mulai berpikir untuk pakai bus. Banyak jalur bus yang bisa membawa kami ke Golden Mile Tower. Sayangnya, kami nggak tahu arah Golden Mile Tower kemana. Kami juga nggak punya koneksi internet. Tapi ini kan Singapura. Kami pun bagi tugas. Kuncrit jagain taksi kosong, aku ke halte cari info bus apa yang melintas di halte itu. 

Ternyata dari sekian banyak bus, nggak ada yang ke arah Golden Mile Tower. Oia,, kita juga bisa tahu arah bus itu kemana ternyata. Kami harus cari arah Nicoll Highway yang sepertinya bersebrangan dengan halte tempat kami nunggu. Kami pun nyebrang dan jalan ke halte yang berlawanan. Tunggu,, tunggu,, tunggu,,. Taksi nggak ada, bus pun nggak ada. Jamnya udah nambah aja. Di sisi jalan lain, kami lihat banyak taksi kosong melintas. Kami pun mutusin buat pindah jalur.

Halte itu agak sepi. Kami cuma nemu satu mbak-mbak dan beberapa orang tua di ujung. Udah males cari-cari info bus di papan halte, kami pun nanya sama mbak-mbak itu. Si mbak diem aja dan cuma utak-atik hp. Taksi juga nggak kunjung datang. Huft,,. Ternyata si mbak lagi cariin info buat kami. Dan kami salah jalur lagi. Ini halte letaknya di jalur searah, dan kami di jalur dengan arah yang berlawanan dari Golden Mile Tower. Terpaksa kami harus jalan cari belokan, dan cari halte di sisi lain.

Pas lagi jalan cepat di belokan, nggak sengaja lihat bus melintas. Kami pun lari ngejar bus itu. Bus itu merupakan salah satu bus yang bisa bawa kami ke Golden Mile Tower. Sayangnya halte busnya nggak di pojokan. Ya udah kita lari ngejar bus. Tapi, busnya ninggalin  kami gitu aja. Huhuhuhu. Jamnya udah makin mepet aja. Di halte itu ternyata banyak yang nunggu taksi juga. Kami pun cari segala macam kesempatan, nanyain orang-orang yang nunggu taksi apa mereka searah dengan kita biar bisa barengan. Kalo sikonnya nggak mepet kayak gitu, aku nggak berani deh minta nebeng gini.

Beberapa menit nunggu taksi yang nggak mau berhenti, rasanya kami udah putus asa. Pikiran-pikiran kalo ketinggalan bus ke Genting mulai bermunculan. Kalo mesti nginep lagi di Singapura, rasa-rasanya udah males banget (*baca: nggak punya duit). Huhuhuhu. Tetiba ada bus datang. Kami pun lari lagi ke arah bus. Kali ini bisa masuk. Yes! Pas nanya sama sopirnya, "Are you going to Golden Mile Tower?" si sopir malah bengong. Haish. Ternyata itu bus jalan ke arah yang berlawanan, info ini didapat dari penumpang. Huhuhuhu. Kami mesti balik ke halte di arah yang lain.

Rasanya putus asa saat itu. Mau jalan kaki tapi nggak tahu arah. Mau balik ke MRT station tapi udah lari jauh banget dan kemungkinan waktunya nggak nyampe. Mau cara paling enak, pake taksi, taksinya nggak ada yang available. Huhuhuhu. Tapi justru di saat-saat putus asa gitu ada bus melintas. Kami langsung cegat dan nanya ke sopirnya "Are you going to Golden Mile Tower?", dan si sopir India itu menganggukan kepalanya. Fiuhhhh,,, satu masalah terlewati.

Si sopir baik hati menghentikan bus nya di halte Golden Mile Tower dan kasih tau kami kalo kami mesti berhenti disini. Katanya, Golden Mile Tower terletak di seberang. Thank you om sopir. Saat itu jam 11 lewat 5. Masih deg-degan karena belum konfirmasi. Yang bikin deg-degan lagi jalanan di deket halte itu sepi. Hanya tampak satu dua orang di kejauhan. Ini jalan raya yang gede banget dengan pembatas jalan. Gimana nyebrangnyaaaaa.

Oooh ternyata di ujung yang agak jauh ada jembatan penyebrangan. Ngos-ngosan lari-larian dari halte, naik jembatan, akhrinya lihat bangunan Golden Mile Tower dan bus-bus gedhe yang banyak. Yeay. Dengan keringat buanyak, akhirnya kami pun sampe. Konfirmasi. Naik bus deh. Yeay! Kami jadi juga ninggalin Singapura. Bye bye Singapore!

This is why I love traveling:
  • Ada banyak surprise tak terduga
  • Belajar untuk ambil keputusan dengan cepat dan memutuskan sesuai skala prioritas
  • Bertemu banyak orang dan berinteraksi dengan mereka
  • ....and a lot more
@dinilint
Thanks God I be traveler some time in my some life :D
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...